Inggris, Lebih Dulu Kuasai Udara dan Laut


Bagi Inggris, sesungguhnya merebut kembali Falkland adalah sebuah perjuangan yang cukup sulit mengingat jarak logistik yang luar biasa yakni 8.000 mil dari Inggris. Belum lagi kala itu di kawasan itu sedang ditimpa cuaca tidak bersahabat. April salah satu bulan yang tidak bersahabat dibanding bulan-bulan lainnya di Falkland atau Malvinas.

Di lain pihak, Argentina yang secara militer tidak didukung kekuatan yang memadai, diuntungkan dengan jaraknya ytang lebih dekat ke wilayah konflik.Hanya sekitar 450 mil.Namun bila dikaitkan dengan cuaca, maka Argentina pun, kondisinya juga tidak lebih baik, karena pangkalan udara dan lautnya yang terdekat di ujung Selatan yang iklim dan cuacanya pun tidak menarik.

Satu-satunya keuntungan bagi logistik Inggris adalah penguasaannya atas pulau karang Giblartar dan Ascension dng terletak di samudera Atlantik.Tanpa Ascension, Inggris akan sulit mencapai Falklands dengan pesawat pembom dan tankernya.Seperti halnya pada setiap operasi pendaratan dari laut, maka persoalan utamanya adalah  apakah pasukan Inggris akan berhasil membuat tempat pijakan yang luas dan kuat di Pantai Falklands.Sebaliknya di pihak Argentina persoalannya adalah apakah mampu menahan dan memblokir setiap usaha pendaratan musuh di pantai.Apabila yang kuat di pantai, maka Inggris pun bergerak cepat untuk mencapai keunggulan dan superioritas di laut dan udara.Keunggulan di laut dan udara itulah yang akan menjamin keberhasilan pendaratan di Falkland.

karena itu dengan sengaja Inggris menenggelamkan kapal penjelajah Argentina General Belgrano (10.650 ton) dengan serangan  invasi kapal selam nuklir Conqueror.Perintah serang dari London merupakan yang terkontroversional dalam perang Falkland, karena kapal penjelajah Argentina yang disertai kapal perusak itu berada di luar zona perang (Total Exlusion Zone) yang dideklarasikan Inggris. Bahkan menurut Argentina,kapal-kapal perangnya itu berlayar ke arah pangkalannya di Argengtina dan tidak pernah diperintahkan melanggar zona yang dibuat Inggris.

Rupanya yang dicari Inggris adalah membuat tekanan psikologis agar kekuatan laut Argentina tidak lagi merupakan ancaman bagi armada invasi Inggris.Tenggelamkan satu yang besar dan yang lainnya akan ikut tenggelam, begitulah kira-kira dalil yang dianut Inggris.Dengan demikian, superioritas di laut akan cepat sepenuhnya dikuasai Inggris, karena peristiwa itu nyatanya membuat  AL Argentina kehilangan nyali.Sehingga selama peperangan berlangsung, semua kapal perang Argentina hanya bersembunyi di pangkalan masing-masing tidak ikut melawan invasi inggris.

Menentukan lokasi pendaratan

Satu bulan setelah konflik pecah, Inggris telah mendaratkan pasukan komando dengan helikopter di Falkland.Pasukan SAS dan SBS bertugas untuk pengintaian, intelijen dan sabotases.Satuan komando SAS dan SBS terus mengirim data intelijen ke markas komando, yang diam-diam juga dibantu AS dengan pantauan satelit mata-matanya.Satuan komando itu sekaligus ikut memilihkan tempat-tempat pendaratan pasukan nantinya.

Pilihan tempat pendaratan atau landing point tentu saja merupakan point paling kritis dalam perang ini.Dalam kabinet perang Inggris, masalah tempat pendaratan bahkan menjadi bahan telaah dan perdebatan sengit.Lainnya cenderung untuk melancarkan serangan komando ke Stanley dengan tujuan mengacaukan pusat komando Argentina, demi tercapainya kemenangan secara cepat.

Argentina dibuat bingung

Setelah keunggulan lau dan udara tercapai, Inggris kemudian melakukan pendaratan besar.Tempat yang dipilih adalah San Carlos.Pendaratan ini berhasil dengan baik, meskipun pesawat Argentina mencoba menggagalkan lewat serangan udara.Pendaratan ini berhasil dilakukan 3.000 pasukan elite Inggris,AD,marinir serta satuan komando ini praktis tanpa perlawanan.

Pasukan Inggris terbagi dalam dua gerakan menjepit.Mereka terlatih baik dan memiliki motivasi kuat dan serta bergerak cepat secara “lompat katak”.Pasukan Argentina yang kurang berpengalaman dan dengan persenjataan yang lebih inferior, terjun dalam peperangan yang  tidak jelas bahkan membingungkan.Mereka terlalu bersifat pasif, mengandalkan diri pada kubu-kubu pertahanan yang telah diperkuat seperti di Goose Green, San Carlos dan Stanley.

Argentina yang semula mencoba strategi pertempuran berlarut dengan mengandalkan jumlah pasukan yang lebih besar, ternyata tidak mampu menahan serangan Inggris yang cepat dan melompat-lompat.Akibat kebingungan tadi, moril tentara Argentina yang sebagian masih hijau (bau kencur) dalam peperangan cepat jatuh.Selain itu, kiriman logistik mereka semakin kacau karena udara dan laut sepenuhnya dikuasai musuh.Sehingga kurang dari waktu satu bulan pasukan Inggris mendarat 21 Mei 1982. Tepatnya 14 Juni 1982, pasukan Argentina di Falkland menyerah.

Kekalahan Argentina yang relatif cepat selain karena agresivitas dan tehnik tempur Inggris, juga disebabkan berbagai kelemahan di pihak Argentina sendiri.Sejak awal junta militer di Buenos Aires, sayangnya tidak menyiapkan peperangan dengan sungguh-sungguh.Perebutan Malvinas hanya dilakukan sebagai upaya  atau trik pengalihan perhatian rakyat dari berbagai masalah domestik.

Seandainya Argentina mati-matian mempertahankan Malvinas, dalam jangka waktu satu bulan sebelum kedatangan Inggris, Argentina sebenarnya dapat melipatgandakan jumlah  dan bukannya yang masih hijau dan muda.
tentara di Malvinas.Mereka juga sebenarnya dapat mengirim persenjataan seperti artileri serta pasukan berpengalaman

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: