Hauptmann Hans-Joachim Marseille


Hauptmann Hans-Joachim Marseille

Bintangnya perang udara Luftwaffe di Afrika, begitulah julukan yang kerap diberikan kepada Hauptmann (kapten) Hans-Joachim Marseille. Lahir 13 Desember 1919, namanya mulai menanjak dalam Battle of Britain. Dalam pertempuran itu, Marseille berhasil mengumpulkan skor tujuh pesawat lawan. Prestasi ini mesti dibayar dengan empat unit Bf 109E yang diawakinya. Selain itu karir Marseille juga terganjal oleh info dirinya gandrung musik jazz ala AS dan kerap keluar masuk tem pattempat hiburan malam.

Alhasil petinggi Luftwaffe memutuskan mendepak Marseille ke Afrika Utara di bawah bendera Jagdgeschwader (JG) 27. Tapi masalah belum berakhir. Disini pe – nyakit lama kembali kambuh. Lagi-lagi empat Bf-109E rontok tanpa sebab yang jelas. Salah satu pesawat bahkan berantakan ketika Marseille membawanya terbang feri. Dengan segudang kesalahan tadi sang komandan JG 27 tetap menganggap Marseille punya potensi sebagai pilot tempur jempolan. Benar saja, antara akhir 1941 hingga 1942, ia berhasil mengukir prestasi 151 pesawat sekutu.

Salah satu yang cukup menghebohkan adalah merontokkan 17 pesawat AU lnggris dalam satu hari. Keberuntungan Hans-Joachim Marseille terhenti pada 30 September 1942. Pesawat Bf 109 terbakar hebat. Upaya Marseille mengembangkan parasut tak pernah dilakukan lantaran ia pingsang tersambar ekor pesawatnya. Jenazah Marseille dikubur di bawah nisan dengan satu kalimat saja: undefeated (tak terkalahkan)! (avi)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: