Krisis Teluk Tonkin


INSIDEN Teluk Tonkin yang merupakan per­tempuran kecil di laut ternyata dipelintir oleh AS untuk mclancarkan agresi ke Vietnam. Peperangan yang dikalim untuk melawan kekuatan komunis itu mengakibatkan malapetaka yang luar biasa bagi AS.

Lukisan yang dibuat oleh Commander E.J. Fitzgerald (atas) yang menggambarkan USS Maddox (DD-731) sedang menghalau tiga kapal torpedo Vietnam Utara. Asap yang mengepul mengindikasikan kapal torpedo NVA terkena tembakan.

Pada tanggal 2 Agustus 1964 kapal perusak AS, USS Maddox (DD-731), sedang melaksanakan patroli bersandi De Soto di Teluk Tonkin. Perairan internasional di kawasan Asia Tenggara ini diklaim sebagai wilayah yang berada di bawah pcngawasan AS untuk menghadapi komunis. Misi USS Maddox yang berlayar sekitar 45 km dari pantai Vietnam Utara sebenarnya sengaja mengawasi perairan Teluk Tonkin sekaligus melaksanakan misi intelijen tcrhadap Vietnam Utara yang saat itu sudah mulai memerangi Vietnam Selatan. Misi pelayaran USS Maddox yang sengaja mengundang konflik itu berhasil ditangkap radar Vietnam Utara. Tak berapa lama kemudian, tiga unit kapal torpedo Vietnam Utara, P-4 ,tampak meluncur lalu melaju mendekati USS Maddox seolah mau menyerang. /v1elihat manuvcr tiga kapal torpedo Vietnam Utara, komandan USS Maddox, Kapten Herrick, memerintahkan untuk menembaknya. Meriam 5 inci (127 mm) USS Maddox pun menyalak dan membuat tiga kapal torpedo P-4 Vietnam bergerak berpencar lalu menembakkan senapan mesin kaliber 12,7 mm sambil bergcrak zig-zag menjauh.

Profil USS Maddox di perairan Teluk Tonkin

Untuk meyakinkan situasi benar-benar aman dari ancaman P-4, sejumlah pesawat tempur F‑8E Crusader yang berpangkalan di kapal induk USS Ticonderoga (CV-14) diluncurkan dan segera mcakukan pengejaran. Konon sergapan pesawat tempur AL AS itu berhasil menenggelamkan satu unit P-4, merusakkan satu unit P-4 lainya, sedangkan P-4 yang satu lagi berhasil kabur. USS Maddox yang hanya mengalami kerusakan tak berarti akibat tembakan satu butir peluru senapan mesin kaliber 14.5 mm milk P-4 melanjutkan pelayarannya dan kemudian bergabung dengan rekannya kapal perusak USS Turner Joy.

Satu unit kapal terpedo Vietnam Utara melesat di bawah hujan tembakan USS Maddox. Asap di belakang kapal terpedo adalah ledakan peluru meriam yang jatuh di air.

Insiden Teluk Tonkin itu sampai ke Washington, tapi Presiden Johnson menolak berkomentar dan memcrintahkan misi De Soto dilanjutkan lagi. Tanggal 4 Agustus, USS Maddox dan USS Turner joy melaksanakan patroli bersama di sepanjang Teluk Tonkin yang berjarak sekitar 18 km dan pantai Vietnam Utara. Misi patroli dua destroyer AS dalam cuaca buruk sontak berubah tegang ketika radar kapal menangkap adanya serangan dari kapal­kapal torpedo Vietnam Utara. USS Maddox dan USS Turner Joy pun melakukan manuver untuk menghindari serangan torpedo sambil melepaskan tembakan gencar ke sasaran scsuai yang ditangkap radar.

Mayjen Walt didampingi Admiral Ulysses S. Grant Sharp, Commander-in Chief, Pacific, sedang mengadakan brifing kekuatan AL AS di Vietnam.

Laporan serangan torpedo terhadap dua des­troyer itu sampai ke Washington dan kali ini men­dapat tanggapan yang serius dari Presiden Johnson. Tanpa perlu meminta persetujuan Kongres AS, Presiden Johnson memerintah AU US dan AL AS untuk melancarkan serangan udara tcrhadap pangkalan kapal-kapal torpedo Vietnam Utara.

Operasi gempuran udara bersandi Pierce Arran itu dilancarkan pada 5 Agustus siang hari. Puluhan pesawat pengebom tempur F-8 menghantam pangkalan kapal-kapal torpedo Vietnam Utara yang berbasis di Quang Khe. Serangan serupa dilanjutkan lagi oleh pesawat tempur yang berpangkalan di USS Constlellation dengan sasaran pangkalan kapal-kapal torpedo di pelabuhan Hon Gai. Sekitar 25 kapal patroli torpedo Vietnam Utara berhasil dihancurkan.

Serangan udara AS ke Vietnam Utara dengan tujuan melawan kekuatan komunis itu ternyata langsung disetujui oleh Kongres AS. Pada tanggal 7 Agustus Senat AS bahkan memanggil Presiden Johnson dan mengangkatnya sebagai panglima tertinggi pasukan AS yang akan dikirim ke Vietnam dalam jumlah besar. Sebagai panglima tertinggi, Presiden Johnson diberikan wewenang dan komando penuh terhadap semua pasukan AS di Vietnam termasuk fasilitas apa pun yang akan dibutuhkan dalam pertempuran. Pasukan dan persenjataan AS dalam jumlah besar pun kemudian dikirim ke Veitnam hingga akhirnya mencapai lebih dan dua juta personel.

USS Ticonderoga (CVA 14) tengah menyiapkan pesawat tempurnya.

Kehadiran pasukan AS di Vietnam yang diharapkan akan memenangkan perang secara mudah ternyata jauh dari harapan. Sejumlah kota yang menjadi markas besar pasukan AS di Vietnam seperti Saigon, Bien Hoa, Hanoi, dan lainnya justru rawan serangan gerilya Viet Cong dan mulai memakan korban prajurit AS. Kecaman mulai muncul dan politisi AS yang membuat Presiden Johnson berang dan tak sabar.

Lieutenant Commander Dempster M. Jackson, USN, Executive officer USS Maddox (DD-731), berdiridi samping bekas lubang peluru yang ditembakkan oleh senapan mesin kapal torpedo Vietnam Utara

Untuk menunjukan bahwa operasi militer AS di Vietnam sukses, Presiden Johnson kemudian memerintahkan militer AS melancarkan operasi tempur skala besar yakni Operation Flaming Dart di kota Da Nang. Tapi operasi tempur yang didominasi oleh gempuran udara itu tak membuat perlawanan gerilya Viet Cong surut. Serangan balasan Viet Cong yang dilancarakan di kota Qui Nhon bahkan berhasil menewaskan 21 tentara AS. Presiden Johnson pun makin berang dan memerintahkan untuk segera dilancarkan operasi tempur Flaming Dart II.

Aksi pemboman di Brinks Hotel yang dilancarkan oleh pasukan komando Viet Cong. Hotel yang dijadikan markas oleh pasukan AS/ ARVN itu rusak berat. Dua personel militer AS tewas dan 125 orang lainnya termasuk anggota miiiter dan warga sipil luka-luka. Aksi sabotase itu membuat marah pemerintah AS dan operasi militer berskala besar pun dilancarkan

Operasi tempur yang diperintahkan oleh Presiden Johnson terus berlanjut dan cenderung menjadi serangan udara yang membabi buta seperti Operation Rolling Thunder, Operation Starlite dan lainnya. Perang Vietnam pun terus berlanjut dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi AS. Militer AS akhirnya harus mengakui bahwa perang di Vietnam tak bisa dilanjutkan lagi. Ketika Johnson digantikan Presiden Nixon secara berangsur pasukan AS mulai dipulangkan.

Perang Vietnam yang dipicu dan insiden Teluk Tonkin yang sebenarnya sengaja diciptakan ternyata arus dibayar mahal. Lebih dan 60.000 pasukan AS tewas, biaya perang yang dikeluarkan AS mencapai satu miliar dolar, sehingga perekonomian AS sampai mengalami depresi. Kendati 10 juta bom dan peluru meriam telah ditembakkan dan berhasil membunuh 900.000 personel musuh, AS telah mengalami kekalahan telak dalam perang berdarahdarah yang berlangsung 10 tahun.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: