Kontroversi Penenggelaman General Belgrano


AL Argentina merupakan kekuatan yang cukup disegani. Mereka punya kapal induk penjelajah, kapal selam dan perusak, frigat, korvet dan lainnya. Ketika konflik Falkland pecah dan armada Inggris berlayar ke Atlantik Selatan, di balik rasa percaa diri Royal Navy, timbul juga  kekhawatiran mengenai kemungkinan diserang AL Argentina.

Inggris sendiri telah mengumumkan kawasan khusus peperangan, Total Exclusion Zone yang beradius 200 mil di sekeliling Falkland. Setiap kapal atau pesawat Argentina yang berani memasuki zona terlarang, tanpa ampun akan diserang dan dihancurkan.

26 April,Splendid melihat satuan armada Argentina terdiri dari dua perusak type 42 dan beberapa frigat dengan rudal Exocet. Temuan ini langsung dilaporkan ke Nortwood, Mabes Armada Inggris di London. Kapal-kapal Argentina itu dianggap sebagai ancaman dan splendid pun diperintahkan untuk terus membayangi.

Namun kekhawatiran Northwood yang dipimpin Laksamana Sir J.Fieldhouse justru bukan pada kapal-kapal itu. Perhatian mereka justru tertuju pada kapal besar Argentina yakni penjelajah berat General Belgrano (13.645 ton) dan kapal induk Veinticinco de Mayo dengan pesawat-pesawat penyerangnya.

Kepala Staf Pertahanan Sir Terence Lewin melaporkan temuan itu kepada sidang kabinet Minggu pagi, 2 Mei, dengan rekomendasi dari Northwood agar kapal penjelajah Argentina itu ditenggelamkan saja meski berada sekitar 40 mil di luar TEZ.

Keputusan tersebut terbukti menjadi yang paling kritis dan kontroversial dalam perang Falkland. Di satu pihak, keputusan ini akan menjadi kepuasan bagi Royal Navy. Namun di lain pihak,keputusan ini akan memperlihatkan betapa mudahnya kabinet perang Inggris  memutuskan sesuatu yang dapat mengakibatkan korban jiwa besar dalam konflik ini dengan segala konsekuensinya.

Torpedo tua

Kapal penjelajah Argentina bersama dua perusaknya masing-masing Piedra Buena dan Hipolito Bouchard bertolak dari pelabuhan terselatan Ushaia dengan tujuan pelabuhan lain di Argentina.Belgrano ketika itu membawa lebih 1.000 awak, diantaranya 300 orang rekrutan baru yang rata-rata berusia 18 tahunan. Komandan kapal perang itu, Hector Bonzo menyatakan kapal penjelajah ini diminta berlayar langsung ke pelabuhan Argentina, dan tidak pernah diinstruksikan  untuk melanggar TEZ Inggris. Dia tidak pernah tahu bahwa mereka sedang dibayangi oleh sebuah kapal selam nuklir di luar TEZ.

Tatkala diperintahkan berlayar ke Atlantik Selatan  untuk tugas pengintaian, sebenarnya HMS Conqueror tidak siap untuk mengidentifikasi kapal perang Argentina. Karena perwiranya yang bertugas untuk identifikasi,William Guinea lebih terbiasa dan hafaldengan kapal-kapal perang Uni Soviet yang menjadi incaran Conqueror dalam bertolak dari pangkalannya di Skotlandia masa perang dingin.Karena itu sesaat sebelum bertolak dari pangkalannya di Skotlandia, ia buru-buru mencari referensi kapal perang Argentina dari buku ‘Jane Fighting Ship’.

Tenggelamnya Belgrano

Sesudah meluncurkan kedua torpedonya dari jarak 2000 yard, Conqueror pun langsung menyelam semakin dalam dan bergegas  meninggalkan tempat itu. Rupanya kapal selam Inggris ini takut  akan serangan balasan kedua kapal perusak Argentina yanDg dilengkapi bom laut serta senjata api antikapal selam lainnya. Dua ledakan besar terdengar oleh awak kapal selam tatkala torpedo mereka  mengenai sasaran, tak lama kemudian disusul sejumlah ledakan serta getaran-getaran di kedalaman laut kapal perusak Argentina.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: