VIETNAM WAR


PERANG DARAT DI BELANTARA VIETNAM

Angkasa Edisi Koleksi No. LIX Agustus 2009

Angkasa Edisi Koleksi No. LIX Agustus 2009

“Tuan McNamara, Anda tentu tak membaca sejarah kami. Kami bukanlah budak China maupun Rusia. Rakyat Vietnam
sudah bertempur melawan China selama seratus tahun. Kami akan bertempur sampai orang terakhir. Bom-bom Amerika
dan tekanan-tekanan dari negara Anda sama sekali tak akan menghentikan kami. Kami berperang untuk kemerdekaan kami.
Kami melawan pasukan Anda, karena kami yakin Amerika hanya ingin memperbudak kami.”
(Nguyen Co Thach, Fog of War, 2003)

Sikap jumawa militer AS pasca memenangkan perang di Eropa dan Pasifik ternyata menjadi bumerang, justru ketika

menghadapi sebuah negara kecil di Asia Tenggara: Vietnam. Di negeri ini, tentara yang amat digdaya itu justru mengalami
depresi dan menggali lubang kuburannya sendiri. Perang yang masih disesali rakyat AS itu, sejatinya, berawal dari pesan
mantan Presiden Dwight Eisenhower kepada penggantinya. John F. Kennedy. Ia ingin persoalan Indochina segera ditangani
serius karena amat vital bagi kepentingan global AS dalam Perang Dingin.

Pasukan Darat AS di Perang Vietnam

Pasukan Darat AS di Perang Vietnam

Kekalahan AS tentu tak terjadi dalam semalam. Lewat Edisi Koleksi Angkasa: Perang Darat di Belantara Vietnam ini, Anda kami ajak menguak kembali pertempuran demi pertempuran hebat yang menjadi bibit kekalahan itu. Meniru gaya serbuan Jerman, blitzkrieg, mereka misalnya berani menyerbu langsung markas-markas utama militer AS di Da Nang, Nha Trang, Vinh Luong, An Khe, Bin Hoa, dan Tan Son Nhut. Kenekatan dan semangat tentara Vietnam Utara dan Viet Cong juga dapat disimak lewat serangan ke Kedubes AS dan Istana Presiden di Saigon. Mereka benar-benar ingin bertempur sampai orang terakhir.

Meski mengaku bukan budak China dan Rusia, pada kenyataannya kedua negara adalah penyokong utama persenjataan Vietnam Utara. Perang yang berlangsung antara 1959 hingga 1975 ini pun menjadi ajang kontak senjata Barat-Timur. Tak heran, jika — selain menghabiskan ongkos yang amat besar — Perang Vietnam juga menelan korban jiwa yang luar biasa besar. Perang yang menyedot biaya ratusan miliar dollar ini telah mencabut nyawa 18.000 tentara AS dan lebih dari dua juta orang di pihak Vietnam. Perang ini pun dijadikan bahan pembelajaran yang amat penting di sekolah komando dan akademi militer di AS. Jangan lewatkan!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: