Dari Haiphong Sampai Teluk Tonkin


Pada tanggal 2 Agustus, kapal perusak Amerika USS addox (DD731) berpatroli di Teluk Tonkin, tidak jauh dari lokasi serangan pasukan Selatan. Vietnam Utara yang mengira kapal perang Amerika itu ikut mendukung serangan pasukan Selatan, meluncurkan tiga torpedo. Namun semuanya tidak mengenai sasaran dan Maddox pun membalas. Tembakannya berhasil menenggelamkan sebuah kapal patroli Vietnam Utara dan merusakkan dua lainnya. Suatu krisis yang akan meningkatkan keterlihatan langsung AS dalam konflik di Vietnam pun sudah dibuka!

Sebuah kapal perusak Amerika lainnya, USS Turner joy (DD 951) yang diperintahkan bergabung dengan Maddox di perairan Tonkin, pada malam 4 Agustus juga merasa mendapat serangan dan melakukan tembakan balasan. Tidak ada yang terkena, karena serangan yang disangkakan dari pihak Utara itu memang tidak ada. Kapten Maddox sempat mengingatkan agar setiap tembakan yang dilepas benar-benar harus ada alasan yang jelas.

Karena Gedung Putih di Washington sudah kebelet benar untuk membantu Vietnam Selatan (seperti ketika George W. Bush bernafsu ingin menyerang Irak), Presiden Lyndon Baines Johnson (LBJ) pun tanpa dukungan data yang kuat tentang serangan Vietnam Utara atas kapal-kapal perang Amerika di Teluk Tonkin, langsung memerintahkan serangan balasan dari udara terhadap Utara. Serangan udara Amerika ini terdiri dari 64 sorti dan diarahkan ke sasaran-sasaran tertentu di Vietnam Utara. Seperti pangkalan kapal patroli, depot minyak dan sebagainya.

Sekitar 25 kapal patroli Vietnam Utara hancur akibat serangan udara yang menjadi aksi militer pertama AS terhadap wilayah Utara dalam Perang Vietnam. Nafsu LBJ terutama akibat pengaruh “Teori Domino”, yang berdalil jika Vietnam Selatan jatuh ke tangan komunis, maka satu persatu negara-negara di kawasan Asia Tenggara juga akan jatuh

tanggal 7 Agustus,Kongers Amerika memberi mandat kepada presiden johnson untuk “langkah dan tindakan yang di perlukan untuk melindungi pasukan AS di asia tengara dan menghentikan agresi (Vietnam Utara)”. Dengan mandat itu,johnson dapat melakukan tindakan apa punyang sesuai dengan keputusan AS,khususnya dalam konteks Perang Dingin di Asteng. Hanya dua senator yang menentang keputusan itu, Wayne Morse dan Ernest Gruening. Keduanya dari Demokrat, partainya LBJ.

Sejarah melawan penjajahan
Hampir sepanjang sejarahnya, bangsa Vietnam harus berjuang melawan para penyerang dari luar. Musuh tradisionalnya adalah Cina, yang pernah menguasai Vietnam lebih dari 1.000 tahun. Karena itu tidak mengherankan jika pada bangsa Vietnam tumbuh semacam tradisi keprajuritan (warrior tradition) dan rasa identitas diri atau nasionalisme yang kuat. Pada abad ke-15 mereka memperoleh otonomi dari Cina, dan mulailah mereka bergerak ke selatan, menguasai wilayah delta Sungai Mekong yang subur yang waktu itu masih menjadi bagian Kamboja. Tahun 1802 dengan berdirinya dinasti Nguyen, bangsa Vietnam telah kokoh menguasai wilayah yang dikenal sebagai negeri Vietnam sekarang.

Masa-masa selanjutnya Vietnam selalu dikacaukan oleh tokoh-tokoh yang saling berebut kuasa. Dalam rangkaian itulah, seorang tokoh dari daerah selatan menggunakan tentara bayaran Prancis, yang ternyata membuka pintu bagi semakin masuknya kepentingan prancis ke kawasan ini.

Mulai tahun 1884 Vietnam berada sepenuhnya dalam dominasi kolonial perancis yang sekaligus juga menguasai Kamboja dan Laos. Ketiga negara itu “disatukan” dalam UniIndocina Prancis yang diperintah seorang gubernur jenderal tunjukan Paris. Mulai 1893, Prancis membagi kawasan itu dalima wilayah administrasi pemerintaha Yaitu Cochin China yang merupakan seb- uahkoloni di Vietnam bagian selatan, dan pemerintahan masing-masing Kamboja,Laos,Annam (Vietnam tengah) dan Ton (Vietnam bagian utara).

Sekalipun dalam penguasaan kolonial nasionalisme bangsa Vietnam tetap hidup.Awal abad ke-20 berdiri beberapa gerakadan partai.Antara lain Nasionalis Vietnam atauViet Nam Quoc Dan Dengan (VNQDD) yang melihat bahwa hanya memerdekan Vietnam.partai ini tahun 1930 mencoba menggerakkan pemberontokan di lingkungan orang Vietnam yang masuk tentara perancis.Usaha ini gagal dan VNQDD pun habis riwayatnya sebagai partai.

Ho Chi Minh
Dalam kondisi seperti itulah lahir pertai komunis indonecia ,yang diawali dengan ketertarikan para pemuda Vetnam yang
belajar diparis terhadap idiologi baru Marxisme pada sekitar perang Duina I.Pelopornya adalah HO Chi minh yang dilahirkan pada tahun 1890dengan nama Nguyen Sinh cung. sejak muda semangat membaea bangsanya ke alam kemerdekan sebelum menetap di perancis dan aktif dan politik.Dengan nama semarang Nguyen Ai Quoc,ia ikut mendirikan partai komunis.

selanjitnya ia pindah ke moskwa. tahun 1930 Ho mendirikan partai Komunis Vietnam di Honh Kong, yang kemusian atas perintah Moskwa diganti menjadi Partai Komunis Indocina. Dalam semua gerakannya, Ho Chi Minh selalu menekankan pentingnya perjuangan untuk kemerdekaan Vietnam. Meskipun ia seorang komunis, namun ia pertama-tama menganggap dirinya seorang patriot dan nasionalis. Usaha pembebasan negeri dan bangsanya dari kaum penjajah tidaklah pernah surut dari dirinya.

Sementara itu PD II pecah, juga di Asia Pasifik. Jepang masuk dan berkuasa di Indocina, tetapi mengizinkan administrasi pemerintahan kolonial Prancis tetap berjalan. Kekejaman Jepang dan boneka Prancisnya membuat gerakan Ho semakin meluas. Ho dan rekannya yang mantan profesor sejarah, Vo Nguyen Giap, diamdiam membangun tentara yang disebut Vietminh sampai mencapai 5.000 orang.

Pada 9 Maret 1945 Jepang tiba-tiba menggusur Prancis dari Indocina dan berkuasa sendiri di kawasan tersebut. Tatkala lima bulan kemudian Jepangbertekuk lutut akibat born atom di Hiroshima dan Nagasaki, Ho Chi Minh dan pasukannya bergerak cepat menguasai Hanoi. Sementara di Saigon yang merupakan pusat Vietnam bagian selatan juga timbul gerakan kaum nasionalis, yang menyatakan dukungan terhadap gerakan kaum Vietminh pimpinan Ho Chi Minh. Para pendukung Ho menguasai banyak wilayah Vietnam. Pada 29 Agustus diumumkan berdirinya pemerintahan sementara Republik Demokrasi Vietnam (DRV) dengan ibukota Hanoi.

Selanjutnya pada 2 September, Ho dengan stelan warna khaki dan hanya bersandal karet, di Lapangan Ba Dinh di Hanoi memproklamirkan kemerdekaan negerinya. ” Kita berpegang pada kebenar an bahwa setiap orang diciptakan sederai at, dan bahwa mereka diberikan oleh Sang Pencipta hak-hak tertentu yang tidak terpungkiri, di antaranya adalah Kehidupan, Kebebasan dan Mendapatkan Kebahagiaan….” Pada acara proklamasi kemerdekaan itu, AS menyambutnya dengan hangat. Seiumlah pesawat Amerika terbang menghormat, melintas di atas lapangan upacara, sementara para perwira militer Amerika mewakili negaranya, berdiri berjajar bersama Jenderal Giap menerima barisan parade, dan sebuah orkes militer Vietnam pun memainkan The Star Spangled Banner !

Hubungan akrab antara Vietnam dengan Amerika memang beralasan. Karena Ho Chi Minh berharap AS akan membantu negerinya melakukan konsolidasi, sementara AS di bawah Presiden Roosevelt tidak begitu menghargai Prancis yang kinerjanya dalam PD II dinilai tidaklah cemerlang. Roosevelt juga menganggap De Gaulle yang memimpin Prancis Bebas selama perang sebagai tokoh yang arogan.

Di balik itu semua, kenyataan tidaklah demikian. Meskipun di lapangan antara Vietnam dan Amerika tampak hangat, diam-diam di Washington para pejabat tinggi Amerika malah menyiapkan kernbalinya Prancis ke Indocina (bandingkan dengan keadaan di Indonesia ketika Sekutu juga membantu kembalinya Belanda untuk berkuasa lagi di bekas koloninya).

Perang Vietminh — Prancis
Rupanya menjelang kematiannya, Roosevelt yang dikenal dengan sikap paternalistiknya, berubah pikiran dengan menganggap bangsa Vietnam belum mampu segera merdeka dan masih memerlukan masa transisi. Karena itu tidak ada salahnya jika Prancis boleh kembali ke Indocina. Selain itu para pejabat tinggi Deplu AS berpendapat bahwa jika Washington ingin bekerjasama erat dengan Inggris dan Prancis di Eropa pasca PD II, hendaknya Amerika jangan terlalu memusuhi mereka dalam soal keinginan kolonial mereka. Presiden baru Harry S. Truman kebetulan tidak seperti Roosevelt yang tidak sutra terhadap politik kolonial negara-negara Eropa. Truman kurang perhatian dalam persoalan ini dan tidak begitu tertarik dengan kawasan Asia Tenggara yang jauh.

Pasukan Inggris yang mendarat di Indocina untuk melucuti senjata tentara Jepang, kemudian membantu pasukan Prancis masuk kembali dan menguasai berbagai wilayah bekas jajahannya di Indocina. Seruan Ho Chi Minh kepada AS untuk mendukungnya tidak memperoleh tanggapan. Akibatnya posisi Ho yang masih lemah tidak kuasa menahan Prancis. Ia terpaksa mengizinkan Pracis menduduki wilayah utara untuk menggantikan pasukan Cina nasionalis yang juga bertugas melucuti Jepang.

Melihat niat dan gejala bahwa Prancis ingin menguasai Vietnam kembali, pada awalnya kedua pihak mencoba mengatasi persoalan ini lewat perundingan. Namun posisi masing-masing tidak ketemu, karena Vietnam menginginkan kemerdekaan yang sesungguhnya meskipun bersedia masuk dalam ikatan yang kendur dengan Prancis. Sebaliknya Prancis menghendaki Vietnam boleh mempunyai pemerintahan sendiri namun dalam kepemimpinan Prancis yang tetap akan mengontrol kedaulatan Vietnam. September 1946 mereka menandatangani “kesepakatan untuk tidak sepakat”. Akibatnya Ho Chi Minh meliha: bahwa satu-satunya cara memperolek kedaulatan Vietnam hanyalah dengar. merebutnya!

Perang dengan Prancis pecah November 1946. Pemicunya adalah keinginan Prancis untuk menghukum para penyelundup cina yang selama ini dilindungi kaum Vietminh Pertempuran sengit terjadi di Haiphong pelabuhan laut Hanoi. Ho Chi Minh dan pasukannya mundur ke pegunungan danbersumpah mengusir penjajah dari Vietnam.Tanggal 19 desember jendral Vo Nungyen Giap resmi memerintakan perang perlawanan nasionl, yang di indonesia mungkin lebih dikenal dengan istilah perang rakyat semesta

untuk memperlemah perlawanan bangsa vietnam,orang perancis memptikkan politik pecah belah sebagiamana yang digunakan Belanda di Indonesia,antara lain Perancis membentuk pemerintahan boneka.misalnya pada maret 1949 tercipta persetujuan dengan mantap Raja Bao Dai,untuk memerintah Vietnam yang bersama Kamboja dan Laos tergabung dalam Uni Prancis. Sementara Washington semakin terpengaruh oleh pemikiran bahwa peperangan di Vietnam bukanlah sekadar persoalan perang kolonial, melainkan telah menjadi bagian dari perjuangan global melawan komunisme dalam kaitan Perang Dingin.

Dalam peperangan itu, pasukan Vietminh terdiri sekitar 150.000 orang. Namun hanya sepertiganya yang bersenjata, itu pun senjata ringan. Vietnam saat itu belum memiliki angkatan udara maupun taut. Di pihak lain Prancis datang dengan 100.000 tentara yang terlatih dan bersenjata lengkap, serta menggunakan kekuatan udara maupun laut. Di atas kertas, kemenangan tentu berada di pihak Prancis. Kenyataan di lapangan berkata lain. Prancis hanya menguasai daerahdaerah perkotaan, sementara di pedalaman Vietminh yang lebih berkuasa.

Jenderal Giap yang pelan-pelan mulai menerima perlengkapan bantuan dari Cina, terkadang melakukan ofensif. Namun setiap kali masih dapat ditahan oleh pasukan Prancis pimpinan Jenderal Jean de Lattre de Tassigny. Ienderal Prancis ini dikenal ulet, cerdas dan menjadi inspirasi bagi anak buahnya. Misalnya dalam pertempuran hebat medio Januari 1951, Jenderal de Lattre memimpin langsung pasukannya yang diserang dua divisi Vietminh. Ia berhasil memukul mundur musuhnya yang meninggalkan korban besar. Namun dia tidak bertahan lama karena terkena kanker pada perutnya. Ia meninggal karena sakitnya itu, dan tidak ada pengganti yang semampu dia lagi.

Dien Bien Phu
Peperangan di Indocina semakin tidak popular. Di Prancis sendiri timbal tuntutan untuk menarik diri dari kawasan itu, namun pemerintah bersikukuh bertahan dengan alasan kalau pasukannya ditarik, akan terjadi pembantaian terhadap ribuan orang sipil Prancis dan mereka yang dianggap membantu Bao Dai. Dalam peperangan yang oleh Amerika dianggap sebagai bagian dari Perang Dingin itu, ternyata Uni Soviet bersikap adem-adem saja dan tidak membantu Ho Chi Minh. Pemimpin Soviet Stalin kurang memberi perhatian pada Vietnam. Misalnya terbukti dia bare mengakui Republik Demokrasi Vietnam pada tahun 1950, padahal DRV sudah diproklamasikan sejak 1945.

Tahun 1953 Prancis berhasil memperoleh dukungan Amerika untuk rencana militernya yang ambisius yang diajukan Jenderal Henri Navarre. Dalam konsepnya,Navarre merencanakan penambahan 10 batalion pasukan dan meningkatki jumlah maupun kemampuan tentara pribumi yang berperang di pihak Pranct, Selain itu dalam upayanya mencegah pasukan Vietminh masuk ke Laos,ia membuat perencanaan strategis untuk memblokir gerak musuh. Ia memilih suatu lembah datar, Dien Bien Phu, yang terleta dekat perbatasan dengan Laos untu pangkalan blokade. Pasukan payurng Prancis diterjunkan di tempat itu, lalu membangun dua lapangan terbang kecl untuk hubungan ke luar.

Di Dien Bien Phu pasukan Pranci membuat benteng-benteng bernamakakn wanita. Seperti Claudine, Isabelle, ElaineBeatrice, Ann Murie,Dominique,Gabrelle dan lainya pasukan perancis dilengkapi persenjataan lengkap termasuk altireli dan tenk.jendral Navarre mengharap pasukan jendral Giap akan masuk perangkap di lembah itu untuk dibinasakan.Namun yang terjadi adalah sebaliknya.Diam-diam Vo Nguyen Giap merencanakan mengahabisi Perancis di Dien Bien  Phu.dengan tenang manusia,pasukan Giapmenghelameriam-meriam yang mereka peroleh dari Cina melalui hututan dan pegunungan untuk mengempur benteng Perancis.

Dien Bien Phu akhirnya terkepung.Hebatnya hujan peliru Vieminh tak pernah diperkirakan perancis.sejak pertengahan maret 1954, Jendral Giap mengencangkan jeratanya dengan 50.000 pasukan.Perancis di buat panik kerena bantuan pangan dan misiu hana bisa di datangkan lewat payung dari udara.satu persatu bebtebg Perancis terluar direbut musuh, wilayah semua ini harus di bayar malal oleh Giap.Pertempuran satu lawan satu sering terjadi. Beberapa kali Giap memerintakan serangan, besar namun setiap  kali pula gagal memecah inti pertahanan perancis yang mati-matian melawan.

Ahirnya pada awal Mei,sekitar 16.000 pasukan payung perancis yang mempertahankan Dien Bien Phu mulai kehabisan tenaga dan perlengkapan.satu persatu benteng dalam nya juga jatuh,sore hari itu juga perancis mengibarkan bendera putih dan 11.000 sisa masuk kamp tawana Vietnam.kemenangan Jendral Giap sekaligus menghilangkan kekuatan tawar perancis dalam perundingan yang sedang dilakukan di Geneva.

Teori domino
perundingan Gevea dilakukan tatakala susunan perang dingin semakin menajam.Apalagi peperangan di korea juga masih mengancam.Ahirnya perundingan menghasilkan keputusan yang ditandatangi Juli 1954, yang intinya mengatur pemisahan sementara Vietnam menjadi Utara dan Selatan,engan perbatasan di sepanjang garis paralel ke-17 yang merupakan bebas militer, demilitarized zone. pasukn Vietnam melakukan pengelompokan di utara garis,pasukan perancis di selatan garis.dari perundingan itu,kamboja dan laos juga dinyatakan merdeka.

sekalipun pasukan Vietnam pimpin Ho Chi Minh lebih dominan di seluruh Vietnam,namun di Geneava ternyata Ho hanya memperoleh setengah dari negerinya. Hal ini terjadi karena para pemain kunci di Geneva tidak memberinya alternatif. AS melalui Menlu John Foster Dulles yang sangat antikomunis dalam perundingan mati-matian menjaga agar tangan sampai seluruh Vietnam dikuasai Vietminh yang dianggap komunis. Negara-negara lain seperti Inggris, Prancis, Uni Soviet dan Cina menyepakati penyelesaian sementara seperti itu. Antara lain mencegah campur tangan Amerika secara langsung di kawasan itu.

Sesudah penandatanganan, AS yang kala itu dipresideni Dwight Eisenhower, segera bertindak memperkuat Vietnam Selatan yang diharapkan dapat dijadikan benteng untuk mencegah ekspansi komunis diAsia Tengara. sekaligus As juga membentuk Pakta Pertahanan Asia Tenggara atau SEATO yang beranggotakan AS, Prancis, Inggris, Australia, Selandia Baru, Thailand, Filipina dan Pakistan. Menyadari bahwa Selatan yang diperintah Bao Dai lemah, AS diam-diam mencari pemimpin baru bagi Vietnam Selatan. Akhirnya figur Ngo Dinh Diem yang dipilih AS.

Usaha AS didasari ketakutannya jika Utara sampai menguasai Selatan, negaranegara sekitarnya satu persatu juga akan menjadi negara komunis. Dalam konteks Perang Dingin, hal itu akan menjadi malapetaka bagi AS. Hal seperti inilah yang dinamakan “teori domino”, yakni seperti deretan kartu domino yang diberdirikan akan jatuh berurutan manakala salah satu dari kartu tersebut menjatuhi yang lain. Ungkapan teori ini pertama kali disampaikan Presiden Eisenhower dalam suatu konferensi pers pada 7 April 1954, dan selanjutnya akan menjadi ungkapan yang paling banyak dipakai untuk membela keterlibatan AS dalam Perang Vietnam.

Sementara itu untuk mengonsolidasikan kekuasaannya, Ngo Dinh Diem yang menjadi perdana menterinya Kaisar Bao Dai, pada 1955 menantang Bao Dai untuk melakukan referendum, apakah rakyat Vietsel akan memilih nionarki di bawah Boa Dai atau repoblk di bawah Dengan muslihatnyanya, Diem berhasil memenangkan pilihan itu dengan 99 persen suara, dan jadilah is Presiden Republik Vietnam (Selatan). Pemimpin dukungan Amerika ini terbukti memiliki kelemahan. Seperti mau menang sendiri, konsepnya mengenai kepemimpinan politik juga amat terbatas, sehingga sulit berkompromi.Akibatnya perpoiiaan di Vietsel terus bergolak dan AS pun menjadi cemas.

Krisis kian berkembang
Sementara cita-cita Ho Chi Minh mempersatukan kembali negerinya yang dibagi dua di Geneva, tidaklah pernah padam. Sesual Geneva, tahun 1956 akan diselenggarakan pemilu untuk penyatuan kembali Vietnam. Ho tahun 1955 mencoba mendekati Diem, mengajak konsultasi mengenai rencana pemilu. Diem menolak. Sebagai akibatnya, orang-orang pergerakan Vietminh yang berada di Selatan mendesak sebagai akibatnya,orang-orang pengerakan Vitenam yang berbeda diselatan mendesak. Hanoi yang kecewa akan penolakan Diem (dan AS yang berada di belakangnya), kemudian mendorong pemberontakan di Selatan. Tahun 1959, Vietnam Utara menginstruksikan nerjuanxan bersertata di Selatan dan akan aktif membantu.

Hanoi segera membentuk satuan tugas yang dalam waktu dekat kemudian membangun apa yang akan terkenal sebagai “Ho Chi Minh Trail”. Yaitu jalur infiltrasi ke Selatan yang panjangnya ratusan mil. Dengan “jalur tikus” yang sebagian melewati wilayah Laos, Hanoi mengirim orang dan peralatan ke Selatan. Sepeda banyak dipakai untuk pengangkutan ha- rang, sehingga diperlukan waktu rata-rata satu bulan untuk mencapai wilayah Vietnam Selatan.

Sementara di Washington Presiden John F. Kennedy (JFK) menggantikan Eisenhower. Ia dibantu trio terdekatnya yang kebetulan semuanya hawkish: Menlu Dean Rusk, Menhan Robert McNamara dan McGeorge Bundy sebagaibos dewan keamanan nasional. Sebelum serah terima jabatan, Eisenhower mengingatkan JFK tentang pentingnya Indocina. Karena jika kawasan itu sampai jatuh ke tangan komunis, seluruh Asia Tenggara akan jatuh pula. Karena itu tidak mengherankan jika Vietnam segera menjadi perhatian utama pemerintahan Kennedy. Para penasihatnya bahkan mengusulkan agar AS segera melakukan intervensi militer untuk mempertahankan Vietnam Selatan, sementara negara-negara sekutunya feel? itaRi ‘a ‘MO ta’farfalis Wieriers Cak agar AS tidak terlalu jauh terlibat di Vietnam.

Di dalam negeri, JFK menghadapi tekanan. Di satu pihak para pembantu terdekatnya mendesak agar lebih berani dalam membantu Vietsel, sedang di pihak lain lawan politiknya yaitu Partai Republik, akan mengecapnya sebagai orang yangpaling bertanggung jawab manakala Asia Tenggara “sampai hilang”. Tuduhan seperti ini juga diterakan kepada Presiden Truman tatkala kaum komunis pimpinan Mao Zedong berhasil rnengalahkan kaum nasionalis di Cina. JFK juga takut mengalami kekalahan untuk kedua kalinya dalam Perang Dingin sesudah kekalahan pertama dalam peristiwa Bay of Pigs di Kuba tahun 1961. Pada peristiwa ini pendaratan pasukan anti-Castro yang didukung AS gagal dan dihancurkan oleh pasukan Kuba yang setia kepada Fidel Castro.

Karena itu meskipun Kennedy masih mampu bertahan untuk tidak melakukan intervensi militer langsung di Vietnam, namun karena komitmennya untuk mempertahankan Vietsel, ia mulai mengirim penasihat militer ke Vietnam. Makin hari jumlahnya semakin banyak. Tidak jarang mereka bukan hanya menjadi penasihat tetapi juga memimpin pasukan Vietsel dalam memerangi gerilyawan komunis yang disebut Vietkong. Menjelang akhir 1963, jumlah personel militer Amerika di Vietnam telah meningkat menjadi 16.000 orang!

JFK juga mengirim penasihat Gedung Putih Walt Rostow dan penasihat militernya, Jenderal Maxwell D. Taylor ke Vietsel untuk mencari fakta. Laporan mereka menunjukkan betapa krisisnya Vietsel, baik politik maupun militer. Mereka mengusulkan AS lebih membantu tentara Vietsel dengan perlengkapan termasuk kemampuan lintas udara, serta mengirim 8.000 pasukan infanteri Amerika yang diam-diam perlu ikut bertempur melawan Vietkong yang semakin kuat di daerah delta Mekong. Namun usulan ini ditolak karena jumlahnya dianggap terlalu kecil. Menhan McNamara mengusulkan pengiriman enam divisi pasukan atau sekitar 200.000 orang.

Doktrin Kredibilitas
Kennedy menghadapi dilema: tidak ingin memperluas komitmen militer AS di Vietnam, namun di lain pihak khawatir dengan perkembangan krisis politik dan militer di Vietsel. Akhirnya JFK memakai apa yang disebut “Doktrin Kredibilitas”, yaitu doktrin untuk menunjukkan kepada kawan maupun lawan bahwa dalam Perang Dingin, AS memiliki komitmen, ketegasan, determinasi dan dapat diandalkan. Semua ini demi mempertahankan kredibilitas dan posisi AS di dunia internasional. Doktrin ini mula-mula mendampingi teori domino namun pelan-pelan mengeser teori tersebut, karena pemerintahan JFK tidaklah sebegitu takutnya akan teori ini dibandingkan Eisenhower. Dengan doktrin itu pula, determinasi AS untuk mempertahankan Vietnam Selatan ditetapkan.

Namun yang dipikirkan Kennedy dengan doktrin itu tidaklah harus berupa keterlibatan langsung dalam perang dengan mengirim pasukan tempur. Tetapi pada awalnya hanya memberi nasihat, membantu perlengkapan dan menerapkan sistem hamlet atau bedol desa memindahkan penduduk dari daerah yang rawan Vietkong.

Semua usaha itu tampaknya tidak mulus, karena pasukan pemerintah Vietsel kurang agresif dibandingkan musuhnya. Sementara situasi ketidakpuasan politik semakin tinggi karena sikap Presiden Ngo Dinh Diem yang kaku. Ia dibantu adiknya, Ngo Dinh Nhu yang bersikap keras dan brutal terhadap kaum oposisi. Kondisi ini menyulitkan Washington, sehingga JFK akhirnya memberi lampu hijau untuk aksi kudeta, yang akhirrnya terjadi pada 1 November 1963. Presiden Diem dan adiknya terbunuh, dan tiga minggu kemudian JFK sendiri juga tewas di Dallas oleh peluru pembunuh.

Penggantinya adalah Wapres Lyndon Johnson (LBJ), yang sejak disumpah sudah menyadan bahwa Vietnam akan menjadi masalah terbesar politik luar negerinya. Ia mempertahankan para pembantu terdekat Kennedy, tetapi berbeda dengan pendahulnya maka LBJ bersikap lebih proaktif dalam soal Vietnam. “Menangkan perang ini’ demikian pesannya kepada para pembantunya.

Di Vietsel sendiri, pemimpin yang baru Jenderal Duong Van Minh dan tentaranya tampak kurang bersemangat dalam melawan Vietkong. Sehingga LBJ kemudian mengirim McNamara ke Saigon untuk mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi. McNamar memperingatkan kekenduran di Selatan yang bahkan cenderung berkomproml dengan pihak Utara. Karena itu McNaman. menekankan perlunya AS meningkatkar komitmen dan keterlibatannya. Sebuah komisi antardepartemen kemudian merekomendasikan rencana operasi Oplan 34-A yang antara lain menggariskan “perlunya dilakukan peningkatan tekanan secara progresif serta meningkatkan pemberiar pelajaran terhadap Vietnam Utara agar menahan politik agresinya”.

Sesuatu harus terjadi!
Sementara di Saigon akhir januari 196terjadi kudeta tidak berdarah. Preside:- Minh digusur, diganti Jenderal Nguye: Khanh. Namun ia pun tidak mampu membuat buat Vietong mundur,bahWa kondisinya semakin jelek.sementara itu perselisihan idiologi antara cina dengan Uni Soviet juga mulai terjadi,yang memberi harga bagi AS barat semenntara lebih nyata diVietnam.satu-satunya rintangan adalah tentang perancis dan Inggris terhadap keterlibatan AS di indonesia.Lebih-lebih timbaangan diam-diam AS untuk meluaskan peperangan ke wilayah Nietnam Utara melalui Oplan 34-A.

sementara rencana perlawanan perang terus disiapkan,AS dalam usaha memperkuat Vestsel melakukan kepungan kenegara-negara sekutu untuk mengirim bantuan,termasuk pasukan ke Vietnam Usaha itu gagal kerena tidak disetujui banyak negara seperti Kanada,Jerman barat,jepang dan lainya sekalipun demikian ada beberapa sekutunya yang bersedia mengirim pasukan,baik sekedar simbolik ataupun untuk bertempur.seperti Australia dan Korea Selatan

Dalam situasisn seperti itu, keingan  Johnson melakukan peperangan ke Utara semakin kuat.Antara lain dipelopori Dubes AS untuk selogan, Jendral Maxweell tayor.Rejim Nguyen Khanh yang semakin tidak berdaya melawan Vietkog, juga mendesakan perlunya peperangan diperluas dengan harapan keterlibatan Amerikan akan semakin dalam.Dari pihak Hanoi dan Vetkong sendiri,meskipun di lapangan mereka terus menekan,tetapi mereka sebenarnya menginginkan penyeselaian meskipun di lapangan menekan, tetapi mereka menginginkan penyelesaian melalui meja perundingan. Antara lain karena khawatir bila AS melakukan eskalasi peperangan dengan menerjunkan langsung kekuatannya.

Menghadapi kesulitan dalam menahan tekanan Utara dan Vietkong, pihak Saigon pada akhir Juli 1964 mempunyai dua pilihan radikal: menyerang Vietnam Utara atau berunding dengan Front Pembebasan Nasional (NLF) yang merupakan induk politik Vietkong. Keputusan jatuh pada pilihan pertama, dan sesuatu harus terjadi untuk merealisasikannya. Oplan 34-A pun secara rahasia mulai dilaksanakan, untuk men dapat alasan bagi eskalasi peperangan guna menghentikan niatan Hanoi menaklukkan Saigon dan menyatukan Vietnam melalui perjuangan bersenjata.

Dengan menuduh Hanoi melakukan invasi ke Selatan, Khanh berkampanye agar rakyat Selatan melawannya dengan “begerak ke Utara”. Ketika itu Dubes Taylor tidak punya bukti bahwa pasukan Vietnam Utara telah masuk dan menyerang Selatan. Sekalipun demikian is mengusulkan AS dan Vietsel tetap menyusun rencana darurat untuk kemungkinan pengeboman, bombing raids, terhadap wilayah Utara.

Insiden Teluk Tonkin
Dengan Oplan 34-A itu, secara rahasia dilakukan serangan komando terhadap tempat-tempat di pantai Vietnam Utara, yang dicurigai menjadi basis untuk menyelundupkan orang dan senjata ke selatan perbatasan. Selain itu kapal-kapal perang AS dalam jarak yang aman juga melakukan patroli dan pemantauan di sepanjang pantai Vietnam Utara di Teluk Tonkin. Penerbangan pengintaian juga dilakukan sampai di atas Laos dengan instruksi kepada para pilot untuk membalas apabila mereka diserang.

Sementara itu awal Agustus terjadi peristiwa yang dikenal sebagai “insiden Teluk Tonkin”. Yaitu serangan oleh kapal patroli torpedo Vietut terhadap kapal perusak Amerika USS Maddox. Serangan di lepas pantai Vietut itu kemungkinan dipicu oleh sangkaan Hanoi bahwa kapal-kapal perang Amerika di Teluk Tonkin telah atau sedang membantu serangan komando Vietnam Selatan. Patroli kapal-kapal perusak Amerika di Tonkin yang diberi nama lode Desoto itu, juga melibatkan kapal perusak USS C. Turner Joy. Kapal ini mengaku mendapat serangan. Namun ternyata ini adalah imajinasi belaka, karena menurut pihak intelijen Amerika sendiri di kemudian hari, apa yang dilihat oleh radar kapal tersebut sebetulnya bukanlah kapal patroli Vietut, namun blips dari kapal perang Amerika lainnya.

Laporan serangan oleh kapal Vieut itulah yang ditunggu-tunggu Gedung Putih dan Pentagon. Presiden Johnson langsung memerintahkan serangan udara balasan. Tanggal 5 Agustus, pesawat-pesawat pengebom-tempur dari kapal induk USS Ticonderoga dan USS Constellation di Teluk Tonkin menyerang empat pangkalan laut Vietnam Utara dan sebuah instalasi perminyakan yang langsung meledak hebat dan terbakar. Sekitar 25 kapal torpedo Vietut dihancurkan. Dalam serangan ini dua pesawat AS ditembak jatuh dari darat, dua lainnya rusak. Pesawat terbang Vietut tidak dijumpai dalam serangan tersebut.

Serangan udara tersebut tidak mengendurkan nyali Hanoi untuk meneruskan aksi dan bantuannya terhadap Vietkong, bahkan serangan Vietkong makin keras dan mulai menewaskan banyak personel militer Amerika di Saigon dan sekitarnya. LB,T kemudian meanitciskan fricrigirim pasukan marinir dan kesatuan tempur lainnya, disusul perintahnya untuk melancarkan operasi udara Rolling Thunder terhadap sasaran militer di Vietnam Utara. Ofensif udara AS di Vietnam dilancarkan sejak 2 Maret 1965, menyertai meningkatnya keterlibatan AS dalam aksi di darat. Vietnam pun telah menjadi perangnya Amerika!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: