DUEL SENGIT di Mount Longdon


Setelah menguasai East Falkland, Port San Carlos, Estancia House, Mount Estancia lalu Mount Vernet, kini pasukan Inggris yang dimotori 3 Para Commandos mengonsentrasikan kekuatannya untuk menggempur pertahanan Argentina yang cukup kuat, Mount Longdon.3 Para yang diperkuat 6 pleton yang dipimpin Letkol HWR Pike.Unit ini dipersenjatai dengan senapan mesin GPMG, rudal antitank Milan, Mortir 81 mm, dukungan 6 meriam altileri gunung 105 mm dan tembakan meriam kapal frigat HMS Avenger (F.185).Selain 6 peleton, 3 Para juga dibantu oleh 29 Cdo Regt RA dan pasukan cadangan dari 2 Para.

Sedangkan pasukan Argentina yang bercokol di Mount Longdon berasal dari 7th  Regiment dan dipersenjatai senapan  mesin berat, mortir dan meriam altileri.Sniper mengendap dari arah ketinggian ,Wirelles Widge juga turut mendukung dan bertugas  menyergap pasukan  Inggris yang berupaya merayap naik ke Mount Longdon.

Untuk menggempur posisi Argentina yang terdiri dari tentara cukup terlatih dan masih memeiliki semangat tempur tinggi serta bertahan di parit-parit, Letkol Pike merancang serangan dadakan pada malam hari.Lewat perlindungan gelapnya malam dan dinginnya salju, Pike menggelar doktrin tempur senyap dengan mengutamakan pemakaian pisau bayonet.Konsenyrasi pasukan lalu dipusatkan ke tiga titik serbuan yang ditandai dengan nama sandi permainan rugby yakni Fly Half, Full Back dan Wing Forward.Sasaran Fly Half dan Full Back yang berlokasi di Mount Longdon akan diserbu pasukan Group B, sedangkan Wing Forward yang merupakan posisi pasukan Argentina di Wirelles Ridge akan disikat pasukan Group A dan C.

Pleton 3 yang teris bergerak maju sambil melakukan pembersihan berhasil menguasai W.Ridge.Kendati terus dihujani tembakan artileri dan senapan mesin, Pleton 3 berhasil mencapai Mount Longdon. Sebenarnya ketika pasukan Para menyerbu maju sambil memekikkan semangat tempur, mereka sempat melewati ladang ranjau.Tetapi pemicu ranjau macet karena tertutup lapisan es dan hanya satu dua ranjau yang bisa meledak.Dari 1.500 ranjau yang dipasang dan kemudian berhasil diamankan pasukan Para, memang hanya dua yang meledak.Jika ribuan ranjau yang meledak itu tidak terganjal lapisan es dan semuanya meledak, jalannya perang Falkland bisa lain dan korban di pihak Inggris pasti banyak.

Perang brutal yang terjadi dalam jarak dekat terus mewarnai medan perang Mount Longdon.Mount Tragedi penggranatan bunker dan disusul tusukan maut bayonet terhadap pasukan Argentina makin sering terjadi.Tentara Argentina yang kurang dilatih untuk pertempuran satu lawan satuitu makin ciut nyalinya.Kebanyakan memilih kabur dari bunker atau menyerah.Peletonpeleton kecil marinir Argentina yang masih mencoba melawan disikat habis pasukan Para.Perlawanan mati-matian sisa pasukan Argentina di Mount Longdon tetap saja menimbulkan korban.Pertempuran berdarah Mount Longdon mulai berakhir setelah bunker komandan Argentina, Mayor C.Salvadores terhantam rudal Milan.

Dalam tempo tak kurang dari 12 jam, Mount Longdon akhirnya jatuh ke tangan pasukan Letkol Pike.Akibat pertempuran sengit dan terkenal brutalnya itu, 3 Para kehilangan 18 personel dan sekitar 50 lainnya luka-luka.Sedangkan Argentina kehilangan 31 personel, 120 orang luka-luka dan 55 orang lainnya ditawan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: