Era 1960-an, Pesawat Tempur RI Ditakuti Lawan


Di era inilah AURI tumbuh dan berkembang menjadi sebuah AU paling canggih dan menakutkan di belahan bumi Selatan.Kedatangan pesawat-pesawat buatan Uni Soviet dan sekutunya seperti MiG-21 Fishbed dan Tu-16 Badger yang mungkin disejajarkan dengan era sekarang mungkin sepadan dengan mengoperasikan F-35 Lightning II dan B2 Spirit, itulah yang menempatkan AURI sebagai salah satu AU paling elite di dunia.Ketika itu Au Australia dan AU Singapura atau negara lainnya di kawasan ini masih inferior dibanding AURI, sehingga tidak jarang negara tetangga masuk dalam area latihan  pembom strategis AURI.

Kebutuhan terhadap pesawat baru yang lebih canggih mulai terasa ketika AURI harus tunggang langgang melemahkan kekuatan PRRI Permesta di dua tempat sekaligus, Padang dan Manado.Sementara untuk melakukan penambahan pesawat dari sumber AS, malah dijawab dengan embargo yang membuat kondisi di lapangan makin tidak kondusif.Namun pemerintah kala itu tidak mati akal.Berbagai upaya dilakukan seperti membeli 12 tambahan P-51 Mustang dari Guatemala melalui agen di India.Sayangnya geliat “bawah tanah” ini terbaca oleh intelijen AS ketika ke-1`2 sudah siap untuk dikirim dan AURI pun sudah melakukan pembayaran.Inilah diantara berbagai alasan  yang kemudian membuat pemerintah Indonesia memalingkan mukanya ke Blok Timur.
Sejumlah delegasi dikirim ke Uni Soviet oleh petinggi TNI maupun atas nama pemerintah.Dana dalam jumlah besar pun disiapkan untuk menebus ratusan pesawat yang diinginkan oleh AURI.Menurut dokumen CIA sebagaimana dikutip Audrey R Kahin dan George Kahin dalam bukunya Subversi sebagai Politik  Luar negeri, menulis:belanja senjata RI mencapai 229.395.600 dolar
AS.Angka itu merupakan akumulasi perdagangan pada tahun 1958.Sementar dari Januari hingga Agustus 1959 saja, nilainya mencapai 100.456.500 dolar AS.Dari jumlah ini, AURI kebagian 69.912.200 dolar AS, yang didalamnya termasuk pemesanan 20 pesawat pembom.

Sejalan dengan kebutuhan TNI beberapa pesawat jet tempur mutahir didatangkan ke Indonesia guna melengkapi dan memajukan kekuatan dirgantara utamanya Tu-16 dan pencegat supersonik MiG-21.Pesawat tempur yang mulai didatangkan pada era 1957 berasal dari negara Blok Timur terdiri dari MiG-15 UTI bertempat duduk ganda untuk fungsi latih.Sedangkan untuk pesawat tempur garis depan didatangkan MiG-17 bertempat duduk tunggal dan MiG-17 PF untuk operasi malam.Kedua varian Mig-17 merupakan pesawat canggih saat itu.Karena kedatangan pesawat baru tersebut, kegiatan di Skadron Xi meningkat.Kemudian datang juga MiG 19 menempati skadron XI.

Soal MiG-19 ini ada satu kisah yang melibatkan peran Nurtanio di dalamnya.Nurtanio bersama staf dan penerbang AURI juga aktif memantau kesiapan tehnis armada udara yang dimiliki AURI saat itu.Diantaranya ada kelemahan  pada versi awal yang dipeoperasikan AURI.Pesawat ini dilaporkan sering memberikan indikasi adanya kesalahan saat digunakan meski pesawat ini
memberikan keselamatan dan keamanan mesin.Setelah berdiskusi diantara 3 pakar penerbangan, kesalahan itu terletak pada tongkat kemudinya (stick force) yang selalu berubah-ubah.

KSAU Suryadarma sebenarnya menolak menerima pesawat itu, namun deputi KSAU Uni Soviet, Marsekal Rudenko dalam perundingan di Kremlin dimana RJ Salatun ikut hadir, mengancam bahwa 2 skuadron (24 pesawat) MiG-21 tidak diberikan, kecuali Indonesia mau menerima 10 MiG-19.Pesawat ini kemudian pada awal Orde Baru dijual ke Pakistan.Dalam kondisi kepepet saat itu, Suryadarma sadar bahwa matranya butuh tambahan kekuatan dalam waktu singkat.

Suryadarma berupaya membujuk Presiden (waktu itu Soekarno) untuk memboyong ke Tanah Air pembom strategis Tupolev Tu-16 Badger.Dan Soekarno pun menganggungkan kepadala tanda setuju. “Saya ditugaskan untuk membuntuti kegiatan Presiden  dan bertugas mengingatkannya begitu ada
kesempatan,”ujar Salatun

Bantuan juga datang dari China.Guna membendung embargo AS ini, pemerintah China sebagai  sikap solider terhadap sesama bangsa Asia, menawarkan 12 pembom Tupalev Tu-2,24 Lapovckin La-11 dan 12 jet tempur MiG-17 buatan China tipe 56. Pesawat ini terlihat digunakan dalam operasi di Irian Barat.

Dengan datangnya Tu-16 dan ALRI memperoleh kapal penjelajah RI Irian, jadilah ALRI dan Indonesia sebagai negara yang paling ditakuti di belahan bumi selatan. yang mengoperasikan pesawat berkecepatan Mach2.

Awal tahun 1958, dalam usia yang belum genap 1 tahun skadron XI mulai melaksanakan operasi udara untuk pertama kali, yaitu operasi penumpasan RMS di Maluku  dan Permesta di Sulawesi Utara.dalam operasi tersebut 4 MiG-17 digelar di Lanud Morotai sebagai pangkalan operasi.

Presiden Soekarno dalam rapat raksasa di alun-alun, Yokyakarta tanggal 19 Desember 1951 mengumumkan Tri kepada seluruh rakyat Komando rakyat (Trikora) kepada seluruh rakyat Indonesia untuk merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda. Pengumumanm tersebut diikuti dengan Kepuntusan Presiden  No.1/1962 tanggal 2 Januari 1962 tentang Komando Mandala untuk membebaskan Irian Barat dengan Mayjen Soeharto sebagai Panglima Komando.Pesawat MiG-17 dalam pelaksanaan operasi Trikora oleh komando Mandala digunakan sebagai unsur pertahanan maupun sebagai buru sergap.

Dengan penggelaran  MiG-17 di Morotai, Amahai dan Leffuan, diharapkan dapat melindungi gerakan pasukan kawan baik AD, AL maupun AU sampai di wilayah dataran Irian Barat.

Pada 3 Mei 1963 dalam suatu rapat raksasa di Jakarta, Bung Karno mengumandangkan “GANYANG MALAYSIA” untuk membantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Serawak dan Sabah.Kemudian dibentuklah Komando Siaga (Koga) untuk melaksanakan Operasi Dwikora dan Laksamana Madya Oemar Dhani ditunjuk sebagai Panglima Koga dengan Kepala Staf Koga,Komodor Udara Leo Watimena.Dalam rangka operasi Dwikora, jet-jet tempur  Rusia yang baru pulang dari Operasi Trikora harus digelar di Lanud Ulin, Barjarmasin guna melaksanakan operasi udara di wilayah perbatasan Serawak dan Sabah.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: