Jagdverband (JV) 44, Galland’s Elite Unit


ACE NAZI - Tiga ace Luftwaffe lintas generasi. Dari kiri kekanan: Jenderal Ernest udet (ace PD I), Oberstleutnant Adolf Galland dan Oberst Erner Moelders. Foto ini diambail pada musim panas 1941.

Sejak pendaratan di Normandia, Juni 1944, gerak maju sekutu bagai tak terbendung. Gelombang serbuan pemboman udara dengan kawalan P-51 Mustang dan P-47 Thunderbolt membuat frustasi Luftwaffe. Beruntung AU Nazi punya modal baru berupa penempur bermesin jet Me 262 Schwalbe. Sayang, kesaktiannya sebagai pesawat pemburu baru bisa dieksplorasi habis hanya beberapa minggu sebelum Berlin jatuh.

Adalah General der Jagdflieger Adolf Galland, ace dengan skor 103 pesawat (7 diantaranya diatas Me 262) sekaligus orang pertama yang sadar betul dengan potensi Me 262 untuk mengganjal dominasi udara sekutu Cuma untuk mewujudkan ide itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan bagi orang sekelas Galland yang kala itu menduduki jabatan sebagai orangnomor satu satuan pemburu Luftwaffe.

Ganjalan justru datang dari sang Fuhrer. Ironisnya, Gallandmalah dijadikankambing hitam oleh Panglima Tertinggi Luftwaffe Reichmarshall Herman Goring sebagai biang kegagalan satuan pemburu menahan gelombang serangan armada pembom sekutu. Ini pula yang selanjutnya menyebabkan Galland mesti rela lengser dari jabatan dan diperintahkan keluar dari Berlin.

Kejadian tadi nyaris membuat Galland bunuh diri. Beruntung, Albert Speer yang tak lain menteri bidang persenjataan tahu keadaan Galland. Ia pun berusaha membujuk Hitler. Hasilnya, Hitler memperbolehkan Galland untuk memakai Me 262 sebagai unsur pencegat murni dan membentuk sebuah satuan tempur elit.

Jagdverband (JV) 44, begitulah nama unit bentukan Galland. Resmi berdiri 10 Januari 1945 di Brandenburg-Briest, skadron ini dibekali 60 varian Me 262A-la. Soal pengalaman tempur 61 pilot yang mengawakinya tak perlulagi dipertanyakan. Sebut saja salah satunya Oberst (kolonel) Heinz Bar yang sudah mengantongi prestasi lebih dari 200 pesawat lawan. Atau Oberst Johannes Steinhoff pemegang skor 170 pesawat musuh. Secara teknis para pilot JV 44 dipilih sendiri oleh Galland.

Selain armada jet, Galland juga melengkapi satuan ini dengan pemburu konvensional Focke-Wulf Fw190D-9 Dora. Fungsinya tak lain buat melindungi Me-262 saat tinggal landas. Ada yang unik dari tampilan Dora pelindung tadi. Seluruhbagian bawahpesawat sengaja dilaburiwarna merah terang plus strip putihmelintang. Tujuannya agar para petembak meriam antipesawat Luftwaffe tak salah menembak. Keuntungan lain, pilot-pilot Me 262 bisa mengenalinya sebagai pesawat kawan. Sekadar tambahan, trik serupa pernah pula diterapkan pada Kommando Nowotny, skadron Luftwaffe pertama yang dilengkapi Me 262.

Upaya Galland membentuk satuan fighter elit sempat membawa hasil. Hanya dalam kurun waktu sebulan, sekitar 40 pesawat sekutu berhasil dirontokkan. Tak hanya itu. JV 44 juga pielahirkan salah satu ace jet terbaik selama PD II. Di atas kokpit Me 262, Oberst Heinz Bar berhasil merontokkan 16 pesawat lawan.

Sayang, kiprah skadron elit ini tak didukung sepenuhnyapasokan suku cadang serta bahan bakar. Dari 60 pesawat yang tersedia, tercatat hanya enam Me 262 yang layak terbang. Pemboman sekutu juga memaksa JV 44 menggeser lokasinya dari Munchen-Riem ke lapangan terbang Ainring, sebelah selatan Pegunungan Alpen, Jerman. Pangkalan ini baru dipergoki oleh sekutu pada Mei 1945. (avi)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: