Laboratorim Maut

July 11, 2008

“lni hampir menyerupai sebuah mesin yang bergerak terus-menerus. Kita semua mengakui bahwa perlombaan senjata merupakan sebuah bencana, dan kita pun semua mengakui bahwa akhirnya akan timbal suatu konflik yang kurang lebih akan menghancurkan dunia beradab seperti yang kita kenal ini. Ada pun problem lama adalah, siapakah yang akan mengambil langkah pertama untuk sungguh-sungguh mundur?” (Sammuel Cummings, April 1967, mengutip Anthony Sampson dalam The Arms Bazzar, 1977)

Konvoi Tank Perang Enam Hari

Konvoi Tank Perang Enam Hari

Pernyataan itu disampaikan Samuel Cummings, mantan agen CIA yang kemudian menjadi broker senjata, dalam sebuah sidang di Komisi Hubungan Luar Negeri Senat (Subkomite Timur Tengah dan Asia Selatan) AS, pads 13 April 1967. Disimak dari tanggal pernyataan ini diungkapkan, diketahui bahwa Cummings menyampai¬kannya sekitar dua bulan sebelum Perang Enam Hari meletus. Cummings diminta menjadi saksi dalam sebuah kasus penjualan senjata buatan AS di Timur Tengah berkaitan dengan Perang Enam Hari. Cummings sendiri adalah salah seorang dari sekian broker senjata yang banyak terlibat dalam penjualan senjata ringan di Afrika, Amerika Latin, dan Timur Jauh.

Read the rest of this entry »


KOKPIT

July 9, 2008

Pembaca budiman,

Siapa pun tahu, bahwa sejak David Ben-Gurion memproklamirkan terbentuknya negara Israel pada 14 Mei 1948, Timur Tengah serentak telah menjadi wilayah yang rawan pertikaian dan peperangan. Menyatunya orang-orang Yahudi di sebidang tanah yang semula didiami orang-orang Arab Palestine ini telah membuat orang-orang Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, dan Suriah meradang. Merekaberkali-kali menyatakan, Israel harus segera diakhiri dan dihapuskan dari peta dunia.

Masalahnya, adalah mengakhiri Israel temyata bukan hal yang mudah. Serbuan yang dilakukan tepat pads hari pembentukan mereka temyata malah berbuntut perluasan wilayah. Demikiain pule yang terjadi pads 5-10 Juni 1948, Israel justru berhasil merebut Gurun Sinai dan Jalur Gaza dari Mesir, Tepi Barat dan Jerusalem dari Yordania, serta Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Resume seperti ini pun kian membuat hubungan antar negara di Timur Tengah kian ruwet.

Perang Enam Hari

Perang Enam Hari

Dalam edisi koleksi Angkasa kali ini Anda akan kami membawa melihat (kembali) apa sesungguhnya yang terjadi pads mass itu. Lalu, masalah apa sesungguhnya yang melatarbelakangi pecahnya Perang Enam Hari. Tentang rencana penyerbuan yang dibentang Presiders Mesir Gamal Abdel Nasser dan juga tentang inisiatif pre-amptive strike dari Menhan Israel Moshe Dayan. Apa pun itu, harus kami katakan di sini, bahwa tokoh-tokoh yang terlibat pada masa itu adalah orang-orang yang luar biasa.

Di akhir Perang Enam Hari, semangat Mesir, Suriah, Yordania, Lebanon, dan Irak untuk membekuk Israel temyata juga tak meluruh. Semangat itu sebaliknya bahkan semakin berkobar. Untuk itu, sebagai kelanjutan dari episode ini, jika tak ada aral melintang, kami akan menyambungnya dengan episode Perang Yom Kippur. Jika dalam Perang Enam Hari, Israel beroleh kemenangan. Dalam Perang Yom Kippur, negara-negara Arab setidaknya berhasil memperdaya Israel. Lebih jauh Perang Yom Kippur bahkan berhasil memporak-porandakan Kabinet Golds Meir dan “merontokan” Moshe Dayan dari kursi jabatannya sebagai Menhan.

Akhir kata,kami haturkan selamat mengikuti EdisiKoleksi Angkasa The Six Day War, June 5-10,1967 ini. Semoga ada nilai kehidupan yang positif yang bisa kita serap dari sejarah masa lalu.Sampaikanlah masukan, karena masukan Anda akan sangat berharga sekali bagi kami. Sampai jumpa dalam edisi berikutnya. Terima kasih.

Redaksi


The Story Six Day War, June 5-10, 1967

July 9, 2008

KISAH PERANG ENAM HARI

Kisah Perang Enam Hari, Angkasa Edisi Koleksi No.XLI 2007

Kisah Perang Enam Hari, Angkasa Edisi Koleksi No.XLI 2007

Sejak awal, berdirinya negara Israel (pada 14 Mei 1948) memang telah membawa segudang masalah. Negara-negara Arab di sekelilingnya, terutama, benar-benar tak terima bangsa Yahudi itu mencaplok begitu saja tanah kediaman orang-orang Palestine. Pertikaian demi pertikaian pun tersulut. Dan peperangan pun meletup dari waktu ke waktu. Oleh karena masalah ini pula para pejuang Palestine sepakat membentuk PLO.

Perang Enam Hari yang meletus pada 5-10 Juni 1967 adalah salah satu episode terpanas dari serangkaian perang antara negara-negara Arab dan Israel. Dalam buku The Story of Six Day War: Kisah Perang Enam Hari ini Anda akan melihat seperti ape puncak kemarahan Mesir, Yordania, Irak, Suriah, dan para pejuang Palestine terhadap Israel. Mereka sepakat mengepung lalu menggempurnya dari berbagai front.

Sementara Para panglima adu strategi, Uni Soviet dan AS pun tak ingin tinggal diam mengail pengaruh. Selama enam hari itulah ratusan pesawat lebur dan terbakar, tank-tank bergelimpangan, gedung-gedung luluh-lantak, clan puluhan ribu jiwa melayang. Mesir, Yordania, Irak, clan Suriah memang belum beruntung bisa menundukkan Israel. Tetapi hal ini tak menyurutkan semangat mereka untuk terns menantang dan melawan!