Operasi Khusus Menghentikan Osama


Presiden Obama diantara penasehat-penasehatnya dan pejabat terkait, termasuk Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, mengikuti jalannya operasi di Situation Room.

Osama bin Laden, pendiri organisasi Al-Qaeda yang dianggap bertanggung jawab atas serangan 11 September di AS, akhirnya dinyatakan tewas pada 2 Mei 2011. Osama tewas tertembak dalam Operasi Neptune Spear yang memang khusus ditujukan baginya. Meski hasilnya dinyatakan secara terbuka, operasi khusus ini dijalankan tertutup.

Andai saja Osama mengikuti rilis-rilis WikiLeaks yang berisi dokumen pemerintah AS serta membacanya dengan seksama, mungkin Osama bisa membaca bahwa AS sudah mulai mengetahui persembunyiannya di Abbotabad, Pakistan. Itulah bocoran mengejutkan beberapa hari sebelum Presiden Obama memerintahkan serbuan helikopter yang membawa kematian bagi pimpinan Al-Qaeda, Osama bin Laden.

Foto Satelit sebagian wilayah Abbottabad. Garis Kuning menandai Waziristan Haveli

Osama bin Laden tewas terbunuh setelah peluru mengenai kepala dan dadanya pada 2 Mei 2011, sekitar pukul 01.00 waktu Pakistan, dalam serbuan 40 menit yang dilancarkan oleh sekelompok personel elite. Operasi penyerbuan dengan kode Operasi Neptune Spear ini dilancarkan terhadap rumah persembunyian Osama di Bilal Town, Abbottabad, Pakistan. Karena itu operasi ini juga dikenal sebagai Abbottabad Operation.

Operasi Neptune Spears diperintahkan oleh Presiden Barack Obama dan dilaksanakan oleh personel US Navy SEAL dari Naval Special Warfare Development Group (DEVGRU), kelompok yang juga dikenal sebagai SEAL Team Six, di bawah komando Joint Special Operations Command yang digabungkan dengan operasi CIA. Tim ini dikirim melintasi perbatasan Afghanistan-Pakistan untuk melancarkan serbuan.

Gambaran Situasi wilayah Aboottabad, dilihat dari arah Bukit Shimla. Tampak jelas datarannya yang berbukit-bukit.

Sebelum akhirnya operasi khusus menghentikan Osama dirancang, intelijen Amerika sudah menjalankan aksi perburuan Osama hingga akhirnya membawa hasil. Lokasi Osama terlacak melalui salah satu kurirnya. Sementara itu, Osama betul-betul yakin keberadaannya tidak akan tercium. Keyakinan ini terutama karena Osama menutupi jejak keberadaannya dari siapapun,  termasuk kelompok Al-Qaeda maupun pimpinan-pimpinan tertingginya.

Pemandangan saat tengah hari

Di sisi lain, pihak Amerika sepertinya memang tak mau membiarkan Osama lepas begitu saja tanpa terlacak. Bahkan sebulan sebelum pemilihan presiden AS tahun 2008, Presiden Obama sudah mengungkapkan kesungguhannya untuk memburu Osama. Saat itu, Presiden Obama yang masih berpredikat sebagai senator dari Illinois tengah mengikuti debat calon presiden berhadapan dengan John McCain, di Belmont University, Nashville.

Salah seorang hadirin kemudian bertanya apakah is akan memburu pimpinan Al Qaeda di Pakistan, meski itu berarti menginvasi negara lain. Jawab Obama, “Jika kita menemukan Osama bin Laden dan pemerintah Pakistan tidak sanggup, atau tidak mau untuk menangkapnya, maka saya kira kita harus bertindak dan melakukannya. Kita akan membunuh bin Laden. Kita akan menghancurkan Al Qaeda. Itu harus menjadi prioritas terbesar keamanan nasional kita.”

Helikopter HH-60F Seahawk dari Helicopter Combat Support Special Squadron Six (HCS-6), mengangkut tim SEAL saat latihan Non-Combatan Evacuation yang dilakukan semasa DESERT RESCUE XI.

Kesungguhan Amerika memburu Osama dibuktikan dengan dikerahkannya kekuatan intelijen seperti CIA. Identifikasi kurir al-Qaeda merupakan prioritas awal bagi penginterogasi di lokasi rahasia CIA dan kamp pengasingan Guantanamo Bay. Tahun 2002, penginterogasi mendengar klaim yang tidak bisa dipastikan mengenai kurir al-Qaeda dengan nama julukan Abu Ahmed al-Kuwaiti (kadang disebut sebagai Sheikh Abu Ahmed of Kuwait).

Saat misi mencari dan menghancurkan di wilayah Zhawar Kili Navy SEAL mendapatkan informasi intelijen, termasuk poster propaganda Osama bin Laden (atas). Tampak tembok yang mengelilingi Wairistan Haveli (bawah)

Dalam mengorek informasi dari berbagai sumber di Guantanamo dengan cara menjalankan taktik interogasi, CIA sempat mendapatkan satu nama, Maulawi Abd. al-Khaliq Jan, yang disebut-sebut sebagai kurir Osama. Namun CIA tidak percaya begitu saja.

Tahun 2007 pejabat berwenang mengetahui nama al-Kuwait yang sesungguhnya. Namun mereka tidak mengungkapkan nama tersebut maupun cara bagaimana mereka mengetahuinya. Agustus 2010, penyadapan terhadap tersangka lain mendapati pembicaraan dengan al-Kuwaiti. Pejabat CIA menemukan al-Kuwaiti dan mengikutinya hingga ke kompleks Osama di Pakistan. Kelak, al-Kuwaiti dan saudara laki-lakinya terbunuh bersama Osama dalam serbuan 2 Mei 2011.

Tak mau sasarannya lolos, operasi pengintaian dan pengumpulan data intelijen pun segera dilakukan pada bulan berikutnya. Yang terlibat dalam upaya intelijen ini di antaranya CIA, National Security Agency (NSA), dan National Geospatial-Intelligence Agency (NGA). Menggunakan foto satelit dan laporan intelijen, CIA menentukan identitas penghuni rumah ke mana kurir itu pergi.

Pada September, CIA menyimpulkan bahwa kompleks tersebut dibangun khusus untuk menyembunyikan seseorang yang penting. Dan bahwa kemungkinan besar itu merupakan kediaman Osama. Dugaan resmi menyatakan bahwa is tinggal di kompleks tersebut bersama istri termudanya. Dibangun tahun 2005, kompleks tiga lantai tersebut erletak di pojok jalan tanah yang sempit, sekitar 4 km Timur Laut pusat kota Abbottabad.

US Navy SEAL melakukan pengintaian khusus terhadap titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi kelompok Qaida dan Taliban. Pasukan operasi khusus melakukan misi di Afghanistan untuk mendukung Operation Eduring Freedom. Foto diambil di bagian Timur Afghanistan (26 Januari 2002).

Abbottabad berada sekitar 100 mil dari perbatasan Afghanistan jauh di sisi Timur Pakistan (sekitar 20 mil dari India). Posisi kompleks tak jauh dari Pakistan Military Academy (PMA), yakni sekitar 1,3 km sebelah barat daya “West Point” Pakistan tersebut. Lahan yang besarnya delapan kali dari rumah-rumah di dekatnya dikelilingi dinding beton setinggi 3,7-5,5 m, dan di atasnya dipasangi kawat berduri. Terdapat dua gerbang pengamanan. Sementara balkon di lantai tiga dilindungi dinding setinggi 2,1 m yang jelas bisa melindungi Osama yang bertinggi 1,93 m.

Kemungkinan berdasarkan pengintaian, disimpulkan juga bahwa tidak ada layanan internet  atau telepon yang tersambung ke kompleks. Tidak seperti tetanggatetangga lain yang mengumpulkan sampah mereka, penghuni kompleks ini membakar sampah sendiri. Penghuni lokal menyebut gedung bersangkutan sebagai Waziristan Haveli (haveli adalah istilah bahasa India dan Pakistan yang diartikan sebagai mansion).

Julukan Waziristan digunakan karena mansion ini diyakini sebagai kepunyaan seorang pengusaha dari Waziristan, atau kemungkinan seorang pedagang emas. “Fakta” ini disilangkan dengan fakta bahwa Osama sebelumnya menetap di area Waziristan di Afghanistan.

Dari peta satelit, Waziristan Haveli tidak ada di tahun 2001, tapi muncul di gambar yang diambil pada 2005. Untuk menghasilkan peta detail empat dimensi dari kompleks Osama dan penghuninya beserta rutinitasnya, US National Counterterrorism Center menggunakan drone-derived intelligence.

Peta yang didapat kemudian digunakan untuk menciptakan model kompleks yang kelak digunakan untuk berlatih tim operasi. Upaya pengintaian terhadap kompleks persembunyian Osama ini kabarnya mengeluarkan dana yang sangat besar, hingga jutaan dolar. Anggaran ini direalokasi dari anggaran berbagai institusi dengan persetujuan Kongres.

Selain melakukan uji data intelijen, AS bahkan sempat melakukan program imunisasi di wilayah sekitar Waziristan Haveli untuk memastikan bahwa Osama tinggal di sana. Program ini sesungguhnya merupakan operasi terselubung untuk mendapatkan sampel DNA dari anak-anak yang tinggal di Waziristan Haveli, yang dicurigai sebagai anak bin Laden. Namanya juga usaha, belum tentu berhasil. Kenyataannya memang, tidak ada satupun yang berhasil “dipancing” untuk mendapatkan imunisasi.

Kantor terselubung

Akhir 2010, Presiden Obama memerintahkan Direktur CIA Leon Panetta (kini Menteri Pertahanan), untuk melihat kemungkinan melakukan serangan militer terhadap kompleks di Abbottabad. Panetta kemudian menghubungi Vice-Admiral William McRaven, komandan US Joint Special Operations Command (JSOC).

Penyerbuan ke Sarang Osama bin Laden

Januari 2011, McRaven meminta seorang perwira JSOC yang sebelumnya adalah komandan DEVGRU atau SEAL Team Six, untuk membuat rencana penyerbuan. Bulan berikutnya, personel tersebut sudah menempati kantor terselubung CIA di Langley, Virginia. Semua peta dan gambar satelit dari kompleks di Abbottabad yang berhasil dikumpulkan is tempelkan di dinding. Bersama enam perwira JSOC, personel bersangkutan secara resmi ditempelkan ke departemen Pakistan/Afghanistan di bawah Pusat Kontrateroris CIA walaupun pada praktiknya mereka beraksi sendiri. Semua yang mereka lakukan dijalankan secara rahasia dan tertutup.

Reruntuhan helikopter yang menimbulkan berbagai spekulasi mengenai keberadaan helikopter sejenis Black Hawk dalam versi stealth, alias Silenthawk. Seusai menjalankan misi "terminasi" Osama bin Laden, personel Team Six sempat menghancurkan perangkat penting di helikopter yang jatuh, sebelum meninggalkan lokasi operasi.

Pada 14 Maret, Presiden Obama mengadakan pertemuan National Security Council untuk membuat rencana tindakan yang akan diambil. Sebelum serbuan, setidaknya empat kali pertemuan lagi dilakukan. Termasuk sekali pada 29 Maret 2011 saat Presiden Obama secara pribadi mendiskusikan rencana dengan Vice Admiral William H McRaven, komandan US JSOC.

Sebelum diputuskan untuk menjalankan operasi khusus dengan mengerahkan tim khusus, sebetulnya ada beberapa kemungkinan aksi yang diusulkan. Di antaranya mengerahkan B-2 Spirit bomber stealth yang dapat menjatuhkan 32 Joint Direct Attack Munitions (JDAM) seberat 2.000-pound. Namun Presiden Obama menolak dan lebih memilih serbuan yang dapat memberikan bukti pasti bahwa Osama bin Laden betul-betul berada di dalam, sekaligus membatasi korban sipil. Pilihan lainnya adalah melakukan serangan gabungan bersama tim intelijen Pakistan yang akan diberitahukan mengenai misi tersebut beberapa jam sebelum pelaksanaan.

Berdasarkan masukan, Presiden Obama memutuskan untuk tidak memberitahu ataupun bekerjasama dengan Pakistan. Apa lagi alasannya kalau bukan rawan kebocoran. Pada akhir pertemuan tanggal 14 Maret, Presiden Obama menginstruksikan McRaven untuk melanjutkan rencana penyerbuan.

Rencananya adalah menerbangkan pasulcan komando masuk ke kawasan kompleks, menurunkan mereka di atap, dan mendarat di halaman kompleks. Rencana ini mungkin terlalu nekat, namun bagi personel operasi khusus, tindakan ini paling masuk akal. Dasar pemikirannya, operasi khusus bisa berhasil dengan melakukan sesuatu yang  tidak diduga dan paling dianggap tidak mungkin. Di antara sekian banyak penghuni kompleks, mana ada yang kepikiran akan diserbu menggunakan helikopter.

Dari Red Squadron, salah satu skadron di bawah DEVGRU, dipilih 24 personel untuk melakukan latihan di North Carolina pada 10 April 2011. Tanpa mendapatkan informasi mengenai tujuan misi yang akan dilakukan, mereka memulai latihan.

Latihan lebih spesifik juga dilakukan menggunakan replika “Waziristan Mansion” seluas satu hektar yang dibangun di Camp Alpha, bagian tertutup dari pangkalan militer Bagram di Afghanistan. Termasuk berlatih rappelling turun dari helikopter. Manuver ini merupakan satu di antara sejumlah pendekatan taktis. Selama lima hari mereka berlatih manuver yang akan dijalankan pada operasi penyerbuan.

Pada 18 April, tim DEVGRU terbang ke Nevada untuk berlatih lagi. Kira-kira di sinilah para serdadu elite tersebut mulai mengetahui apa sebenarnya tujuan operasi mereka. Lokasi latihan merupakan gurun luas milik pemerintah AS dengan topografi menyerupai area sekitar Abbottabad. Sebuah bangunan didirikan sebagai imitasi dari rumah bin Laden.

Sebagai pendukung, awak udara menandai jalur yang paralel dengan penerbangan dari Jalalabad ke Abbottabad. Setiap malam setelah matahari terbenam, latihan dimulai.

Misi Rutin

Tanggal 29 April, pukul 8.20 pagi, Presiden Obama memberi arahan pada penasihat kontrateroris John Brennan, Thomas E. Donilon, dan penasihat keamanan nasional lainnya di Diplomatic Reception Room dan memberi perintah final untuk menyerbu kompleks Abbottabad.

Sebuah spekulasi menyebutkan bahwa serbuan ke kompleks Abbottabad dipercepat untuk berjaga-jaga. Alasannya, nama Maulawi Abd al-Khaliq Jan yang sempat diungkap oleh Abu Faraj al-Libi sebagai kurir Osama ini muncul dalam evaluasi tahanan JTF-GTMO (Joint Task Force Guantanamo) Abu Faraj al-Libi. Seperti biasa, bocoran ini dikeluarkan oleh WikiLeaks, tertanggal 24 April 2011.

Meski sudah “mendesak”, serbuan yang direncanakan hari itu terpaksa ditunda hingga keesokan harinya karena cuaca berawan. Setelah Presiden Obama mengotorisasi misi untuk membunuh atau menangkap Osama Bin Laden, Panetta memberi perintah untuk meneruskan rencana pada tengah hari 1 Mei.

Penyerbuan dilakukan oleh Seal Team Six dengan helikopter dari 160th Special Operations Aviation Regiment (SOAR), sebuah unit airborne AD AS. Penyerbuan ini dirancang sedemikian rupa untuk meminimalisasi dampak yang tak perlu dan risiko terhadap individu yang tak mengancam di dalam kompleks, termasuk terhadap warga sipil Pakistan di sekitarnya. Menurut pernyataan Panetta, 25 personel Navy SEAL terlibat dalam penyerbuan. Tim elite AL AS ini didukung pula oleh seekor anjing pengendus born.

Keadaan di "ruang pertempuran" alias Situation Room setelah tuntasnya operasi. Setelah mendapatkan konfirmasi, Presiden Obama mengumumkan mengenai tewasnya Osama bin Laden.

Night Stalkers— sebutan untuk SOAR — menyediakan dua helikopter Black Hawk yang dimodifikasi dan dua Chinooks sebagai cadangan. Pesawat lain yang kabarnya ikut memberi dukungan termasuk jet tempur dan drones.

Serbuan dijadwalkan saat sinar bulan tak terlalu terang hingga helikopter dapat masuk Pakistan dengan posisi rendah mendekati dataran dan tak terdeteksi. Pada malam hari tanggal 2 Mei (waktu setempat), dua helikopter Black Hawk lepas landas dari Afghanistan (kemungkinan Bagram atau Jalalabad) menuju Abbottabad.

Sementara itu, 1 Mei pagi (waktu Washington), pejabat Gedung Putih membatalkan jadwal kunjungan, memesan makanan dan mengubah Situation Room menjadi ruang pertempuran. Tepat pukul 11, penasihat-penasihat utama Presiden Obama mulai berkumpul mengelilimgi meja konferensi. Mereka siap menyaksikan siaran langsung video yang terhubung ke Panetta di markas besar CIA, dan McRaven di Afghanistan.

Di titik sasaran operasi, helikopter memanfaatkan dataran berbukit dan teknik “merayap di permukaan daratan” untuk mencapai kompleks tanpa terlihat di radar dan memperingatkan militer Pakistan.

Begitu serbuan dimulai, ada kemungkinan militer Pakistan mengacak jet tempur mereka tapi tidak ikut campur dalam penyerbuan. Kabarnya, Pakistan diinformasikan oleh AS tentang penyerbuan begitu aksi dimulai, namun diminta untuk tidak ikut campur.

Begitu berada pada posisi, personel Team Six meluncur dengan cepat menggunakan tali (rappelling) dari Black Hawks. Setelah tim berada di darat, salah satu helikopter mengalami stall akibat terkena vortex yang dihasilkan oleh wash propelernya sendiri terhadap dinding kompleks yang tinggi. Akibatnya, heli terpaksa mendarat darurat, Walaupun pendaratan diupayakan di luar kompleks, namun ternyata heli terguling ke dalam. Dari foto yang beredar setelah penyerbuan usai, reruntukan helikopter menunjukkan bahwa helikopter Black Hawk tersebut sudah melalui proses modifikasi dan dilengkapi fitur stealth dan cat penyerap gelombang radar.

Sekitar pukul 1.00 pagi waktu setempat, Team Six berhasil mendobrak dinding kompleks menggunakan peledak dan melakukan penyerbuan bersamaan dengan tembakan dari penghuni kompleks. Team Six berhasil melumpuhkan dua penjaga yang kemungkinan adalah sang kurir dan saudara laki-lakinya. Team Six kemudian mengamankan bangunan-bangunan di kompleks, termasuk bangunan utama, ruang demi ruang.

Pertempuran terjadi di lantai satu bangunan utama, serta lantai 2 dan 3 dimana bin Laden tinggal bersama keluarganya. Kedua lantai tersebut merupakan bagian terakhir dari kompleks yang diamankan. Personel di kompleks ditangkap oleh SEAL, termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak. Mereka diikat dengan pengikat plastik dan dibiarkan di tempat hingga penyerbuan berakhir baru kemudian mereka dibawa keluar.
Team Six berhadapan dengan Osama di lantai 3. Osama digambarkan mengenakan gamis khas Pakistan.

Menurut pejabat berwenang AS, Osama melakukan perlawanan. Paling tidak dua peluru merobohkan Osama. Salah satunya menembus sisi kiri kepalanya. Yang kedua, kemung kinan di kepala atau dada.

Sementara jasad Osama dibawa oleh pasukan AS, keempat jasad lainnya ditinggalkan di kompleks. Jumlah maupun identitas pasti dari penghungi kompleks tak jelas. Beberapa di antaranya merupakan anggota keluarga Osama. Termasuk kemungkinan istri keempatnya dan anak perempuan mereka.

Penyerbuan yang direncanakan memakan waktu 30 menit, akhirnya tuntas dalam 40 menit. Dalam penyerbuan tersebut, personel Team Six juga melucuti dan menyita hard drive computer,’ dokumen, DVD, USB, dan perangkat elektronik untuk kemudian dianalisa.

Karena rusak dan tidak dapat terbang lagi, helikopter yang melakukan pendaratan darurat terpaksa ditinggalkan setelah perangkat pentingnya dirusak dan diledakkan. Sebagai gantinya, satu dari dua helikopter Chinook yang juga bersiap di ruang udara Pakistan untuk memberi dukungan, menyusul ke lokasi.

Serampung operasi, dua helikopter terbang ke Laut Arab Utara dan mendarat di atas kapal induk USS Carl Vinson. Pimpinan militer Pakistan dan intelijen Pakistan diberi informasi mengenai misi tersebut oleh perwakilan AS tak lama setelah helikopter-helikopter AS keluar dari Abbottabad.

Beberapa bulan setelah penyerbuan, banyak media menyebut operasi Abbottabad sebagai operasi sekelas Operation Eagle Claw dan insiden “Black Hawk Down”. Akan tetapi hal ini disanggah oleh pejabat resmi dari Departemen Pertahanan. Kalau mau disamakan, operasi “terminasi” Osama menurut yang bersangkutan hanyalah satu dari sekian ribu misi rutin yang dilakukan beberapa tahun terakhir.

Operasi Neptune Spear jelas hanya satu dari sekian banyak operasi rahasia yang dilakukan atas nama keamanan nasional. Meski hasilnya diumumkan secara terbuka, pada akhirnya, selayaknya operasi rahasia, banyak detail yang hanya bisa diduga-duga akurasinya oleh khalayak. (don)

One Response to Operasi Khusus Menghentikan Osama

  1. Sebuah operasi rahasia yang sangat rumit dan membutuhkan biaya yg sangatlah besar.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: