Spyplance, Misteri & Misi Rahasia


Edisi Koleksi Angkasa XIV

Edisi Koleksi Angkasa XIV

Kegiatan ilegal mengintip wilayah lawan dari udara ternyata sudah berlangsung sejak abad 17. Militer Eropa merintisnya untuk tujusan taktis dan strategis. Kegiatan ini diakui berbahaya, namun dipandang penting karena bisa dipakai untuk mengukur kekuatan lawan. Jika pada masa awal hanya digunakan balon udara, selepas Perang Dunia II peran lebih banyak diberikan pada spyplane dengan desain khusus.

Salah satu karya paling gemilang adalah SR-71 Blackbird. Sementara pesawat tempur pada umumnya hanya mampu menembus kecepatan mach 2, SR-71 bisa melesat hingga mach 3 Dengan laju lebih dari kecepatan rudal ini, ia bisa memotret benda-benda kecil di Bumi dari ketinggian 70.000 kaki. Benar-benar tak terbayangkan. Satu-satunya lawan tanding pesawat hitam legam ini hanyalah MiG-2511 Foxbat buatan Uni Soviet

Akan tetapi, pengintaian ternyata tak hanya sebatas memotret fasilitas penting. Baik AS maupun Uni Soviet juga berkepentingan dengan sinyal-sinyal elektronik untuk itu digelarlah EME Aries, 11-20 Coot A, RC-135 Rivet Joint dan lain-lain. Mereka mampu menyedot semua sinyal telepon, radio, faks, dan email tanpa sisa. Dalam Edisi Koleksi Spyplane: Misted & Misi Rahasia ini, kami beberkan semua rahasia pengintaian yang pernah tersimpan erat selama berpuluh-puluh tahun.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: