7th Panzer Division/Ghost Division, AKSI KILAT GHOST DIVISION


Selama PD II, 7th Panzer Division merupakan salah satu unit armored yang menonjol Divisi ini menjadi terkenal saat Battle of France pada 1940, di bawah komando Erwin Rommel. Bahkan gelar Ghost Division didapat dari pertempuran ini.

Awalnya 7th Panzer Division merupakan 2nd Leichte Division. Light Division ini dibentuk pada 10 Oktober 1938 di Gera, Thuringen di bawah pengawasan Wehrkreis IX. Tugas pertamanya adalah invasi ke Polandia pada 1 September 1939.

Bersama 3rd Leichte Division, 2nd Leichte Division membentuk XV Mot. Korps, di bawah 10. Armee, Heeresgruppe Siid Army Group South) yang dikomando Generalleutnant Stumme. Panzer Abteilung 66 memiliki 62 tank yang tersedia. Kebanyakan Panzerkampfwagen (PzKw) I dan II, di samping PzKw. III dan IV.

Serangan ke Polandia dimulai dari Homeck di Silezia di arah Kielce dan Radom. Kota terakhir sudah dicapai pada 9 September, tanpa perlawanan terlalu berat. Dan sini, serangan berlanjut ke wilayah barat Warsawa (pertempuran sekitar Bzura) dan lebih iauh ke arah Modlin Dilanjutkan dengan pengepungan ke arah selatan Warsawa. Di sini perang berakhir pada 27 September 1939. Perintah untuk kembali ke gamisun dikeluarkan pada 1 Oktober 1939. Baru pada pertengahan Oktober Divisi ini tiba kembali di Thuringen. Berdasarkan pengalaman di pertempuran Polandia, Leichte Divisionen 1-4 direorganisasihingga sepenuhnya menjadi Panzer Divisionen, bernomor 6-9. Sementara itu 2nd Leichte Division diberi nama 7th Panzer Division pada 18 Oktober 1939.

PERTAMA KALI - Group Panzer sedang menialani latihan teknik member, sinyal di Prancis.

Tidak hanya nama yang diubah, namun divisinya juga betul-betul direorganisasi menjadi struktur orijin Panzer Divisionen. Sementara Panzer Abteilung 66 tetap menjadi bagian dari divisi. Bersama resimen Panzer 25, yang terdiri dari 2 Abteilungen. I/PzReg 25 yang sudah terbentuk dan II/ PzReg 25 yang dibentuk dengan memberi nama I/PzReg 23 pada 1-1-40. Dua infanteri regiments (Kavallerie Schutzen Regimenten) 6 dan 7 dikelompokkan sebagai Shutzen Regimenten 6 dan 7 di bawah Schutzen Brigade 7.

Invasi ke Prancis

Setelah sukses merampungkan pertempuran Polandia, Hitler memperbolehkan Erwin Rommel untuk memilih kesatuan yang ingin ia pimpin.

Meskipun Rommel tidak memiliki pengalaman praktis dalam tank warfare, ia meminta Panzer Division. Tanggal 15 Februari 1940, ia resmi mengambil alih komando General Hoth. Komando atas 7th Panzer Division pun resmi dipegang Romel.

Sebuah Flak 38 kaliber 2 cm pada SdKfz 7/1 hall-track mempertahankan benteng instalasi di selatan Prancis. Kombinasi ini diperkenalkan pertama kalinya pada tabun 1941. Dengan didukung 10 awak.

Perubahan besar yang lain adalah PzKw 38 (t) tank mengganti kebanyakan tank yang keluaran lama. Terutama PzKw I. Tank ini aslinya Czech TNHP. Dipaksakan masuk iaiaran tugas, dan sudah masuk produksi untuk Wehrmacht. Tank ini superior dibandingkan dengan PzKw I dan II. Selain itu memiliki kemampuan tembakan yang sama dengan PzKw III. Bahkan lebih cepat.

Perubahan di tank, memperbaiki kemampuan pertempuran bagi divisi secara besar-besaran. Namun karena perubahan ini bare dimulai pada 2-40, jadi masih belum rampung sebelum 5-40. Jadilah Divisi memulai pertempuran dengan 170 tank. Tak lama sebelum invasi Prancis, company of motorized heavy guns (Heerss.IG-Komp 705, dengan 15 cm heavy infantry guns berbasis PzKw) ditempelkan pada divisi tersebut.

Tanggal 10 Mei 1940, Invasi ke Prancis dan Low Countries (kode Fall Gelb) dimulai 7th Panzer Division kembali menjadi bagian XV Mot. Korps. Kali ini bersama 5th Panzer Division, di bawah 4. Armee, Heeresgruppe A. Divisi ini merupakanbagian dan kekuatan penyerangan, yang seharusnya menembus Ardennes. Melampaui Meuse di belakang kekuatan utama sekutu ke Terusan Inggris untuk memotong kekuatan utama.
Divisi berangkat pagi-pagi buta tanggal 10 Mei 1940, menyeberang perbatasan Jerman-Belgia dan menyeberang menembus Ardennes, mencapai Meuse pada 12 Mei. Dibutuhkan dua hari berikut bagi divisi untuk membuat jalan pintas melewati Meuse di sekeliling Dinant. Segera Rommel mempersiapkan barisan tempur, searah Terusan Inggris. Barisan ini diatur secara brilian. Hanya satu kemunduran yang hams dihadapi. Yakni perlawanan Inggris di Arras pada 21 Mei.

Untuk memecah koridor yang dibentuk oleh Panzer, dua resimen tank Inggris merangsek ke barisan 7th Panzer Division. Tank Inggris menyerang dengan berlindung di balik hidung bajanya. Akibat serangan, divisi mengalami kehilangan yang serius. Tidak biasanya, Rommel bereaksi dengan panik. Namun ia tetap mampu menahan pergerakan musuh. Dengan berkonsentrasi pada seluruh kekuatan artileri yang ada, Rommel bertahan Anti-aircraft gun kaliber 88 mm termasuk kekuatan yang ia andalkan. Dan untuk pertama kalinya senjata antiaircraft digunakan melawan sasaran darat.

Tidak sia-sia, Rommel berhasil menghancurkan tank Inggris. Rommel pun keluar dari pertempuran dengan meraih reputasi sebagai “tank leader” dengan gayanya tersendiri. Kelak, Rommel memanfaatkan pengalaman suksesnya ini di pertempuran di gurun Utara Afrika hingga memberi keuntungan.

Serangan kemudian berlanjut hingga pengepungan pasukan sekutu di sekitar Dunkirk, hingga 30 Mei. Divisi ini kemudian diberi istirahat di belakang garis depan hingga 5 Juni 1940. Baru kemudian tahap kedua pertempuran dimulai.

Ghost Division

Pertempuran tahap kedua dimulai pada 5 Juni. Kembali divisi ini menjadi bagian dari XV Panzer Korps (bersama 5th Panzer Division) 4. Tujuannya adalah menyeberangi Somme dan mencegah evakuasi dari dermaga terusan. Divisi ini merangsek ke area Weygand-line yang dipertahankan AD ke-10 Prancis. Caranya, kedua Divisi Panzer membuat “lubang” di garis depan hingga memisahkan Korps AD ke 9 dan ke 10 Prancis. Dengan kebanyakan 7th Panzer Division memimpin, PK XV mendorong masuk dengan cepat. Dua hari kemudian, Divisi-divisi Panzer Jerman tersebut sudah mencapai Forges-es Eaux. Dan hari berikutnya mencapai Seine di Rouen. Hingga akhimya pada 10 Juni, Jerman berhasi menduduki kota.

MEMIMPIN PASUKAN - Jenderal Erwin Rommel Nengahl, komandan 7th Panzer Division, memimpin pergerakan panzer ke Terusan Inggris pada Mei 1940.

Kini 7th Panzer Division berbelok ke kanan, ke arah Pesisir Terusan yang berhasil dicapai pada hari yang sama. Serangan terhadap St. Valery pun dimulai. Kota di pesisir ini berhasil dikuasai pada 12 Juni. Ini berarti akhir dari pengepungan Korps AD ke-9 Prancis, termasuk mayoritas British 51st Highland Division. Sekitar 46.000 tahanan berhasil ditangkap.

Pergerakan terus berlanjut hingga mencapai Cherbourg pada 19 Juni. Meskipun divisi bergerak dengan kecepatan luar biasa, divisi dengan 37. Aufklarungs Battalion di depan, terlalu terlambat untuk mencegah evakuasi Inggris besar-besaran dari dermaga Cherbourg.
Setelah istirahat sebentar, divisi berputar kembali ke selatan. Tidak ada lagiperlawanan yang ditemukan setelah itu. Bergerak menembus Cotentin dan Bretagne, divisi menyeberang Loire di Ancenis. Saat gencatan senjata pada 25 Juni, 7th Panzer Division berada di selatan Prancis. Divisi kehilangan 2.624 pasukannya yang tewas, terluka atau hilang Sebanyak 42 tank hancur total.

Kemudian 7th Panzer Division ditempatkan di Bordeaux. Baru empat hari kemudian divisi dipindahkan ke Charters dan menetap hingga 24 Juli. Saatnya bagi 7th Panzer Division bersiap untuk Operation Seelowe. Pada pertengahan Desember, divisi dipindahkan kembali ke Bordeaux hingga 14 Februari 1941. Divisi kemudian dipindahkan ke Bonn-Bad Godesberg. Pada periode ini, Rommel dipromosikan menjadi komandan Afrika Korps. General-major von Funck pun mengambil alih komando.

Bersamaan dengan itu, 3″ Abteilung di bawah PzReg 25, dibentuk pada 19 Februari 1941. Pembentukan dilakukan dengan mengubah nama PzAbt 66. Tanggal 6-10 luni, kereta angkut membawa divisi ke Prussia Timur di timur Lotzen. Divisi ini ditugaskan menyerang Uni Soviet dalam Operasi Barbarossa.

Rommel bersama perwiranya tengah membaca peta untuk mengatur strategi. Bagi Rommel yang penting adalah memimpin pasukannya dari dekat.

Meskipun hanya ada tank PzKw 38 dan PzKw IV, divisi berada pada posisi puncak dengan kekuatan penuh. Sementara Resimen Schutzen sebagian dilengkapi dengan half-:rack untuk memudahkan mobilitas.

Dalam Operasi Barbarossa, 7th Panzer Division bertempur di Eastern Front hingga musim semi 1942. Saat itu 7th Panzer Division dikapalkan ke Prancis untuk rehabilitasi. Awal 1943, 7th Panzer Division kembali ke amur dan digunakanuntuk mendukung garis depan setelah pertempuran di Stalingrad. Bersama Army Group South, 7th Panzer Division terus bertahan saat garis depan terdorong mundur hingga Ukraina.

Juli 1944, 7th Panzer Division dipindahkan. ke Army Group Center dan bergerak maju ke utara untuk melawan Lituania dan Courland. Meskipun berusaha keras, 7th Panzer Division terus terdorong ke barat seining terdorongnya garis depan. Akhirnya di pengujung perang, Mei 1945, 7th Panzer Division menyerah kepada Soviet di Schwerin, Pomerania.

Menilik aksi 7th Panzer Division di Prancis, bisa dilihat bagaimana 7th Panzer Division bergerak. Divisi ini bergerak dengan kecepatan luar biasa menembus Prancis dengan cakupan yang luas. Di Pertempuran Prancis inilah 7th Panzer Division mendapatkan julukan “Ghost/Phantom Division” atau Gespenster-Division. Terutama karena kecepatannya dan karena tidak ada yang tahu keberadaannya. Bahkan Komando Tinggi Jerman juga tidak.

Rommel sangat menghargai pentingnya kebersamaan dengan pasukannya. Ia mengomandoi pasukan dari garis depan. Ia bahkan tak segan memutus komunikasi dengan Komando Tinggi jika is tak ingin diganggu. Bagi Rommel yang penting bertindak dulu barn nanti penjelasan.

Sampai-sampai Rommel dikritik stafnya karena tidak dapat dihubunz: maupun diketahui keberadaannya.
bagi Rommel, Pertempuran Prancis adalah “a lightning tour of France”. (don)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: