Mig Mulai Berguguran


Di awal tahun 1967 Vietnam Utara mengalami titik balik.Jet-jet tempur mereka, yang semula tangguh, mulai berguguran. Sebagai contoh, lima pesawat MiG-21 dapat dengan mudah dirontokkan dalam sebuah pertempuran udara pada 2 Januari 1967.Beruntung pilotnya masih bisa menyelamatkan diri dari kursi lontar.

Empat hari kemudian VPAF (AU VIetnam Utara) kembali kehilangan dua MiG-21.Akibat kehilangan ini, MiG-21 segera ditarik untuk sementara dari operasi udara dan MiG-17 kembali dioptimalkan.24 Maret 1967, Menhan Vietnam Utara, Vo Nguyen Giap mulai menggencarkan pembangunan instalasi rudal.Pembangunan ini diiringi dengan pendirian Divisi Udara ke-371 Thang Long atau bahasa setempat Su Douan Khong Quan 371.Pada saat itu VPAF memiliki sekitar 64 penerbang tempur, 1.685 tehnisi dan 1.024 Ground Controler. Menyiasati kemenangan yang diraih AS dalam pertempuran udara, VPAF kembali melakukan kajian mendalam akan hal itu.

Hasil kajian menyebutkan, untuk menyerang grup-grup tempur AS perlu dilakukan kombinasi penyerangan. MiG-21 diturunkan dari dari arah depan, sementara MiG-21 disusupkan dari arah samping. Konsep ini diyakini bisa menyulitkan AS dalam menghadapi serangan.

Mei 1967, bertepatan dengan perayaan ke-77 kelahiran HO Chi Minh, Phan Thanh Tai dan Nguyen Huu Diet terbang dengan menggunakan MiG-17. Keduanya berhasil menembak dua F-4 di atas Xuan May Propinsi Hoa Binh.Tiga hari kemudian, Dang Ngoc Ngu terbang dengan MiG-21 dari 921 st FR, juga berhasil menggulung F-4 di atas Hanoi.

Sejak Mei 1967, pihak Vietnam Utara menglaim berhasil menembak jatuh 85 pesawat AS.Sebanyak 34 pesawat ditembak rudal SAM, 32 oleh artileri antipesawat (AAA) dan 19 pesawat oleh fighter.Selama satu bulan antar 24 pril hingga 25 Mei, VPAF menerbangkan 469 sorti, mengacaukan 222 penyerangan udara AS dan terlibat dalam 34 dogfight.

Dari sejumlah kesempatan, keberhasilan yang diraih para penerbang tempur Vietnam Utara malah menimbulkan kepercayaan diri yang berlebihan.Akibatnya pada akhir Mei dan awal Juni, mereka mengalami krisis MiG-17. Dapat disebut begitu karena pesawat yang selama ini dibanggakan nyatanya rontok dalam jumlah yang besar dalam beberapa kesempatan.Misalnya,sebanyak 10 pilot MiG-17 gugur dalam waktu singkat.

Musim panas 1967 jumlah pilot Vietnam Utara yang semestinya mengisi dua resimen tempur tak lagi mencukupi.Bila dihitung, mereka hanya cukup untuk satu resimen saja.Padahal di saat yang sama 6 pangkalan udara yang sebelumnya dibangun ulang kini sipa digunakan. Menjadi sangat ironis sekali.

VPAF baru menunjukkan giginya lagi pada Juli 1967.Sebanyak 12 pesawat A-4 dan empat F-8 ditembak jatuh MiG-17 di atas Hai Duong. Kemudian, satu flight MiG-21 menembak jatuh F-8, tanggal 17 Juli 1967. 20 Juli 1967, MiG-17 membungkam F-4. Keberhasilan ini mengangkat kembali semangat pilot-pilot Vietnam Utara. Tidak itu saja, petinggi VPAF dan pemerintah menjadi percaya diri untuk menambah armada MiG-21.

Pertempuran terus  berlanjut. AS mengerahkan pesawat tempurnya dari berbagai basis.Namun kembali, radar-radar Vietnam Utara bekerja dengan baik sehingga kedatangan iring-iringan pesawat itu seringkali dapat diketahui dan segera diintersep pilot-pilot MiG-21 dan MiG-17.AS sering kepayahan dalam hal ini

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: