Pertempuran Pertama Pecah di Georgia Selatan


Tatkala Jenderal Galtieri dan perwira Argentina lainnya merancang strategi untuk menguasai Falkland atau Malvinas, maka pada saat bersamaan hubungan Argentina dengan Chile makin memburuk. Kedua negara tetangga ini saling mengklaim beberapa pulau kecil di Selat Beagle. Inggris mencoba sebagai penengah antar dua negara yang bertikai dan kemudian dilanjutkan pada tahta suci sampai akhirnya tercipta persetujuan. Argentina kurang puas, menganggap kesepakatan itu menguntungkan Chile.

Ketegangan kedua negara meningkat.Masing-masing mengirim pasokan ke wilayah perbatasan mereka di Selatan.Sehingga menjelang pecahnya konfrontasi militer dengan Inggris atas Malvinas, Galtieri semakin khawatir sampai pecah perang dengan Chile. Selain itu rencananya untuk Malvinas  baru akan dijalankan antara Juli hingga Oktober 1982, sehingga Argentina punya cukup waktu untuk membereskan konfliknya dengan Chile terlebih dahulu.

Takut kehilangan muka

Pimpinan Garnisun Inggris di Stanley memerintahkan Letnan Keith Mills (22) membawa 23 marinir ke Georgia Selatan.Selanjutnya, Endurance bertolak dari Port Stanley dan 4 hari kemudian tiba di Georgia Selatan.Letnan Mills diminta berhenti  di Grytviken, menunggu perintah selanjutnya. Padahal tujuan jutamanya tadinya ke Leith yang tinggal berjarak 4 jam pelayaran dari Grytviken.

Namun pengiriman Endurance serta marinir Inggris ke Georgia Selatan dalam tempo sesingkat itu, tampak sungguh di luar perkiraan strategi Argentina. Jenderal Galtieri dan koleganya di junta militer ternyata tidak siap dengan eskalasi yang terlalu cepat di Falkland.Perhatian mereka masih terpecah seperti krisis perbatasan  dengan Chile dan belum matang dalam menguasai dan mempertahankan Malvinas, baik secara militer maupun diplomasi.

Argentina berpikir, kalau ketegangan akibat Georgia Selatan ini berlarut, maka boleh jadi akan mengundang Inggris untuk mengirim bantuan kekuatan ke Falkland dan menyabot persiapan invasi Argentina.

Pendaratan marinir Argentina

Persiapan Argentina segera terlihat dengan perintah larangan cuti bagi anggota AL, sementara perlengkapan dan persenjataan silih berganti diangkut ke pangkalan AL Puerto Belgrano dan pangkalan udara Comodoro Rivadiva yang letaknya paling dekat di Falkland. 28 Maret 1982, Costa Mendez pun menegaskan, bahwa pintu telah tertutup untuk membicarakabn lebih lanjut soal Georgia Selatan.

Buenos Aires juga menginstruksikan keduataannya di seluruh dunia untuk membatalkan semua cuti paskah dan menunggu perintah selanjutnya. Semua ini tentu tak luput dari intelijen Inggris. PM Margareth Thatcher dan Menlu Lord Carrington pun membahas laporan intelijen itu dengan serius. Royal Navy, AL Inggris pada tanggal 29 Maret menerima perinmtah mengirim 3 kapal selam nuklirnya ke Atlantik Selatan untuk pemantauan.

Pertempuran di Grytviken

Begitu waktu 5 menit habis, tampak dua helikopter Alouette Argentina terbang mendekati Grytviken, sementara sebuah kapal korvet, Guerrico berlayar memasuki pelabuhan. Steve Martin dan para sarjana lainnya berlindung di sebuah kapel, sementara Letnan Mills menuju tepi pelabuhan dengan maksud memberi tahu perwira Argentina yang pertama bahwa Georgia Selatan akan dipertahankan. Namun langkahnya tidak kesampaian, karena helikopter Aloutte tiba-tiba telah mendarat dan prajurit Argentina lainnya berfhamburan keluar mengambil posisi tempur.

Mills langsung berbalik dan lari ke posisinya. Pasukan Argentina mulai menembak dan dibalas oleh marinir Inggris. Dalam waktu singkat tembak menembak tak terelakkan. Sebagian tembakan marinir Inggris diarahkan terhadap sebuah helikopter Puma yang tenagh hovering atau terbang di tempat. Peluru senapan mesin dan senapan tempur diarahkan ke heli besar itu. Mendapat rentetan tembakan, Puma langsung mengeluarkan asap, buru-buru terbang menjauh dengan terhuyung-huyung.

Tembak menembak dengan pasukan Argentina yang jumlahnya semakin banyak didaratkan dari kapal dengan helikopeter, semakin seru. Selanjutnya, dengan jumlah yang tidak berimbang , pertempuran tidak mungkin diteruskan. Akhirnya setelah bertempur selama lebih satu jam, pasukan Letnan Mills terpaksa menyerah.

Dalam perrtempuran itu, pihak Argentina menyatakan 4 tentaranya tewas dan 1 terluka parah dan seorang terluka di pihak Inggris. Letnan Mills yang memimpin pertempuran tersebiut mendapat pengharagaan Distinguished Service Gross, demikian pula Sersan Mayor Peter Leach.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: