Seribu Trik Memburu Informasi

December 25, 2010

 

“Kemungkinan untuk merekrut dan menembus Rusia sama mustahilnya dengan menempatkan mata-mata di planet Mars.” Untuk itu memang diperlukan teknik dan cara khusus untuk menembusnya.

Selain Nikita Khrushchev, tokoh komunis yang juga merepotkan AS adalah Fidel Castro. Berbagai obat pelumpuh telah diciptakan untuk menyabot pimpinan Kuba ini. Lucunya, di antara senjata rahasia ini adalah obat perontok jenggot. Maksudnya, ternyata hanya untuk mempermalukan dia di muka publik.

Dalam tradisi intelijen ada pedoman, bahwa produk intelijen adalah data peringatan dini yang sangat penting (bagi penggunanya atau user). Untuk itu setiap agen atau perwira intelijen harus mencari informasi yang diinginkan dengan cara yang cerdas dan menyerahkannya tepat waktu. Maka, segala cara pun ditempuh untuk bisa mendapatkan informasi yang selalu ditempatkan pada prioritas pertama. Apakah itu Mossad, Badan Intelijen Negara (Indonesia), atau CIA, badan intelijen dari berbagai negara, telah menapaki sejarahnya sendiri hingga menemukan teknik-teknik yang sesuai dengan medan dan musuh yang dihadapi.

Perjalanan dan pengalaman di medan operasi memang akan menuntun setiap badan intelijen memiliki pedoman yang khas. Tak terkecuali CIA. CIA pernah menapaki pengalaman yang cukup dramatis dalam perjalanannya memburu berbagai informasi penting dari wilayah Uni Soviet atau Rusia seteru terbesarnya yang paling “mengganggu” di masa Perang Dingin. Buku The Official CIA Manual of Trickery and Deception (2009) yang disusun H Keith Melton dan Robert Wallace menyadarkan orang bahwa pada dasawarsa 1950-an mereka sampai menyiapkan laboratorium khusus untuk menembus “tebalnya tembok pertahanan” Uni Soviet. Laboratorium itu diberi nama Technical Services Division. Read the rest of this entry »


Struktur Organisasi CIA

December 25, 2010

“My Administration is creating an unprecedented level of openness in government. We will work together to ensure the public trust and establish a system of transparency, public participation, and collaboration.”

— President Barack Obama, January 21, 2009

Kantor Pusat CIA di Langley, Virginia

Dunia intelijen dibuat terkejut ketika Maret 2009 lalu terpampang pengumuman perekrutan calon agen CIA di berbagai media. Mulai dan radio, televisi, media cetak hingga media online bahkan hingga ke jejaring Facebook dan Youtube. Bisa dikatakan format dan frekuensi penayangan iklan yang gencar tersebut termasuk tidak umum dan menyalahi pakem di dunia intelijen yang misterius. Biasanya rekrutmen seorang agen intellien bersifat tertutup dan langsung to the point ke orang-orang yang dituju. Read the rest of this entry »


Beda CIA dan FBI

December 25, 2010

CIA dan FBI adalah bagian dari 16 elemen komunitas intelijen AS di bawah Director of National Intelligence (DNI). Jika melihat sepintas, dua lembaga ini terlihat mempunyai pekerjaan yang saling tumpang tindih. Masyarakat awam sering dibuat bingung dengan eksistensi keduanya yang terlihat sangat aktif dan atraktif menjalankan fungsi intelijen AS. Keduanya menjalankan fungsi pengamanan, intelijen dan penegakan hukum federal.

Namun sebenarnya dua lembaga ini sangat berbeda. Perbedaan paling menyolok adalah tempat bernaung dan lokasi kerja. CIA, walaupun dalam komunitas intelijen berada di bawah DNI, sesungguhnya adalah lembaga intelijen mandiri. la tidak bernaung pada departemen tertentu. Sebelum berada di bawah DNI, CIA berada langsung di bawah presiden. Lembaga ini memiliki kedekatan khusus dengan presiden. Read the rest of this entry »


TIMELINE

December 19, 2010

 

Presiden Harry Truman

  • 13 Juni 1942:

Presiden Franklin D Roosevelt menandatangani perintah pendirian Dinas Intelijen Strategis (the Office of Strategic Services/ OSS) menggantikan Kantor Koordinator Intelijen (Coordinator of Intelligent/C01) dan mengangkat William J. Donovan sebagai Direktur.

  • 1 Oktober 1945:

Presiden Harry S Truman mengeluarkan surat perintah no. 9621 untuk menghapus OSS dan memindahkan fungsinya ke dalam Deparlemen Luar Negeri dan Peperangan.

  • 22 Januari 1946:

Presiden Truman menandatangani surat perintah pembentukan Central Intelligence Group di bawah National Intelligence Authority dan mengangkat Laks. Muda Sydney W. Souers sebagai Direktur. Read the rest of this entry »


Kontroversi Soekarno-Allen Pope

December 19, 2010

CIA juga pernah kena batunya di Indonesia. Selain tidak bisa menjinakkan bahkan berkali-kali gagal membunuh- Presiden Sukarno, CIA dibuat malu dan dipermainkan oleh Presiden Pertama RI itu. Pemicunya adalah tertembaknya pesawat PRRI/ Permesta yang ternyata dipiloti oleh Allen Lawrence Pope. Dari dokumen yang disita, terbukti Pope adalah anggola CIA.

Soekarno memainkan bola panas Pope ini dengan memperdayai dua Presiden AS sekaligus yaitu Eishenhower dan JF Kennedy. Dengan licin Soekarno memelintir keduanya sehingga terpojok dan menukar Pope dengan beberapa keperluan Indonesia. Salah satu di antaranya adalah terbentuknya skadron angkut (pesawat) Hercules bagi TNI AU. Pope yang sempat disidang dan terancam hukuman mati, akhirnya dibebasan diamdiam saat permulaan hari.


CIA, Dinas Intelijen Terbesar Didunia

December 19, 2010

Perang ini tak akan berakhir sampai semua kelompok teroris dunia ditemukan, dihentikan dan dikalahkan!” Cuplikan pidato Presiden George W. Bush, semhilan hari setelah Serangan 9/11 ini menjadi arahan baru sekaligus cambuk bagi CIA untuk berbenah diri. Tak banyak orang tahu bahwa di ball nama besarnya, CIA ternyata tengah dilihat berbagai masalah

Petaka pener- bangan bunuh diri ke beberapa gedung simbol perdagangan dan pertahanan Amerika pada 11 September 2001 atau yang biasa dikenal sebagai Peristiwa 9/11, tak ayal menjadi momentum tersendiri bagi Dinas Intelijen Pusat AS atau CIA untuk berbenah. Ulah teroris internasion- al yang menewaskan sekitar 3.000 warga AS itu seolah membenarkan tudingan bahwa CIA tengah meng- hadapi masalah yang sangat serius sekaligus kronis. Read the rest of this entry »


CIA & Perang Melawan Terorisme

December 19, 2010

Perang Dingin yang berlangsung selepas Perang Dunia II dan baru berakhir pada 1991 tepat tatkala Uni Soviet runtish, seolah telah “memberi jalan” kepada CIA untuk meraih ketenaran namanya. Mereka dipuji karena berkat perjuangan yang gigih dari para perwira intelijennya yang tersebar di berbagai negara, telah berhasil meredam ambisi komunis Uni Soviet yang digambarkan seolah ingin menguasai dunia.

"Perang ini tak akan berakhir sampai semua kelompok teroris di dunia ditemukan, dihentikan dan dikalahkan!" Demikian Presiden George W. Bush menyatakan perang terhadap teroris, sembilan hari setelah Peristiwa 9/11. Bersama Direktur CIA di masa serangan itu terjadi, George Tenet

Dalam konteks perang informasi, pernyataan tersebut memang telah menjadi semacam retorika. Sebab, tanpa musuh yang besar, mustahil dunia akan mau mengakui kehebatan operasioperasi rahasia yang mereka gelar. Dalam buku CIA: Dinas Intelijen Paling Berpengaruh di Dunia ini Anda di antaranya akan kami ajak mengikuti debut para perwira CIA, yang dengan berbagai trik dan keberaniannya, berupaya menggagalkan serangan global Soviet. Read the rest of this entry »