Oberst Heinz Bar


ACE JET PERTAMA - Oberst Heinz Bar bisa digolongkan ace (et pertama dunia. Diatas Me 262A-la, la berhasil mengantongi prestasi 16 pesawat lawan.

Heinz Bar adalah wakil dari sejumlah pilot Luftwaffe kawakan yang berhasil lolos dari maut selama perang. Lahir di Leipzig, Maret 1913, citacitanya cuma satu: menjadi pilot pesawat angkut sipil. Sayang angan-angan itu cuma tercapai separuh jalan. Tercatat pada awal 1930-an, ia hanya mampu mengantongi ijin menerbangkan pesawat pribadi (PPL-Private Pilot Licence).

Jiwa terbangnya tetap bergejolak. Perubahan arah politik dalam negeri Jerman di era 1930-an membawa hikmah. Seperti umumnya pemudapemuda Jerman yang gandrung dunia dirgantara pada waktu itu, Heinz Bar pada akhirnya bergabung dengan Luftwaffe pada 1937. Walau berhasil masuk dalam jajaran pilot pemburu satuan 1. Staffel, I Gruppe of JG 51 dan dibekali pesawat Bf-109 E Emil , pangkat yang disandangnya masih kopral. Atau di lingkungan Luftwaffe kerap disebut pilot NCO (Non Commissioned Officer).

Prestasi Bar sebagai pilot tempur jempolan mulai terlihat dalam fase awal PD II. Tepat pada 25 September 1939, untuk pertama kalinya ia berhasil merontokkan pesawat lawan. Korbannya berupa sebuah pemburu AU Prancis, Curtiss Hawk 75. Sejak saat itu namanya mulai bersinar. Dalam pertempuran udara terbesar sepanjang sejarah yaitu Battle of Britain, Bar berhasil meraih predikat sebagai NCO Luftwaffe dengan skor terbanyak. Total ada 17 pesawat musuh berhasil dirontokkan.

Pada 2 Juli 1941, prestasinya sudah merangkak hingga 27 pesawat. Ini pula yang selanjutnya memicu Berlin menaikkan pangkatnya menjadi perwira (letnan dua). Tak lagi sebagai anak buah, dalam waktu singkat Heinz Bar meraih posisi sebagai komandan grup (Gruppen kommandeur) IV/JG 51. Medan tempur yang disambangi juga berpindah ke Front Timur (Rusia) hingga kawasan Mediterania.

Kelemahan Me-262 saat mendarat membuat Luftwaffe mesti membentuk skadron khusus. Fungsinya tak lain buat melindungi armada Me 262 dari incaran lawan saat mendarat. Laburan warna merah bagian bawah bodi dan sayap pesawat jadi ciri khas satuan ini

Hingga 22 April 1944, Heinz Bar berhasil mengantongi skor 200 pesawat lawan. Pangkat yang menempel dipundaknya pun sudah berubah menjadi mayor. Karirtempurnya berakhir di satuan elit JV 44. Sempat memimpin satuan itu menggantikan posisi Adolf Galland, nama Oberst Heinz Bar kian mencuat lantaran mampu membantai 16 pesawat lawan diatas jet tempur Me 262A1a. Ada satu yang menarik dari jet tunggangan sang kolonel. Kabarnya Me 262 miliknya dilengkapi senjata ekstra berupasepasang kanon MG 151 kaliber 20 mm disamping empat kanon standar kaliber 30 mm.
Pascaperang nasibnya tak pernah lepas dari dunia penerbangan. Heinz Bar mangkat setelah pesawat ringan aerobatik yang diawakinya menghujam Bumi pada 1957. (avi)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: