Sekilas Stosstruppe


Dibentuk Jerman pada pertengahan 1916 untuk memecah kebuntuan perang parit, ST (Stosstruppe) adalah batalion pembuka jalan untuk pasukan induk (divisi infanteri), perusak konsentrasi musuh dan pemutus supply di garis belakang. Pasukan ini memiliki doktrin tempur yang kuat untuk trench warfare dan close combat di era senapan mesin berat dan ringan sudah menjadi keharusan. Trench warfaresen diri terjadi karena belum adanya strategi dan inovasi untuk meredam senapan mesin dan artillery barrage.

Dikategorikan light infantry dan elit dengan unsurnya speed andsurprise dan dikatakan mobile warfare di PD I walaupun bukan kavaleri dan belum didukung halftrack atau schutzenpanzer kala itu. Doktrin tempur ST adalah fight, speed and surprise. ST dilatih dan dibentuk untuk memiliki kemampuan improvisasi di medantempur. Seperti senjata mulai dari gigi si serdadu, lima sampai enam granat potato masheryang di ikat dalam satu tangkai, sekop yang satu sisinya diasah, karakeling dan lainnya. ST dilatih pula menggunakan senjata produksi lawan, memahirkan dan merawatnya.

Mereka maju ke medan tempur meninggalkan segala perlengkapan yang tidak perlu. Alhasil hanya membawa senjata dengan amunisi secukupnya, canteen, bread packberisi granat, sekop, bayonet dan karakeling.

Sebelum assault dilakukan, pola bombardment berhari-hari dansecara linear yang umum diterapkan kedua pihak bertempur untuk saling menyerang dan bertahan, ditinggalkan ST. Bombardment dilakukan hanya dalam hitungan jam, pada sektor atau titik tertentu yang ingin dibuka namun intense, dan menggunakan tipuan bombardment pula di sektor lain. Setelah terbuka dan menerobos, ST terus bergerak meninggalkan garis atau titik yang telah dinetralkanyang akan diisi unit line infantrylainnya.

Sekutu dan Rusia terutama saat pertempuran Verdun dan Tannenberg pertengahan 1917 dan Kaiserschlatchawal1918, herdecak kagum dan segan dengan kemampuan mereka. Karena pola tempur yang statik saat itu, ST justru merusak konsentrasi musuh dan melakukan terobosan garis pertahanan yang cepat dan dinamis.

Pola latihan dan doktrin tempur ST dipakai sebagi dasar Waffen-SS ditambah teori maupun praktik tempur lainnya. Selain pola ketahanan fisik dan mental awak U-boat. Pelatihan dan doktrin tempur seperti inilah yg diinginkan Hausser, Steiner dan Montigny. Yaitu nantinya untuk urusan artillery support, air supportatau yang berat lainnya adalah urusan Wehrmacht, sedangkan Waffen-SS sebagai real infantry pembuka jalan. Doktrin Waffen-SS sendiri kemudian menjadi: light, speed and aggression. (Dellyanto Soewandi)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: