Artileri Argentina


Bila Inggris cukup memakai L118 Light Gun sebagai andalan elemen artileri darat maka dalam Konflik Malvinas, AD Argentina menggerlar dua tipe meriam tarik sekaligus. Tipe pertama adalah Howitzer OTO-Melara Model 56 Kaliber 105 mm.Selama konflik tercatat AD Argentina menggelar lebih dari 30 unit meriam jenis ini.

Separuh dari meriam itu berasal dari satuan 4th Air Mobile Artillery Groupp, 4 th Airbone Brigade yang ditempatkan di Port Stanley.Sementara sisanya merupakan bagian dari kekuatan satuan 3rd Artillery Group, 3 rd Infantry Brigade dengan kedudukan di Port Stanley dan Goose Green.

Lahir pada pertengahan era 1950-an arsenal rancangan OTO melara (sekarang otobreda) Italia ini tergolong unik.Tingkat mobilitasnya tergolong jempolan.Agar ringkas saat digeser meriam ini bisa diolosi menjadi 11 komponen utama hanya dalam tempo tiga menit saja. Sementara buat merakitnya kembali, waktu yang diperlukanhanya melar satu menit saja.Didesain untuk keperluan pasukan gunung AD Italia, maka tak heran bila Model 56 masuk dalam kategori meriam berbobot ringan (light weight).

Selain untuk keperluan tembakan medan, Model 56 bisa pula dipakai bagi keperluan antitank.Fungsi kedua tadi didapat berkat fleksibilitas posisi pada roda kereta meriam. Posisi tinggi untuk tembakan medan.Sedang posisi rendah berguna pada tembakan rendah. Toh dilihat dari waktu kelahirannya Model 56 termasuk meriam gaek. Buat mengoperasikan meriam secara optimal membutuhkan tujuh orang pasukan. Selain itu dibandingkan dengan zaman sekarang, jarak tembak Model 56 juga terbilang terbatas. Di lingkungan AB Inggris tugas meriam Model 56 digantikan oleh L118 Light Gun.

Tipe kedua yang juga dilibatkan AD  Argentina dalam konflik adalah Howitzer CETIFA kaliber 155 mm. Ditengok dari besarnya proyektil yang dilontarkan, senjata ini merupakan arsenal darat berkaliber terbesar yang diturunkan dalam medan perang ini. Tercatat ada 4 meriam asal satuan 101st Artillery Group AD Argentina yang ditaruh di Port Stanley.

Beda dengan Model 56, CITEFA model 77 masuk dalam kategorimeriam berat.Disimak dari nama, sekilas orang pasti menebaknya sebagai arsenal buatan dalam negeri Argentina. Tebakan tadi tak sepenuhnya benar.Sementara untuk sistim senjatanya sendiri dicomot dari meriam Howitzer swagerak buatan Perancis, AMX Mk. F3 kaliber155 mm. Hal ini bisa dikenali pada desain ujung laras kanon yang sama persis sosoknya. Pada varian terakhir yaitu Model 81, komponen laras diganti dengan buatan asli Argentina.Secara tehnis CITEFA Model 77 punya daya tembak sebanyak empat proyektil untuk setiap menit.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: