Inilah Pemusnahan Masal Itu


Hari belum lagi siang benar ketika sebuah pesawat terbang B-29 melayang di atas kota Hiroshima tanggal 6 Agrustus 1945 Sampai di atas Ruma sakit shima,pukul 8.15 pagi waktu setempat  pesawat yang terbang pada ketinggian sekitar 10 ribu 7neter itu tiba-tiha “bertelur” lalu -melayang turun dengan cepat. Di ketinggian 580 meter, telur hitam pekat sepanjang 10 kaki dan diameter 28 inci tersebut meledak di atas rumah sakit sekitar 300 meter dari jernbatan Aioi itu.

Sontak keriuhan di rumah sakit Yang hangat digantikan suara mengelegar ledakanya setara 15 ribu ton TNT dan panas yang dipancarkan melewati 1 juta derajat Celcius (C). Jauh lebih tinggi dari suhu maksimum pengeboman konvensional yang “hanya” mencapai 5.0001J C. Sepersejuta detik kemudian, pijaran api menjilat udara. Dan, satu detik berselang, sebuah bola api raksasa berdiameter sekitar 280 m membumbung ke langit.

Tak hanya rumah sakit, seluruh kota Hiroshima seperti lebur. Dalam radius tiga kilometer dari pusat ledakan, tak ada sesuatu yang bisa diselamatkan. Awan panas yang amat sangat disertai ledakan dan radiasi dari Uranium-235 langsung mengantarkan sekitar 100 ribu nyawa menghadap Tuhan, saat itu juga. Sampai akhir 1945, korban ini masih bertambah hingga sekitar 140 ribu jiwa. Sekitar 85 persenbangunan, tumbuhan dan lansekap kota hancur lebur, rata dengan tanah. Lebih dari 95 persennya terbakar dan luluh lantas akibat sapuan gelombang panas yang mencapai Batas stratosfir.

Faktanya, dari semua kehancuran dan kemusnahan itu, 50 persen adalah akibat efek ledakan, 35 persen dari panas yang luar biasa panas, dan 15 persen oleh gelombang radiasi. Ini adalah sebuah pemusnahan massal spontan pertama yang pernah terjadi di muka Bumi.

Gelombang panas

Setelah sedetik ledakan, suhu udara di permukaan tanah di bawah bola api raksasa berdiameter 280 m, setara dengan 5.000c) C. Sampai radius 600 m, suhu masih berkisar 2.000° C. Dengan panas sedemikian tinggi, dalam jarak 1,2 km seseorang akan langsung rusak dan terbakar. Tidak hanya kulit, namun juga jaringan dan seluruh organ tubuhnya. Sedang dalam jarak 3 km, kulit akan terbakar dan meleleh. Jika tidak meninggal seketika, dapat dipastikan akan meninggal dalam beberapa hari.

Tak hanya itu, tekanan udara di seputar pusat ledakan mencapai 35 ton/m2, sedang angin yang dihasilkan mencapai 440 m/detik. Anomali ciptaan manusia ini akan membuat semua bangunan kayu dan tumbuhan dalam radius 2 km lebur. Manusia yang diterjang akan diterbangkan ke angkasa lalu dihempaskan kembali. Ledakan yang ditimhulkan Little Boy menimbulkan kebakaran besar di Hiroshima, berlangsung mulai pukul 10 pagi hingga pukul 3 pagi esok harinya.

Gelombang radaesi

Hanya sampai di situkah penderitaan rakyat Hiroshima? Ternyata tidak. Bahaya lain yang mematikan secara laten terus mengikutinya. Tak hanya mereka yang menjadi saksi hidup, namun juga anakcucunya. Bahaya laten yang disebabkan oleh radiasi zat radioaktif, Uranium-235 yang bersinar amat-sangat terang dan merambat cepat, bercampur dengan udara yang terhisap dalam tubuh.

Radiasi berjalan mengikuti, dari pertama born meledak sampai pasca letusan hingga waktu yang lama. Saat horn meledak, radiasi awal yang jumlah sinarnya sangat luar biasa terang diperkirakan menjadi penyebah tewasnya separuh dari seluruh korban. Terutama yang berjarak 1 km dari hiposenter.

Empat bulan berikutnya, giliran mereka yang terkena radiasi akut akan diregang ajal. Di awali dengan beberapa penyakit akihat radiasi seperti sel-sel dan organ bagian dalam yang rusak dan kacau, rambut akan rontok hingga hilangnya kekebalan tubuh.

Kebakaran yang luar biasa juga menyebabkan lidah api dan angin puyuh yang men uju Barat Laut. Sejurus kemudian
menghasilkan awan radioaktif dan hujan selama 20-30 menit. Airnya berwarna hitam pekat akibat bercampur debu radioaktif. Orang yang bersinggungan dengan air teradiasi tersebut, walau jauh dari hiposenter, juga akan terkena dampak radiasi dalam jangka waktu tiga bulan.

Penyakit radiasi

Dampak lanjutan dari radiasi zat radioaktif adalah timhulnya berbagai jenis penyakit dalam tubuh. Dampak yang sangat mengerikan adalah turunnya radiasi kepada sanak keturunan, orang-orang yang sama sekali tidak mempunyai dosa atas perbuatan orang lain di masa lalu. Bahkan sampai scat ini, setelah enam puluh tahun berlalu, efek radiasi masih berlangsung. Berbagai penyakit menyeramkan yang menjadi laten pembunuh diantaranya adalah keloid, leukimia, tumor ganas (kanker) dan microchepaly.

Keloid, bekas luka di tubuh, pada korban yang berjarak dua kilometer dari hiposenter bisa sebesar 50-60 persen dari seluruh tubuh. Kebanyakan diakibatkan oleh jilatan api atau udara panas. Keloid yang makro tentu saja akan menjadi beban pisikoloit bagi penderitanya. Walau bisa dipulihkan lewat operasi plastik namun dampak psikologis dan emosional akan terus tertanam dalam jiwa korban.

Penyakit leukimia yang ditimbulkan radiasi bom atom mencapai puncaknya pada 7-8 tahun setelah peledakan. Sedihnya, penyakit kanker ganas yang menyerang darah manusia ini lebih banyak menyerang anak-anak hingga remaja. Kanker juga menyerang tenggorokan, dada, paru-paru serta kelenjar ludah. Penyakit-penyakit ini Baru terungkap pada tahun 1960-an. Jarak korban dengan hiposenter dan banyaknya radiasi yang menghantam mempengaruhi keganasan penyakit tersebut. Dalarn penelitian oleh REEF (Radiation Effects Research Foundation) dalam rentang 1950 1990, jumlah korban meninggal leukimia adalah 176 orang. Sementara akihat kanker lainnya mencapai 4.687 orang.

Radiasi juga menghantam janin. dari ibu yang terkena radiasi makro, bisa dipastikan mati di dalam kandungan atau tak lama setelah dilahirkan. Jikalau masih hidup, microchepalus sudah menunggunya. Penyakit ini membuat tengkorak mengecil sehingga otak tak bisa berkembang. Akibatnya penderita akan mengalami keterbelakangan mental.

Di Nagasaki, yang juga bernasib sama, kondisi sama-sama memilukan. Walaupun Kornan tercatat lebih sedikit, sekitar 70 ribu jiwa melayang, namun sepertiga kota pelabuhan tersehut hancur lebur.

Satu hal yang sedikit menggembirakan, dari penelitian REEF, sampai saat ini tanah dan lingkungan Hiroshima tidak teradiasi Uranium. Begitu pula Nagasaki tidak terdektsi Plutonium. Ledakan bom yang  antara 500-600 m di atas permukaan tanah menyebabkan sebagian besar unsur reaksi menyebar luas ke angkasa dan tidak terkonsentrasi di satu titik.

smpai sekarang, Hiroshima dan nagasaki masih dikategorikan sebagai daerah yang layak huni, bahkan terlihat subur dan berkembang pesat. Namun, tetap tak ada wajah yang tersenyum bila mengingat mengerikan itu. (gat).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: