Derita seribu bangau kertas


Hiroshima, 6 Agustus 1945, pukul 08.15 waktu setempat. Waktu terasa berjalan lambat. Toshie Une di dapur baru menyiapkan penganan kecil dari labu buat murid-muridnya. Wanita berusia 26 tahun ini seorang kepala sekolah pada sebuah sekolah di Depot Suplai Artileri bagi Angkatan Perang Balatentara Dai Nippon. Murid-muridnya adalah anak-anak pekerja depot yang terletak di belakang Bukit Hijiyama, sekitar 2,7 kilometer arah Tenggara dari pusat kota Hiroshima.

Ada sekitar 27 anak di dalam ruangan kelas dan delapan anak yang lebih tua bermain di halaman. Beberapa balita sedang tiduran dalam ruangan sebelah dapur, beberapa terbangun dan mill ai m enangis. Sambil membawa nampan berisi makanan, Une berjalan melewati lorong menuiu ruangan depan. Namun ia tak pernah sampai menyajikan makanan tersebut. Sebuah goncangan hebat menghempaskannya ke lantai. Suasana berubah gelap gulita.Perabot dapur beterbangan, gelas-gelas terbanting pecah berantakan. Sedetik ia herpikir bahwa tempatnya telah diserang musuh ketika kemudian dirasakannya udara menjadi sangat panas dan beberapa ruangan terbakar hebat.

Ketika terbangun, sejauh mata memandang hanya terlihat warna jingga. Seperti scat matahari akan terbit atau tenggelam. Seorang anak keluar dari kobaran api dan berteriak,” Mama..mama…” Sedangkan seorang ibu terlihat histeris mencari-cari anaknya.Di halaman,tidak  terrlihat seorang pun.

Di tempat perlindungan di pegunungan bukit Hijiyama,pemandangan terlihat lebih mengerikan. Tubuh-tubuh terlihat  mengelembung, luka bakar hampir di sekujur, Mayat-mayat bergeletakan telanjang dan sangat rusak hinga tidak bisadikenaliapakah lali-laki atau perempuan.”Mereka seperti moster!”ujarnya bergidik.

Une yang beruntung tidak mengalami luka berat mencaba menolong beberapa orang. Suara mereka yang sekarat tidak bisa di dengarnya dengan jelas, Ia hendak menyediakan air ketika seseorang berteriak,”jangan berikan airketika seseorang berteriak,Air di Hirosima sudah bercampur dengan gas beracun.Jika kau memberi air,mereka akan matidengan cepat.jangan memberi mereka apapun!”

Orang tersebut bercerita bahwa di pusat  kota Horisima telah dijatukan sebuah bom yang menghasilkan gas beracun dan gelombang udara mahapanas yang menyebabkan dengan cepat.tak ada yang bisa diselamatkan, termasuk air yang kemungkinan sudah bercampur dengan gas beracun tersebut. Une terlongong-longong. Sampai akhir hayat, penyesalan tidak bisa menolong dan memberi air pada orang tersebut selalu menghantuinya.

Harapan Sasaki-than
Namun Une tidak sendirian. Saat itu, jumlah penduduk Hiroshima sekitar 350 ribu jiwa. Kota industri, terutama karet dan tekstil ini terletak di Pulau Honshu dan merupakan ibukota Prefektur Hiroshima. Kota indah yang terletak di delta Sungai Ota dan dibangun sebagai kota istana.

Sesaat setelah bom dijatuhkan oleh pesawat pengebom B-29 Enola Gay dari ketinggian 10 ribu meter, diperkirakan 100 ribu nyawa penduduk Hiroshima langsung melayang. Dan sampai akhir 1945, jumlahnya meningkat menjadi 140 ribu. Tiap tahun, lebih dari 5.000 orang meninggal akibat kontaminasi radioaktif yang disebarkan oleh Little Boy, namun  bom atom itu. Sampai Agustus 2003, jumlah mereka yang dijemput maut di Hiroshima sudah 231.920 jiwa. Tidak hanya nyawa para penduduk yang hidup saat bom diledakkan, namun juga para penerus mereka yang mau tidak mau menerima warisan berbagai penyakit akibat radiasi.

Kontaminasi radioaktif menyebabkan beberapa penyakit berbahaya seperti kanker, penyakit darah dan traumatik kejiwaan. Sadako Sasaki-chan, seorang putri cilik yang dikenal sebagai pelari ulung di sekolahnya, harus merelakan keinginannya untuk ikut membela nama sekolah dalam perlombaan antar sekolah. Dalam usia 12 tahun, penyakit leukimia menggerogotinya. Ketika bom atom mengguncang kotanya, ia adalah bayi berumur 2 tahun. Meski selamat, namun ia harus menerima kenyataan menghirup udara yang tercemar dan hujan berwarna hitam akibat radiasi radioaktif.

Saat sisa-sisa hidup dan dalam permohonan kepada tuhan,ia berniat membuat 1.000 organisme Burung Bangau.Namun, hanya 644 Bangau kertas yang berhasil diselesaikanya sebelum maut menjemputnya. Niatan itu kemudian diselesaikan anak-anak di seluruh dunia, yang hampir tiap hari meletakan berbagai Burung kertas warna-warni di Heiwa koen, sebuah monumen untuk mengenang perjuangan hidup Sasaki-chan. Bangau kertas sekarang menjadi ikon perdamaian dunia dalam menentang mengunakan senjata nuklir

Negara tanpa kota
Waktu hanya berselang tiga hari, ketika “pria gemuk” (Fat Man, nama born atom itu) “mengamuk” dan meluluhlantakkan kota Nagasaki pada pukul 11.02 waktu setempat. Dalam hitungan detik, kota pelabuhan nan cantik di sebelah barat Jepang itu berubah mengerikan. Sebanyak 73.884 orang mati terpanggang, 74.989 orang luka berat dan 120.820 jiwa kehilangan tempat tinggal. Lebih dari sepertiga kota Nagasaki hancur total.

Nagasaki adalah kota pelabuhan yang ramai, kota terbesar dan ibukota Prefektur Nagasaki di pulau Kyushu. Luasnya sekitar 241,20 km persegi. Sejak zaman pertengahan, Nagasaki adalah pusat pengaruh Eropa di Jepang. Talc heran, banyak peninggalan dan bangunan milik bangsa Eropa dan Amerika. Banyak orang-orang Eropa dan Amerika yang bermukim dan melakukan kegiatan di Nagasaki.

Sebetulnya, kota ini bukan sasaran dalam pengeboman. Sasaran utamanya adalah Kota Kukora, di sebelah utara pulau. Namun pabrik senjata yang menjadi target utama pengeboman tertutup asap dari cerobongnya. Walhasil, Fat Man yang berukuran panjang 10 kaki 8 inci dan -41.1 diameter 5 kaki ini terpaksa tidak jadi dijatuhkan. Karena ketentuan yang dikeluarkan Sekutu menegaskan bahwa born khusus hanya boleh dijatuhkan jika sasaran telah dilihat dengan mata. Pesawat pengebom B-29 Bockscar yang dipiloti Mayor Charles W. Sweeney terpaksa berputar arah. Bahan bakar pesawat hanya cukup untuk melintasi Nagasaki sebelum kembali ke Pangkalan di Iwo Jima. Dan akhirnya, jadilah kota yang indah yang dijuluki Napoli dari Timur ini hancur lebur meninggalkan luka pedih yang mendalam.

Warga Hirosima dan nagasaki memang pantas sedih pun geram.pasalnya beberapa hari sebelum born dijatuhkan di Hiroshima, seorang perwira Sekutu ben nama Laksamana Arthur Ranford pernah sesumbar, “Jepang akan segera menjadi sebuah negara tanpa kota, dengan rakyat yang tidak berumah!”

Warga Hiroshima menanggapi dengan tenang. Mereka mengira bahwa yang akan terjadi adalah pengeboman bertubi-tubi dengan bom konvensional. Saat itu, hampir tiap hari terjadi pengeboman oleh Sekutu di 66 kota besar di Jepang. Walau menimbulkan korban besar, namun tidak dengan serentak dan mengerikan. Dan tidak menimbulkan berbagai penyakit turunan yang mewaris ke anak cucu.

Mereka tidak menyangka bahwa yang dijatuhkan adalah sebuah bom atom yang kekuatan ledaknya setara dengan 15 ribu ton TNT dan menimbulkan radiasi radioaktif. Sebuah bom penemuan anyar yang baru pertama kali diujicobakan dalam

perang yang sesungguhnya. Tidak hanya merusak dan membunuh dalam skala besar setara serentak, namun juga menimbulkan berbagai penyakit laten dan mewarisi pada anak cucu yang tidak ikut berdosa. Sedihnya lagi, Jenderal Lesile Grof, komandan pasukan Sekutu yang bertanggung jawab atas pengeboman itu, dengan pongah berkata di depan Kongres AS, “Kontaminasi radioaktif pada hakikatnya adalah sebuah cara yang bisa diterima untuk mematikan!”

Pernyataan yang arogan yang sampai saat ini masih dikecam oleh masyarakat dunia. Apalagi, justifikasi pengeboman menjadi tidak relevan setelah pada beberapa penelitian terbukti bahwa pada tanggal 14 Juli 1945, Kaisar Hirohito sudah mengirim
surat perdamaian kepada Presiden Harry S.Truman. Jepang, tanpa pengeboman itupursebenarnya sudah siap menyerah Lalu apa lagi alasan yang digunakan untuk menggunakan bom atom? (gat)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: