Jagdgeschwader 2, Akhir Tragis “Richtofen”


RICHTOFEN -Manfred Von Richtofen (denganteropong) berdiri di depan fighter yang mencatat sukses,bersama pilot Jasta 2 yang lain. Termasuk Leutnant Hans Immelman di sebelah kanannya (Inset). Para awak beristirahat setelah menjalankan misi di lanud di Prancis.

Banyak ace terkenal sempat merasakan terbang dalam unit JG 2 sepanjang karirnya. Korban mereka memang tak sebanyak rekan mereka di Timur. Namun mereka mampu menahan sekutu Barat yang pada umumnya merupakan musuh lebih terlatih dan lengkap peralatannya dibanding musuh yang dihadapi Jagdgeschwaderns di garis depan Timur.

Selain itu sifat pertempuran udara di dua garis depan tersebut berbeda. Di Western Front fokusnya mencegat pembom pada ketinggian tinggi dan melawan pesawat tempur yang mengawal. Sementara di Eastern Front biasanya bertempur di ketinggian rendah. Dan ini lebih cocok bagi Focke Wulf Fw 190.

Heavy bombers AS terbukti tangguh bagi Jagdfliegers pada awalnya. Setelah JG 2 mempelajari heavy bombers, mereka mengembangkan pertempuran head on. Strategi ini jugs diterapkan pada Jagdgeschwader yang lain.

Ground crew sedang bersantai di depan Bf 109E-1 dari 8./JG 2 akhir Mei 1940 di landasan perintis di Prancis.

Julukan Richtofen didapat JG 2 dari ace terkenal di masa PD I, Manfred von Richtofen atau biasa dikenal sebagai Red Baron. Menilik sejarahnya yang berkaitan dengan Richtofen dan Flying Circus yang terkenal di masa PD I, bisa jadi Jagdgeschwader Richtofen merupakan unit tempur paling terkenal sepanjang masa.

Semasa Great War, JG 2 masih mengusung nama JG 1. Namun menyusul kekalahan Jerman, JG 1 dipecah. Jagdgeschwader kemudian dibentuk kembali sebagai JG 132 pada 1935. Saat itu kekuatannya berupa biplane Arado dan Heinkel. Baru pada tahun 1939, unit menjadi JG 2.

Jagdgeschwader “Richtofen” 2 mencatat aerial kills pertama Prancis-Jerman Pada 15 November 1939, JG 132 meninggalkan Doberi menuju Rhineiand. Berpangkalan di Frankfurt-Rebstock, JG 2 diperkuat I./JG 76. Unit ini merupakan bekas Gruppe pertahanan metropolitan yang baru pindah dari Vienna.

Tepat seminggu setelah kedatangan JG 2 di garis depan, JG 2 mencatat skor mengungguli sekutu Barat. Pada 22 November, Letnan Helmut Wick dan Oberfeldwebel Kley, masing-masing berhasil menghancurkan French Curtiss Hawk.

Di bawah pimpinan Oberleutnant Adolf Dickfed, II./JG 2 ditransfer ke Tunisia pada pertengahan November 1942 melalui Sisilia. Gruppe II memiliki dua pilot yang segera mencuat, Oberleutnant Kurt Buhligen yang adalah Staffelkapitan 4. Staffel (unit ke-4) dan Letnan Erich Rudorffer, Staffelkapitan dari 6. Staffel (unit ke-6). Keduanya mencatat skor lebih dari setengah dari 150 kills yang dicatat II Gruppe di Tunisia.

F-4 dari JG 71 memperingati 25 tahun JG 71

Tiba di medan tempur, II/JG 2 bergabung dengan JG 53 di dekat Bizerta. Focke Wulf Gruppe II terbang dalam formasi gabungan dengan Bf 109 JG 53. Misinya melakukan sweeping dan mengawal Fw 190 II/ZG 2. Pada 21 November 1942, II./JG 2 mencatat skor pertamanya melalui aksi Kurt Buhligen. Saat itu Buhligen menembak jatuh Spitfire Mk V. Korban Buhligen merupakan satu di antara 10 pesawat yang berhasil dijatuhkan pada hari yang sama.
Selama lima bulan di Afrika Utara, II./ JG2 didukung Fw 190A berhasil mencatat 150 kills. Sangat berarti dibandingkan kehilangan 18 pesawat. Delapan akibat pertempuran, delapan akibat kecelakaan dan dua akibat salah tembak.

Prestasi JG 2 di Afrika Utara menjadi pengakuan bagi Fw 190. Bahwa Focke Wulf Fw 190 efektif sebagai pesawat tempur. Di saat yang sama Rudoffer ditunjuk sebagai gruppenkommandeur dari II Gruppe. Penunjukkan ini bersamaan diperkuatnya JG 2 dengan Messerschmitt Bf 109G-6.
Hampir dua tahun berikutnya, Focke Wulf JG 2 kembali beraksi di pertempuran Mediterania. Kali itu harus berhadapan dengan invasi sekutu ke Anzio. Dipimpin Major Erich Hohagen, I./JG 2 menerbangkan 26 Fw 190A-6 dan ditempatkan di Castiglione del Lago dan kemudian di Canino.

Ternyata situasinya berbeda dengan di Tunisia. Kekuatan sekutu menguasai udara di atas wilayah tersebut. Lebih dari 800 pembom memberikan dukungan atas pantai dan wilayah di sekitarnya. Bertempur melawan Spitfire dengan posisi 20 banding satu sungguh berbahaya. Alias sama saja dengan sia-sia.

Seperti belum cukup, pembom taktis AH 12 dan pembom strategis AH 15 menyediakan rute dan pangkalan udara. Alhasil LAG 2 ditarik ke Prancis pada awal April 1944. Jagdgeschwader Richtofen juga ambil bagian dalam Operation Bodenplatte. Saat itu pengetahani G2 merupakan jalan terathir bagi Jagdwaffe untuk melumpuhkan pangkalan udara sekutu di Prancis dan di negaranegara sekitarnya. Temyata pertaruhan ini gagal. Nasib JG 2 pun mulai berubah.

Menjelang akhir perang, seluruh JG 2 ditarik dan diperkuat Fw 190D-9 Dora. Upaya mewujudkan hasil terbaik di tengah kekalahan ini ternyata sia-sia. Melawan jumlah kekuatan udara sekutu yang jauh melebihi, mereka tidak bisa berharap kecuali menunda kekalahan yang sudah bisa diduga. Jagdgeschwader Richtofen 2 mencatat jumlah kehilangan terbesar di antara 11 Jagdgeschwader yang terlibat.

Akhir April 1945, dua Gruppen JG 2 meninggalkan Jerman menuju Utara Bohemia. Di atas kertas, tugas mereka adalah melindungi lusinan Me 262 yang masih dioperasikan oleh JG 7 di Praha. Namun kenyataannya berbeda.

Instruksi untuk menghentikan operasi II./JG 2 pun dikeluarkan. Meski instruksi ini sempat diabaikan, tak mampumengubah nasib JG 2. Di Straubing, Danube, saat tank Sherman Amerika menuju lapangan, api disulutkan pada sekelompok Focke Wulf JG 2 terakhir. Akhir Jagdgeschwader “Richtofen” 2 bisa jadi tak sespektakuler saat pilot Goering menghabisi pesawat mereka dengan melakukan serangkaian pendaratan darurat. Namun tetap sama efektifnya.

Meskipun sudah diakhiri, kisah Jagdgeschwader di bawah nama Richtofen belum berakhir. Ketika Luftwaffe dibentuk kernbali pada era 50-an, sejumlah JG baru dibentuk dengan menyandangnamapimpinan Luftwaffe terkenal. Termasuk diantaranya, Richtofen. Luftwaffe modern memiliki Jagdgeschwader 71 Richtofen yang mengoperasikan F-4 Phantom II. (don)

2 Responses to Jagdgeschwader 2, Akhir Tragis “Richtofen”

  1. Agent Tough says:

    Salam kenal. Saya punya usulan agar rekan-rekan lain lebih mudah memahami artikel ini yaitu:
    – Mengganti kata ‘jagdgeschwader’ menjadi ‘skadron pemburu’ atau ‘skadron burusergap’
    – Mengganti kata ‘jadgflieger’ menjadi ‘pilot tempur’ atau ‘pilot burusergap’
    – Mengganti kata ‘gruppe’ menjadi ‘grup’ atau ‘kelompok’
    Semoga usulan saya ini dapat bermanfaat🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: