Tokoh-Tokoh yang Berpengaruh

March 26, 2011

Konflik Korea tak hanya melibatkan sejumlah negara tapi juga telah memunculkan deretan nama-nama yang ikut andil dalam peliknya konflik tak berujung tersebut. Mulai dari presiden AS hingga marsekal China. Berikut ini penggalan kisah dari nama-nama tersebut .

Kim Il-Sung (5 April 1912 Р8Juli 1972) 

Kim Il-Sung

Lahir di Korea, Kim II Sung dan keluarganya yang lahir di Korea tahun 1912 dan keluarga petani. Keluarga Kim bermigrasi ke Mansuria dan Kim masuk sekolah China, Di usia 15 tahun ia ditangkap dan ditahan karena niNadi anggota South Manchurian Communist Youth League. Read the rest of this entry »


Dari Kairo Sampai Pemaksaan Penyatuan

March 26, 2011

Syngman Rhee presiden Korsel yang pertama sedang berpidato di hadapan petinggi militer AS di Korsel pada bulan Oktober 1945. Jenderal AS berkaca mata adalah Letjen John Hodge. Para petinggi tersebut sedang membahas masa depan Korea

Mau tidak mau, suka tidak suka, krisis di Semenanjung Korea belakangan ini tidaklah terlepas dari apa yang pernah terjadi sebelumnya, yang berpuncak pada berkobarnya Perang Korea (1950-53). Perang yang sia-sia karena pada akhirnya semua pihak tidak ada yang menang atau pun kalah. Lebih hebat nya lagi, perang itu pun hingga kini resminya belum berakhir, karena hanya gencatan senjata (cease fire) sajalah yang menghentikan perang tersetut, dan bukannya perjanjian damai antara kedua pihak Sehingga apabila suasana prmusuhan masih kental seperti sekarang, hal ini tidaldah mengherankan. Namun konsekuensinya jauh lebih menakutkan apabila perang baru sampai pecah

Bagi kedua pihak, perang yang baru akan menjadi moment of truth bagi mereka. Keduanya kali ini akan berusaha saling menghabisi, seolah-olah tidak ada kesempatan lagi pada lain waktu. It’s now or never, begitulah kira-kira semboyan mereka. Kalau perlu dan ketika nalar sehat sudah hilang, maka kemungkinan dipakainya senjata nuklir pun terbuka mengingat Korea Utara telah memilikiya, sementara AS pun pasti mendukung sepenuhnya Korea Selatan. Read the rest of this entry »


Negeri Yang Tersudut

March 26, 2011

Pemimpin Korea Utara Kim II Sung bersama pemimpinJerman Timur Erich Honeker pada Juni 1984 di Berlin. Kedua negara sama-sama memiliki ideologi komunis. Kim tak mau negaranya senasib dengan Jerman Timur. Pasca reunitikasi dengan Jerman Barat, penduduk Jerman Timur menjadi warga kelas dua

Siapa pun akan melawan jika tersudut. Tak terkecuali Korea Utara, negeri yang selalu bikin situasi di Semenanjung Korea tak menentu.
Gara-gara perseteruannya dengan AS dan Korea Selatan sejak Perang Korea pecah, negeri ini kerap berbuat ulah dan bikin resah AS dan Korea Selatan. Sejak negeri ini berhasil menguji coba senjata nuklirnya pada 2006, sejak itu pula negara-negara Asia di sekitarnya – termasuk Jepang – ikut dibuat waspada. Read the rest of this entry »


Krisis di Semenanjung Korea, AKANKAH MEMANTIK PERANG DUNIA III?

March 26, 2011

“Kalau kami sampai kalah, akan saya hancurkan dunia!”
(Kim Jong II, dalam Nuclear Showdown – North Korea Takes On the World, 2005)

Angkasa Edisi Koleksi No.71, Maret 2011

Tak habis-habisnya AS berusaha menghukum Korea Utara, balk melalui sanksi ekonomi atau pun tekanan militer. Tapi sejauh ini negeri yang dipimpin Kim Jong Il itu masih tenang-tenang saja. Mereka bukannya merunduk, tetapi malah bank mengancam. Korea Utara memiliki senjata nuklir yang selalu dijadikan kartu truff untuk menaikkan posisi tawar dalam segala perundingan yang menekan. Mereka bahkan tak segan meluncurkan rudal balistik nuklir ke wilayah seteru.

Sikap slap hancur-hancuran (brinkmanhip) Korea Utara tak lepas dari sejarah panjang yang ditapaki. Perlawanan terhadap setiap bentuk ancaman senjata sudah muncul sejak negeri ini dicaplok Jepang secara brutal. Mereka selalu curiga dengan segala itikad balk negara asing, seperti AS dan Uni Soviet, karena selalu ada tarik-ulur kepentingan di balik pertarungan komunis dan kapitalis. Mereka sangat ingin bergabung kembali dengan Korea Selatan. Read the rest of this entry »


Invasi, Dari Seoul ke Pusan (Jun-Sep 1950)

August 30, 2009

Tentara PBB di Korea

Tentara PBB di Korea

Kolonel Lee Hak Ku, Perwira operasi Korps II dari Inmun Gun atau Tantara Rakyat Korea Utara harus bekerja keras. Karena sejak 15 Juni 1950, sebagian besar divisi regular Korut telah digerakkan dari tempat masing-masing menuju posisi barn di sepanjang perbatasan garis Lintang ke-38, yang membelah Semenanjung Korea menjadi dua negara. Kolonel senior ini sibuk mengatur penempatan pasukan di lapangan maupun merampungkan pekerjaan administrasi yang menumpuk. Baru pads sabtu 24 Juni, ketika hari mulai gelap, Kolonel Lee dapat sedikit santai menikmati rokoknya. Sementara itu Panglima Inman Gun, Jenderal  Choi Yong Gun beserta stafnya juga lega atas keberhasilan pemindahan besar-besaran tentaranya secara diam-diam.

Read the rest of this entry »


The Forgotten War 1950-1953

August 30, 2009

PERTIKAIAN HEBAT DI SEMANJUNG KOREA

Angkasa Edisi Koleksi No. LVII 2009

Angkasa Edisi Koleksi No. LVII 2009

Meski rencana serbuan amfibinya dinilai berbahaya dan impossible, Douglas MacArthur tetap yakin pada pendiriannya. Meniru serangan Normandia, setelah mendarat di Inchon pada petang 13 September 1950, puluhan ribu tentara PBB langsung menggempur posisi Tentara Rakyat Korea Utara. Didukung Uni Soviet, mereka telah menguasai hampir seluruh wilayah Korea Selatan. Jenderal bintang lima yang mahir bertempur ini seolah tahu apa yang akan dilakukan lawan. Hanya dalam beberapa hari, 70.000 tentara Korea Utara telah mengepung Pusan berhasil dipukul mundur dan dikalahkan.

Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 78 other followers