Salahuddin al Ayubi

July 15, 2008

Kesatria Padang Pasir

Salahuddin al Ayubi

Salahuddin al Ayubi

Ada dua kesan yang menyebabkan Salahuddin dipandang sebagai kesatria sejati, baik oleh kawan maupun lawan. Pertama adalah soal kepiawaiannya dalam taktik pertempuran. Kedua tentang kesalehan dan kemurah hatiannya.

Bulan Juli 1192, sepasukan muslim menggerebek 12 tenda prajurit kristen, termasuk tenda kerajaan Raja Richard I, di luar benteng kota Jaffa. Richard yang terusik segera bangun dan bersiap bertempur. Pasukannya kalah jumlah, 1:4. Tak peduli, Richard berjalan kaki mengikuti pasukannya menyongsong musuh.

Read the rest of this entry »


Dari Panglima Tuthmosis Mesir Kuno Hingga Jenderal George Patton Jr.

July 8, 2008

Sejak masa lalu tatkala orang mulai mengenal peperangan yang terorganisasi, maka yang namanya pimpinan atau komandan atau panglima merupakan suatu kebutuhan, bahkan keharusan. Setiap peperangan pasti memerlukan pemegang komando atau commander untuk mengatur, mengarahkan, dan memimpin serangan maupun pertahanan. Karena itu tak heran apabila ada pameo yang intinya dalam peperangan tak ada prajurit yang jelek, yang ado hanyalah jenderal yang jelek.

U.S Army

TERLUKA-Patton di Perancis tahun 1918. Ia ikut serta dalam Battle of Saint-Mihiel, September 1918, dan terluka oleh peluru senapan mesin. Foto: U.S Army

Read the rest of this entry »


Heinz Wilhelm Guderian

July 8, 2008

Bapak Perang Tank
Heinz Wilhelm Guderian dikenal sebagai pionir dari perang lapis baja. Namun siapa sangka, pria kelahiran Prussia ini memulai perjalanan karir militernya justru sebagai projurit infanteri bukan dari unit lapis baja.

Heinz Wilhelm Guderian

Heinz Wilhelm Guderian

Banyak tokoh-tokoh militer semasa PD II merupakan veteran prajurit semasa PD I. Salah satu di antaranya adalah Heinz Wilhelm Guderian. Guderian, begitu biasa disebut, memulai kehidupan militernya dalam unit komunikasi pasukan Jerman selama PD I. Hal ini pula yang lantas menyadarkannya betapa penting unsur komunikasi dalam memenangkan sebuahpertempuran. Ketika pertempuran di Verdun pecah 1916, Guderian masuk sebagai staf di satuan Crown Prince. Pertempuran ini membawa hikmah tersendiri. Baginya pertempuran darat di masa mendatang bakal digelar dengan cara lain. Bukan lagi dalam bentuk perang parit.

Read the rest of this entry »


KOKPIT, Panglima-Panglima Terhebat

July 8, 2008

Pembaca budiman,
Seperti pernah kami tulis, perang tak hanya sekadar ajang unjuk kekuatan militer. Di lain pihak, perang juga merupakan pentas untuk uji konsep, doktrin, dan strategi. Tak heran jika dari peranglah muncul berbagai tokoh, yang tak saja panglima, yang melegenda oleh karena kecemerlangannya menciptakan taktik dan strategi yang luar biasa.

Read the rest of this entry »


Panglima-panglima Perang Terhebat

July 8, 2008

Angkasa Edisi Koleksi

Angkasa Edisi Koleksi No.XLVI 2008

“My son, you are invincible!” Begitu kata seorang oracle bergetar kepada Alexander. la tak menyangka, seorang manusia setengah dewa berkenan meminta nasehat kepadanya. Alexander Agung adalah panglima perang yang kelak tak terkalahkan. Di tangannya, hampir seperempat daratan Bumi
ditaklukan. Membentang dari wilayah Yunani, Mesir, hingga tepian India.

Demikianlah, seperti juga Alexander Agung, hampir seluruh panglima perang terhebat memang cuma bisa dihentikan oleh dirinya sendiri. Itu karena mereka umumnya adalah orang-orang cerdik yang keras kepala. Tak heran jika Jenderal Colin Powell, mantan Kastaf Gabungan AS semasa Perang Teluk, menilai, bahwa mereka selalu menganggap eselon di sampingnya salah. Sampai keadaan benar-benar menyatakan sebaliknya.

Read the rest of this entry »


Erwin Rommmel

July 7, 2008

Momok Bagi AS dan Inggris
Selama PD II Jerman memang banyak memiliki panglima perang berkualitas jempolon. Salah satunya adalah adalah Erwin Rommel.  Kehebatan taktik perang pria asli Jerman ini membuat Jenderal yang disegani baik oleh Inggris maupun AS. 

AFRIKA - Nama Rommel berkibar di medan tempur padang pasir di front Afrika Utara

AFRIKA - Nama Rommel berkibar di medan tempur padang pasir di front Afrika Utara

Lahir di Heidenheim, sekitar Ulm Jerman, Erwin Rommel bukan keturunan militer. Ia berasal dari rakyat sipil kalangan menengah. Perjalanan militernya dimulai saat Rommel mendaftar sebagai kadet pada sekolah infanteri di Danzig (Danzig Infan School) pada tahun 1910.

Dua tahun kemudian Ia ditempatkan dalam unit operasional dengan pangkat letnan. Seperti umumnya perwira-perwira muda jaman itu, Letnan Erwin Rommel juga ikut terlibat dalam PD I. Antara tahun is ditempatkan di Perancis dan dianugerahi medali Iron Cross kelas satu. Prestasi yang lumayan menyolok justru diperlihatkan menjelang akhir PD I di Italia. Kala itu la berhasil memimpin kompinya merebut posisi yang diduduki musuh dan menawan personel plus 80 pucuk beragam persenjataan. Atas keberaniannya pemerintah Jerman kembali memberi bintang jasa yaitu Sebuah penghargaan tertinggi

Read the rest of this entry »


Georgy Konstantinovich Zhukov

June 13, 2008

Hero of Soviet Union
Menyebut daftar komandan perang terbesar sepanjang masa tentu kita tidak akan melupakan name Georgy Konstantinovich Zhukov. Pria yang hidup antara 1896 hingga1974 ini populer dalam PD II. 

PENGHARGAAN - Lahir dari keluarga petani miskin dengan latar belakang kehidupan pahit yang dijalaninya, menjadikan Zhukov sosok yang tangguh dan tidak gampang menyerah. Zhukov memperoleh berbagai penghargaan dari pemerintah Soviet sebagai Hero of Soviet Union bahkan melebihi Pemimpin Soviet Me itu. Zhukov juga dikenal sebagai ahli perang tank Soviet

PENGHARGAAN - Lahir dari keluarga petani miskin dengan latar belakang kehidupan pahit yang dijalaninya, menjadikan Zhukov sosok yang tangguh dan tidak gampang menyerah. Zhukov memperoleh berbagai penghargaan dari pemerintah Soviet sebagai Hero of Soviet Union bahkan melebihi Pemimpin Soviet Me itu. Zhukov juga dikenal sebagai ahli perang tank Soviet

Zhukov masuk dinas militer Tentara Kerajaan Rusia melalui dinas wajib militer di Divisi Kavaleri pada usia 19 tahun. Saat itu tahun 1915 dan dunia tengah masuk dalam kancah PD I. Dalam perang ini Zhukov mendapat dua kali penghargaan Salib Santo George dan dipromosikan pada jabatan opsir nonkomisioner berkat keberaniannya di medan perang.

Antara tahun 1920-1930, Zhukov melaksanakan penugasan militer sebagai wakil Soviet dalam pengawasan perang sipil di negeri itu. la menjadi komandan reimen tahun 1923 dan meningkat lagi dengan menjadi komandan brigade di tahun 1930. Ketertarikannya dalam strategi perang khususnya menyangkut pertem­puran tank (armoured warfare) mendo­rongnya untuk terns memperdalam ilmu dan menjadikannya seorang komandan

Ketika peristiwa Great Purge atau pembantaian besar-besaran di kalangan Tentara Merah (Red Army) tahun 1938-1939, Zhu­kov selamat. Ia bahkan kemudian mendapat kepercayaan menjadi komandan pasukan Soviet-Mongolia pertama. Pasukannya bertempur melawan Tentara Kwantung, Jepang di perbatasan Mongolia dengan yang dikuasai negeri sakura. Pasukan yang harus dihadapi Zhukov tidak main-main karena Jepang mengerahkan 80.000 prajurit berikut 180 kendaraan lapis baja dan 450 pesawat tempur.

Read the rest of this entry »