Kiprah SAS di Falkland


Untuk menghadapi Argentina, bukan hanya pasukan reguler yang dikerahkan. Tanpa banyak diketahui, SAS banyak bermain di Falkland. Tanpa SAS, Inggris tidak akan berhasil mengalahkan Argentina. Lucunya sebenarnya Special Air Service (SAS) hampir tidak dapat turut serta dalam operasi merebut Falklands. Awal perencanaan memang hanya akan melibatkan Royal Air Force, Royal Navi serta pasukan komando Royal Marines.

Untung Brigjen Peter De La Biliere dan Letkol Mike Rose, komandan SAS melakukan lobi tingkat tinggsi sehingga SAS akhirnya diizinkan bergabung. Sayang, begitu izin keluar,Task Force (TF) utama Royal Navy sudah berangkat.Langkah potong kompas terpaksa ditempuh SAS dengan mencegat TF di kepulauan Ascension dengan pesawat.

Petaka di South Georgia

Sebelum merebut Falklands, pemerintah Inggris memutuskan untuk merebut Georgia Selatan, 1.400 km tenggara Falklands. Sebenarnya perebutan pulau ini tidak memiliki tujuan strategis, namun harus dilakukan untuk memberi peringatan pertama bahwa Inggris tidak main-main dengan Argentina. Georgia Selatan adalah target yang sulit, dengan kontur bergunung-gunung dan angin bertiup kencang khas iklim kutup.

Tugas nyaris mustahil ini lalu jatuhke tangan TF319.9 terdiri dari destroyer HMS Antrim, frigat Plymouth, kapal patroli es Endurance dan tanker Tidespring. Saat TF319.9 sampai di Ascension, barulah anggota skadron D SAS yang sudah menunggu bergabung bersama Special Boat Service (SBS) dan M Company, 42 Commando Royal Marines. Operasi perebutan Georgia Sealatan diberi kode Operation Paraquat.

Pasukan gunung skadron G SAS mendapat kesempatan pertama melakukan pengintaian di sekitar Fortuna Glaciers pada 21 April 1982.Sayang, operasi ini kurang berjalan mulus.Buruknya cuaca dengan suhu di bawah 0 derajat Celcius sampai membekukan mekanisme senjata pasukan SAS di bawah kendali kapten John Hamilton. Ketika SAS dievakuasi keesokan harinya, malapetaka kembali menghadap sehingga 2 dari 3 helikopter yang dikirim jatuh.Untung semua awak helikopter danm pasukan SAS bisa dievakuasi tanpa jatuh korban.

South Georgia direbut

23 April 1982 subuh,pasukan dari Skadron D, Section SBS mendapat giliran mencoba keberuntungan mereka.5 perahu karet diterjunkan untuk mencoba mendapat pijakna depan di Grass island.Malang, 2 Gemini mengalami kerusakan mesin, lalu hanyut tertiup angin.

Awak Gemini yang pertama yang hanyut dapat diselamatkan helikopter, namun Gemini kedua rupanya hanyut ke pantai Georgia Selatan.Awaknya mencoba bersembunyi sampai bantuan datang.

Operasi sempat terganggu satu hari karena ada ancaman kapal selam, namun  ARA Santa Fe sukses dikaramkan destroyer Inggris.Dengan hilangnya ancaman kapal selam, fokus kembali dipusatkan pada upaya perebutan Georgia Selatan.25 April 1982 kembali dilakukan upaya penerjunan pasukan.Sebanyak 75 orang pasukan dari SAS, SBS dan Royal Marines diangkut menggunakan helikopter dan didaratkan di pantai.

Raid on Pebble Island

Walaupun perebutan Georgia Selatan mendapat sambutan meriah di London, operasi terhebat SAS terjadi saat mereka menyerang pulau Pebble yang menjadi markas pesawat perang serang darat Argentina, Pucara.Bukan hanya murni dilakukan SAS, serangan tunggal ini sukses menghancurkan banyak aset AU Arg ntina.

Sementara group serang utama terdiri dari Mountain troop SAS akan menghancurkan Pucara dengan memasang bom atau menggunakan Light Antitank Weapon (LAW) seandainya bom gagal dipasang. Sementara untuk membantu SAS, HMS Glamorgan akan menggunakan kanon Mk6 4,5 inci untuk memberikan noval gunfire support forward observer (NGSFO) Kapten Chris Brown dari 148 Battrey of 29 Commando Regiment Royal Artilerry yang ikut bersama personel SAS. Saat breefing akhir, operasi raid ini diberi kode Operation Prelim.

Tangggal 14 Mei 1982, cuaca dianggap memungkinkan untuk melakukan operasi.Pasukan SAS mempersiapkan peralatannya.Anggota tim penyerbu utama membawa M16A1 dengan peluncur granat 40 mm M203, plus tiga megasen cadangan dan 200 pe;uru 5,56 mm. Tim pemberi dukungan tembakan membawa tambahan mortir L61 81mm dengan lebih 100 peluru.Untuk serangan berat, semua anggota membawa satu tabung 66 mm L1A1 Heat Law.

Sidearm yang dibawa adalah Browning Hi-Power 9 mm, yang disarungkan di holster dada.Peralatan lain yang dibawa di dalam webbing personel berupa granat, survival kit, perlengkapan medis, dua botol air minum, sebuah kantong tidur bivvy bag dan ransum. Perlengkapan yang lain yang tidak muat ke webbing, ditaruh dalam ransel bergen.

Adu pintar di Goose Green

Sebelum kekuatan darat diterjunkan di San Carlos, SAS langsung diperintah untuk melakukan serangan pengalih atas garnisun pasukan Argentina di Darwin/Goose Green pada malam sebelum pendaratan uatama di San Carlos. Tujuannya agar pasukan Argentina tidak menduga agar pendaratan utama dilakukan di  San Carlos. SAS diperintah agar membawa perlengkapan senjata terberat, supaya pasukan Argentina menduga bahwa penyerang berkekuatan minimal 1 batalion.

Setelah sampai di sebelah utara Darwin, para anggota SAS segera mengambil jarak berjauhan. Perintah tembak diberikan, serangan langsung dibuka dari rentetan otomatis dari GPMG, diikuti Law dan disusun Milan. Setiap setengah menit, anggota SAS mengubah posisi supaya pasukan Argentina mengira benar-benar ada satu batalion menyerbu mereka. Akibatnya , pasukan Argentina benar-benar dibuat takut dan panik, ditandai dengan serangan membabi buta. Tidak satupun tembakan dari kubu Argentina mengenai anggota SAS.

Commando vs Commando

Tanpa diketahui pihak Inggris, Jenderal Argentina merancang jebakan maut di Mount Kent dengan sandi operation Antoimpuesta (inisiatif niat baja). Ratusan rudal antipesawat Blowpipe dan pasukan komando dari 602th Commando Company dan 601 st National Gendermarie Special Forces Squadron dikirim ke Port Stanley. Beruntung semua pergerakan itu terlacak oleh unit-unit SAS yang memasang sudah mendirikan OP di sekitar Mount Kent.

Mereka sukses menghancurkan kekuatan pasukan khusus  Argentina berkekuatan  satu section dari 602 Commando Company.Dari pertempuran tersebut, 6 pasukan komando Argentina tewas dan korban tiga luka dari Inggris.

The Last Action

Aksi besar SAS terjadi di Timur Falkland pada malam tanggal 13 Juni 1982.SAS diminta menyerang posisi belakang kekuatan Argentina untuk memberi cukup pengalih perhatian bagi pasukan 2 Para yang akan menyerbu W.Ridge, beberapa kilometer di sebelah barat Port Stanley. Kali ini operasi dilaksanakan  secara besar-besaran, sampai melibatkan 60 orang dari Skadron D dan G.Penyerbuan dilakukan dengan Sea Raiders untuk menyerang pelabuhan Port Stanley.

Dengan jatuhnya Port Stanley, kemanganan secara taktis sudah diraih. Sebuah kemenangan yang dilalui dengan jalan panjang, dengan jejak SAS tercatat dengan tinta emas di dalamnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: