Chu Lai = Ground Carrier


Konflik Vietnam juga melahirkan terobosan di lapangan. Sebut saja salah satunya seperti dilakukan gugus tempur udara Marinir AS, MAG-12.Satuan dengan elemen jet perang A-4C/E Skyhawk ini membangun pangkalan aju di Chu Lai. Batalyon Zeni AL (Navy Seabee) sengaja menerapkan desain berkonsep SATS. Secara tehnis desain ini memakai plat aluminium tipe AM-2 atau sering disebut tinfoil airstrip.

Walau berlabel pendek dan taktis, sebenarnya Chu Lai punya landasan sepanjang lebih dari 1.200 m plus jalur pacu, taxiway serta ruang parkir.Terbilang lengkap untuk ukuran pangkalan aju darurat.Uniknya, pangkalan juga diperlengkapi ketapel pelontar dan pengait. Mirip fasilitas pendarat pada geladak kapal induk. Jadi tak heran bila banyak petinggi militer menjuluki Chu Lai sebagai Ground Carrier, alias kapal induk berat.

Bukan hanya sekedar gagah-gagahan.Dikemudian hari terbukti perangkat pengait banyak bermanfaat.Secara tehnis sisatem pengait bisa memangkas jarak pengereman hingga 600 kaki (180m).Manfaat paling terasa baru bisa dipergoki saat pilot mendarat dalam keadaan terluka.Dalam kasus ini perangkat pengait  bisa diibaratakan dewa penolong.Toh semua kelebihan tadi tak menandakan Chu Lai bebas dari segala masalah.Struktur tanah yang labil misalnya, membuat para tehnisi zeni AL kerap membenahi kembali landasan pacu.Selain itu, kehadiran pelontar juga terbilat telat.Al hasil untuk menerbangkan skyhawk penuh muatan senjata pihak Marinir terpaksa melengkapi pesawat dengan sepasang roket pendorong JATO.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: