Operasi Berlabel Farm Gate


Tahun-tahun pertama setelah Perancis hengkang dari Vietnam diliputi suasana ketidakpastian.Terutama setelah kekuatan Viet Cong bermunculan dimana-mana dan menganggu ketertiban massa. Pernyataan Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev yang siap membantu para pejuang Vietnam sedkit banyak telah memberi angin segar bagi para Viet Cong. Pada saat bersamaan, Presiden AS John F Kennedy memerintahkan pengiriman tentara untuk mengantisipasi mengalirnya komunis dari utara.

Tanpa disadari benih konflik tahap kedua mulai merasuk ke seluruh sendi negeri.Keinginan Kennedy menambah pasukannya juga dipicu oleh ketidakpuasannya terhadap Presiden Vietnam Selatan, Ngo Din Diem yang banyak disokong AS. Ia amat represif, korup dan ogah-ogahan dalam membendung komuinis vietnam Utara. Nah, orang yang dianggap artsitek utama dalam pengiriman kekutana militer ini tak lain adalah Menhan, Robert S Mc Namara.

Namun masuknya militer AS berawal tak begitu kentara.Mereka hanya melibatkan diri sebagai penasehat dan pelatih kemiliteran bagi tentara Vietnam Selatan. Pesawat kombatan pertama yang hadir di negeri ini adalah AD-6 Skyrider. AL AS mengirim 25 unit sejak mei 1961 untuk melatih para penerbang dari skadron tempur ke 1 AU Republik Vietnam yang memilih basis di Bien Hoa, sebelah tenggara Saigon.

Tak berapa lama kemudian dibentuk pula Skadron tempur ke-2.Skadron ini diperkuat 44 unit Nort American T-28. Didukung pesawat-pesawat L-19 Bird Dog,SC-47 dan B-26 Invader, tugas asistansi dan pelatihan untuk keperluas VNAF itu diberi koder Farm Gate. Operasi mereka diberik kode jungle Jim.

Selain pesawat kombatan, AS selanjutnya mengirim satu skadron pengintai McDonnell RC-101 Voodoo, L-19 Bird Dog, heli angkut ringan H-21 Shawnee. Seluruh aktivitas AU AS di Vietanm dikontrol langsung Kepala Staf Gabungan Jenderal Curtis E LeMay.

Dilihat dari segi personil, gelombang pertama dikirim 1.000 pasukan yang kemudian bertambah menjadi 4.000. Pada tahun pertama masa pemerintahannya, Presiden Kennedy mengatakan, tak berminat menambah kekuatan. Banyak pihak mengomentrasi pernyataan Presiden  AS termuda itu seperti bola salju yang kelak akan menggelindung tak terkendali.

Seperti yang dialami pihak Perancis, serangan gerilyawan VC rupaya terasa cukup merepotkan posisi tentara AS. Tak cukup hanya menghujani amunisi, tentara AS juga menyirami belantara-belantara yang dianggap sebagai tempat persembunyian VC dengan herbisida perontok daun dan tanaman. Maksudnya adalah agar jaringan jalan setapak dan kubu-kubu gerilyawan yang terlindung di bawah belantara hutan bisa tampak dari udara.

Demikianlah, belum juga setahun bercokol, AS telah mengubah komitmennya.Sasarannya adalah gerilyawan VC. Kegagalan militer AS di Vietnam paling tidak merupakan cermin kejengke;lan Presiden Kennedy juga.Dia pernah mengatakan di hadapan perwira AB AS di Wes Point tahun 1962: “Perang di Asia Tenggara telah tumbuh menjadi perang baru. Intensitasnya tinggi: ada gerilya, subversif, pengacau keamanan dan pembubuhan. Untuk itu, jika kita ingin menyelamatkan kebebasan, harus diterapkann strategi yang baru dan kekuatan baru,”.

Sebagai pemenang di kancah peperangan besar ERopa dan Pasifik, Kennedy yakin betul bahwa militer AS akanm mam;pu menuntaskan masalah Vietnam. Dan kekalahan mengenaskan di pihak Perancis hanya dipandang sebelah mata.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: