Francis Gary Powers, Dari Korban Jadi Ikon


Francis Gary Powers.

Lebih dari empat dekade lalu, Francis Gary Powers terbang dari sebuah landasan udara Pakistan. Saat itu 1 Mei 1960, dunia tengah berada di puncak Perang Dingin. Di masa itu kekuatan intelijen menjadi hal yang vital. Misi yang dijalankan Powers pun tidak menyimpang jauh-jauh dari misi matamata. Dengan pesawat intai U-2 berkemampuan terbang di ketinggian tinggi, Powers terbang melintasi Uni Soviet. Tercatat sebagai misi pengintaian udara untuk pertama kali dalam sejarah. Karena sebelumnyapengintaian hanya sampai perbatasan.

Francis Gary Powers Pilot

Misi Powers ini kemudian dikenal sebagai Operation Overflights Misi spesifiknya adalah memotret situs-situs rudal, instalasi pertahanan, landasan udara, situspenyimpanan amunisi, jalur kereta api, dan fasilitas produksi atom. Aksi mata-mata yang dijalankan Powers terhitung sulit dan berbahaya. Risiko penerbangan ini terbukti saat Powers masuk hingga 1.300 mil di wilayah udara Soviet. Pesawat U-2 yang diterbanginya berhasil ditembak jatuh oleh rudal SAM (Surface to Air Missile). Powers berhasil menyelamatkan din menggunakan kursi lontar. Namun naas, Powers tertangkap Soviet.

Francis Gary Powers.

Seperti biasa, AS menyangkal aksi Powers. Menurut mereka pesawat U-2 tengah menjalankan misi pengamatan cuaca. Pesawat jatuh karena pilot mengalami masalah dengan sistem oksigen. NASA bahkan berusaha meyakinkan dengan menampilkan pesawat U-2 dengan warna NASA.
Powers berhasil bebas setelah AS bersedia mengembalikan mata-mata Soviet, Kol. Rudolf Abel. Pertukaran antara keduanya dilakukan di jembatan Glienicke, Berlin dan menjadi pertukaran mata-mata Timur-Barat yang paling dramatis di Perang Dingin.

Francis Gary Powers.

Selama rentang waktu 2 tahun penahanan, berbagai perdebatan mewarnai hubungan diplomatis Soviet dan AS. Bukan sekadar di kalangan masyarakat tapi juga hingga ke tingkat Peradilan Internasional. Bisa dibilang insiden ini memicu krisis internasional terbesar pada masa Perang Dingin. Masalah intelijen yang sebelumnya hanya berupa cerita kasak kusuk pun kian menguak.

Tak dipungkiri peristiwa yang menimpa Powers menjadi kunci yang membuka misteri dunia intelijen. Masyarakat AS juga kian menyadari betapa mereka telah dibodohi oleh pemerintah mereka sendiri.

Butuh waktu empat dekade hingga pemerintah AS mengakui peranan Powers. Tahun 2000, 23 tahun setelah kematiannya, Powers dianugerahi Medali Prisoner-of-War dan Distinguished Flying Cross dan National Defense Service.

Francis Gary Powers, Grave of Francis Gary Powers in Arlington National Cemetery, Arlington, Virginia. American Captain Francis Gary Powers was the pilot of the U-2 Spy Plane that was shot down in 1960 over the Soviet Union Born: 17 August 1929, Died 1 August 1977.Peranan Powers di era Perang Dingin kemudian diabadikan oleh putranya Francis Gary Powers Jr. dengan mendirikan museum Cold War. Bisa jadi Powers adalah ikon dunia intelijen di era Perang Dingin. (don)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: