Skema Insiden


1. MISI DIMULAI
Sebuah spyplane AL Amerika, EP-3E Aries II, bersama 24 awak meninggalkan Pangkalan Udara Kadena AS di pulau Okinawa, Jepang. Saat itu lewat senja 31 Maret 2001. Pesawat dijadwalkan untuk melakukan pengintaian rutin di lepas pantai Cina Selatan. Pesawat EP-3E berspesifikasi 4 mesin propeler tanpa persenjataan dan memiliki kemampuan menyadap lalu lintas radio, radar, telepon, e-mail dan fax. Pesawat yang berpangkalan di Whidbey Island Naval Air Station Washington ini mengangkut 22 personel AL, dan satu personel dari AU dan Marinir.

2. JET CINA INTERSEP
Saat terbang melintas Laut Cina Selatan –menurut pejabat militer AS merupakan wilayah udara internasional di Selatan Hong Kong dan Makau—dua pesawat tempur F-8 milik Cina mengikuti dan mengintersep spyplane di pagi 1 April 2001. Cina mengklaim sebagian besar wilayah di Laut Cina Selatan adalah teritori mereka. Namun klaim ini disanggah oleh negara-negara yang menggunakan jalur ini untuk pengiriman. Meskipun hukum internasional memungkinkan wilayah laut dan udara 12 mil dari garis pantai negara bersangkutan, banyak pulau-pulau kecil di wilayah tersebut secara hukum menjadi milik Cina. Alhasil, terjadi keruwetan dalam menentukan kedaulatan negara dan ruang udara internasional di wilayah tersebut.

3. PESAWAT TABRAKAN
Begitu EP-3E terbang mendekati pulau Hainan milik Cina dengan pesawat jet Cina yang terbang bersisian dalam jarak 1.300 kaki, terjadi tabrakan. Cina mengatakan bahwa pesawat kelas berat ini membabat nimble F-8 Cina sekitar 60 mil selatan Hainan menyebabkan pesawat tersebut jatuh. Tuduhan ini disebut AS sebagai tidak masuk akal. Komandan satuan militer Pasifik AS mengatakan pilot pesawat tempur melakukan kesalahan dan menuduh pesawat jet menabrak sayap kiri EP-3E.

4. MENDARAT DARURAT
Pesawat AS mengirim sinyal darurat sebelum melayang jatuh dari 8.000 kaki setelah tabrakan dan melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara militer di Lingshui, ujung selatan pulau Hainan. Pemerintah Cina mengatakan pesawat tempur mereka jatuh ke laut dan pilot hilang. Sementara 21 pria dan 3 wanita awak EP-3 ditahan oleh pejabat Cina di Hainan. Pulau ini dianggap sebagai salah satu wilayah paling terpencil dari Cina. Pulau ini menjadi propinsi mandiri sejak 1988. Setelah inspeksi pendahuluan atas pesawat, pejabat AS mengatakan spyplane mengalami rusak berat di bagian hidung yang memuat peralatan radar, dua dari empat propeler, dan flap sayap kiri.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: