Mengapa AD di Atlantik, Marinir di Pasifik?

October 16, 2010

Selama PD II, AS membagi kekuatan daratnya untuk mengahdapi dua front pertempuran yaitu di Eropa dan Pasifik. para petinggi militer di Washington memutusksn untuk menggelar kekuatan AS di Front Eropa dan Marinir berkonsentrasi di Pasifik.

Adu kekuatan di Pasifik dalam PD II bukanlah hanya sejak Pearl Harbor dibom Jepang, Desember 1941. Jauh sebelum itu, AS dan Jepang telah menyiapkan rencana dan siasat masing-masing, apabila bisul per­musuhan mereka pecah menjadi peperangan. Begitu PD I berakhir, para perancang strategi kemiliteran di Washington, khususnya dari kalangan AL AS, telah membuat telaah dasar antisipasi perang dengan Jepang. Rancangan Perang bersandi “Orange” dari AL ini, didasari asumsi bahwa Jepang akan menyaingi dan menantang armada AS di Pasifik, dengan meman­faatkan Kepulauan Mikronesia sebagai pangkalan lautnya.

Read the rest of this entry »


History of the USMC

October 16, 2010

Sejarah United States Marine Corps (USMC) dimulai dengan dibentuknya Continental Marines pada 1775. Unit ini dibentuk untuk melaksanakan pertempuran kapal ke kapal, mengamankan pangkalan laut, meneguhkan disiplin, dan membantu pasukan dalam pendaratan. Misi ini berkembang seiring perubahan doktrin militer dan kebijakan luar negeri AS. Setelah itu dengan mengandalkan kelebihannya beroperasi di perairan, USMC telah terlibat di hampir setiap konflik dalam sejarah bangsa AS.

James Terry Conway Komandan US Marine Corps ke-34 (2006-sekarang)

Kemampuan dan kelebihan yang dimiliki marinir itu kemudian terbukti ampuh ketika mereka diformasikan terlibat penuh di Pasifik sebagai kelanjutan PD II yang lebih dulu pecah di Eropa.Pada awal abad 20, USMC semakin memainkan peran penting sebagai satu-satunya pasukan utama dalam operasi amfibi. Kecepatan reaksinya serta kebesaran nama dan daya tempurnya, sudah mahfum dipahami sebagai alat utama dalam mendukung politik luar negeri AS


Debut Pertempuran Marinir AS

October 16, 2010

Perang Pasifik menjadi ajang “pertempuran tersendiri” bagi  Korps Marinir AS. Setelah bertahun-tahun dinomorduakan pasca kegagalan di Galipoli, mereka beroleh kesempatan menunjukkan kemampuannya hingga sejajar dengan korps AD.

 

Serangan mengejutkan AL Jepang terhadap pangkalan AS di Hawaii bisa disebut sebagai alasan mengapa AS begitu mengebu-gebu ingin menghentikan sepak terjang Jepang di Asia. Karena Jepang sudah duluan menduduki pulau-pulau di Pasifik, tidak ada pilihan bagi AS selain segera mengirim pasukan Marinir. Inilah debut Marinir AS di perang besar meski dilalui dengan berdarah-darah.

 

Ada satu prinsip yang dipe­gang di dunia intelijen: “Hari ini sudah diprediksikan beberapa waktu lalu, dan saat ini adalah konfirmasinya. Intelijen harus berusaha terus menerus mengikuti berbagai kejadian, menganalisa tren perkembangan, meramalkan, dan memprediksi apa yang akan terjadi besok, minggu depan, bulan depan, dan tahun de-pan dalam bentuk berbagai analisa, sintesis dan perkiraan keadaan.” Prinsip intelijen yang dikemukakan Marsda TNI (Pur) Teddy Rusdi, mantan Direktur E, Badan Intelijen Strategis, Indonesia, dalam biografinya, Think Ahead (2009) itulah yang dianut perwira operasi AS dari Komite Perencana Gabungan AB AS pada dasa­warsa 1920-30-an. Mereka curiga terhadap Jepang, lalu berusaha memetakan apa yang mungkin mereka lakukan untuk mengganjal kepentingan AS di wilayah Pasifik. Ancaman terdekat adalah mengua­sai atau menduduki pangkalan AS di Guam, Midway dan Wake.

Read the rest of this entry »


Pertempuran Terdahsyat Marinir Sepanjang Masa (Bag I)

October 13, 2010

Marine At Pacific
Their Stories & Photo Chronicle

Angkasa Edisi Koleksi No.67 Tahun 2010

Angkasa Edisi Koleksi No.67 Tahun 2010

Setelah bertempur mati-matian selama delapan bulan, Marinir AS akhirnya berhasil menghentikan perlawanan hebat infanteri Jepang yang bercokol di Guadalcanal. Kemenangan Marinir AS di bulan Februari 1943 ini belum menentukan akhir Perang Pasifik, tetapi akan selalu dicatat sebagai keberhasilan pertama konsep pertempuran amfibi di dunia. Di tempat inilah Marinir AS mampu untuk kali pertama mengatasi problem pendaratan pasukan, bombardemen laut, suplai logistik dan koordinasi antar angkatan yang selama belasan tahun selalu kacau.

Read the rest of this entry »