Pertempuran Terdahsyat Marinir Sepanjang Sejarah (Bag 2)


Angkasa Edisi Koleksi No.68 Tahun 2010. (Pemancangan bendera AS di Iwo Jima. Setelah tumpuan kedua untuk dudukan bendera aman. Marinir segera memancangkan bendera pertama, yang di kemudian hari menjadi ikon sejarah besar bagi Amerika Serikat dan Marinir AS)“… Betapa strategi, taktik, dan teknik telah dipakai secara optimal. Namun semua ini tak ada artinya sewaktu berhadapan dengan kekuatan musuh.” (Pesan terakhir Letjen Mitsuru Ushijima kepada Tokyo sebelum harakiri, 22 Juni 1945)

Jika untuk menyerbu Jerman, Sekutu hanya perlu “masuk” melalui Normandia; ke Jepang, AS harus lebih dulu menduduki Iwo Jima dan Okinawa. Invasi ke Okinawa di kancah Perang Pasifik yang dilakukan pada 1 April 1945 atau hanya lima hari setelah Marinir AS menguasai Iwo Jima akan selalu dikenang sebagai serangan militer yang teramat besar. Invasi yang dipimpin Jenderal Simon B. Buckner ini bahkan disebut-sebut melebihi serangan D-Day yang dipimpin Jenderal Dwight D. Eisenhower.

“Nippon ga maketa. Jepang sudah habis!” Begitu guman orang Okinawa ketika mendengar kehancuran Iwo Jima dan kedatangan kapal-kapal perang AS. Mari segenap sudut Pasifik, sekitar 1.600 kapal perang AS berlayar menuju wilayah konflik. Mereka mengangkut 545.000 pasukan AD dan Marinir, dimana 184.000 di antaranya didaratkan di Okinawa. Di Pasifik, AS menghadapi perang yang benar-benar berdarah dan brutal. Ketimbang menyerah, prajurit Jepang lebih memilih berjibaku atau ber-harakiri.

Lebih dari seratusribu prajurit, dari kedua belah pihak, gugur dalam pertempuran ini. Harakiri Letjen Ushijima, penguasa garis pertahanan Okinawa, serta-merta menandai runtuhnya dominasi Jepang di wilayah Pasifik. Di Iwo Jima, kabarnya, Letjen Tadamichi Kuribayashi juga melakukan hal sama setelah habis-habisan melawan tentara Amerika. Perang Pasifik yang meletup 7 Desember 1941 hingga 2 September 1945 semakin mengukuhkan Perang Dunia II sebagai buku putih taktik dan strategi perang yang tak lekang dimakan zaman. Di sini, dunia bisa mempelajari gaya dan seni perang jenderal-jenderal besar dunia. Jangan lewatkan buku yang sangat berharga ini!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: