Hari Kelabu untuk Penempur AS


Perang Vietnam selama kurun waktu tahun 60-an sampai pertengahan tahun 70-an tak bisa dipungkiri merupakan neraka bagi Amerika Serikat. Kekalahan telak yang berbuntut malu (namun tidak membuatnya jera) membuat trauma sang digdaya. Beberapa kejadian pertempuran yang terjadi makin membuat Amerika hampir tidak punya muka. Salah satunya terjadi pada Jumat, 2 Desember 1966. Militer Amerika menjuluki tanggal ini sebagai Black Friday.

Julukan ini merupakan buntut setelah delapan pesawat tempur AS berhasil dirontokkan rudal SAM, Triple A dan pesawat tempur MiG Vietnam Utara. Namun anehnya, tidak banyak informasi yang bisa diperoleh tentang peristiwa ini.

Peristiwa dimulai pagi hari ketiga sepasukan udara dari Skadron 338 TFW yang berpangkalan di Korat dan Skadron 336 TFW yang berpangkalan di Da Nang serta beberapa pesawat dari skadron lainnya bersiap melakukan operasi penyerbuan fasilitas “pom bensin” (POL) yang merupakan pangkalan MiG Vietnam Utara di dekat Phuc Yen. Sampai saat itu, fasilitas tersebut merupakan fasilitas terbesar dan yang bisa terendus pasukan AS.

Penyerbuan dilakukan dengan keyakinan penuh akan berlangsung singkat dan sukses besar. Bahkan Ken Cordier, pilot kawakan
dari AU AS yang ikut dalam penyerbuan,sempat berujar “We’re on top, the very top!”Hasil penyerhuan akhirnya, fasilitas POL
bisa di hancurkan namun delapan pesawat tempur AS beserta awaknya rontok.

Pesawat pertama yang rontok adalah F- 4C Phantom (64-663) dari Skadron 389 TFS/ 366 TFW yang rontok dihajar rudal antipesawat udara SAM. Satu awaknya berhasil selamat, namun seorang tewas. Pesawat kedua adalah F-4C Phanton: 62– 653 ) dari 480 TFS/ 366 TFW yang he:pangkalan di Rankin, Da Nang, juga rontok akibat hajaran SAM. Namun awaknya berhasil meloloskan diri dari peawat yang terbakar hebat. Walaupun kemudian tertangkap dan menjadi tawanan perang, prajurit ini mampu bertahan hidup dalam tahanan pejuang Vietnam Utara hingga kemudian diadakan pertukaran tawanan saat perang usai. Yang ketiga, pesawat F- 105D dari pangkalan Korat, juga jatuh dihantam SAM. Akibatnya, pesawat bersama-sama pilotnya hancur lebur.

Keempat, adalah pesawat pemotret RF4C Phantom (62-829) dari Skadron 460 TRW yang berpangkalan di Tan Son Nhut. Sebenarnya, pesawat ini berniat mengabadikan peristiwa pertempuran menggunakan fasilitas side-looking airborne radar (SLAR). Namun apa daya, sang fotografer keburu rontok dihajar rudal. Sebelum hancur, pesawat sempat diarahkan dan jatuh di seputarpantai. Hanya saw awak yang berhasil selamat.

Kelima adalah sebuah F-4B Phantom (151014) Black Knights VF-154 milik AL. Pesawat ini berangkat dari kapal induk USS Coral Sea (CVA-43). Korban keenam dan ketujuh adalah dua pesawat A-4C milik AL yang juga berangkat dari USS Coral
Sea. Dan yang teraid-nr Anlab F-4C(637608 dari Skadron 559 TFSi 12 TFW yang dipiloti Ken Cordier.

Rudal SAM yang menghantam pesawatnya membuat kokpit terbakar. Sebelum meloncat keluar, is terlebih dulu memerintahkan asisten pilotnya Captain Bob Lane terlebih dulu eject. Ken akhirnya menjadi tawanan perang di Vietnam Utara selama kurang lebih 7 tahun. Hari itu, pasukan udara AS porak-poranda dilanda SAM dan Triple A milik Vietnam Utara! (gat)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: