Pasukan Inti Kekuatan Nazi


Pembaca budiman,
Akhirnya sampai juga kita ke babak terakhir dari trilogi Nazi Jerman. Jika pada edisi pertama kita bisa mengikuti babak Kedigdayaan Nazi Jerman. Lalu pada episode kedua tentang peralatan tempur Nazi (Nazi’s War Machine). Kini, pada babak ketiga kami sajikan pasukan khusus Nazi atau Nazi’s Special Forces. Tema ini kami jadikan episode final karena disinilah sesungguhnya inti dari kekuatan Nazi.

Pasukan Inti Kekuatan Nazi
Pasukan Inti Kekuatan Nazi

Dalam petualangannya, Adolf Hitler membangun berbagai organisasi yang kemudian dimiliterisasikan, dan lalu diubah menjadi alat perang. Organisasi-organisasi yang dimaksud termasuk masuk SS (Schutzstaffel). SS dimiliterisasikan mulai bulan Maret 1933, ketika di dalamnya didirikan unit-unit tentara yang kuatannya terus membesar. la bukan bagian dari angkatan perang Hitler (Wehrmacht) atau polisi, tetapi secara eksklusif ada ditangan Hitler.

Jika kita sekarang mengenal apa yang disebut pasukan khusus atau pasukan komando, hal ini tidaklah terlepas dari apa yang dikenal sebagai resimen rahasia Brandenburg Jerman. Pasukan inilah yang dianggap sebagai cikal bakal pasukan khusus zaman sekarang. Satuan Brandenburg merupakan hasil gagasan cemerlang Laksamana Walter Wilhelm Canaris (1887-1945), pemimpin dinas rahasia militer Jerman atau Abwehr.

Selain Brandenburg dan Schutzstaffel, dalam episode final dari trilogi Nazi versi Edisi Koleksi Angkasa ini Anda selanjutnya akan dikenalkan pula, misalnya, dengan Grossdeutchland Panzer Division, Das Africa Corps, Gebigrgsjdger Division, dan Fallshcirmjager. Pasukan ini terdiri dari orang-orang pemberani, keras, dan tak kenal ampun. Mereka mandiri dalam segala hal dan dalam kelompok kecil mampu secara efisien menyelesaikan tugas yang tak mungkin dikerjakan satuan lebih besar.

Lengkapnya, baca saja bagian terakhir dari trilogi edisi koleksi Nazi ini. Mudah-mudahan bacaan ini dapat meningkatkan pemahaman serta khasanah Anda tentang bagian terpenting dari sejarah dunia. Akhir kata kami haturkan selamat mengikuti, selamat membaca, dan sampai jumpa dalam edisi berikutnya. Terima kasih.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: