Inilah Pemusnahan Masal Itu

September 8, 2011

Hari belum lagi siang benar ketika sebuah pesawat terbang B-29 melayang di atas kota Hiroshima tanggal 6 Agrustus 1945 Sampai di atas Ruma sakit shima,pukul 8.15 pagi waktu setempat¬† pesawat yang terbang pada ketinggian sekitar 10 ribu 7neter itu tiba-tiha “bertelur” lalu -melayang turun dengan cepat. Read the rest of this entry »


Kisah Di Balik Tragedi

August 3, 2011

Di balik sebuah kisah masih ada kisah lain. Segera setelah membuka sejumlah literatur dan dokumen, kita pun mengetahui bahwa
pengeboman atas Hiroshima dan Nagasaki sesungguhnya bukan kisah yang berdiri sendiri. Lewat tulisan berjudul “mengubur impian
Hitler di Norsk Hydro”, misalnya, kita akan mengetahui bahwa sesungguhnya bukanlah AS yang memulai segalanya.
Read the rest of this entry »


Hasil Dan Kontroversi

July 14, 2011

Hanya dua hari sesudah Hiroshima dibom atom, Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang yang sudah setengah kelenger. Pada hari yang sama, sebuah pesawat pengebom AS lainnya bertolak dari P. Tinian membawa born atom kedua untuk kota Nagasaki. Pada waktu bersamaan, dewan tertinggi yang memimpin peperangan mengadakan pertemuan di Tokyo atas prakarsa Menlu Togo yang mengusulkan agar Jepang menerima saja persyaratan yang diajukan Deklarasi Postdam.

Namun dewan yang didominasi tokoh-tokoh militer itu ternyata masih bertele-tele dalam menanggapi persyaratan Postdam. Sekalipun berita hancurnya Nagasaki sudah diterima, namun rupanya para tokoh militer Jepang belum juga mau menerima tragedi itu. Read the rest of this entry »


Di Balik Keputusan Mengebom Hiroshima-Nagasaki

July 12, 2011

Tatkala merancang bom maut ini, Dr Robert Oppenheimer ingat sepenggal kalimat dalam buku Bhagavad Gita.“…Apabila sinar dari seribu Matahari serentak memecah ke langit, maka seperti itulah kemegahan Sang Perkasa Tunggal…. Aku adalah Kematian, Penghancur Alam Semesta”. Di balik pemusnahan kedua kota, sesungguhnya Presiden Harry S. Truman sendiri yang menjadi alat dan sekaligus korban dari bom atom kerena jepang sebetulnya sudah kalah. Read the rest of this entry »


Semoga Tak Jadi Kapak Pembunuh

July 11, 2011

Hedwig Born, istri ilmuwan Jerman Max Born, pernah bertanya kepada Albert Einstein, apakah dirinya percaya bahwa segala sesuatu dapat diekspresikan secara ilmiah? Einstein menjawab, ya. Akan tetapi, katanya lagi, itu tak akan berarti apa-apa. “Seperti sebuah penjelasan tanpa makna. Seperti menjabarkan simfoni Beethoven dalam variasi-variasi gelombang tekanan,” sambung ilmuwan pencipta persamaan E=mc2 yang amat terkenal itu.

Bincang-bincang itu terjadi sebelum Einstein hijrah ke AS dan menjadi konsultan khusus dalam Proyek Manhattan. Ia begitu menghormati Max Born, begitu pula istrinya. Maklum, Born tak lain adalah profesor fisika dan pakar kosmologi dari Universitas Gottingen, Jerman. la juga merupakan mentor dari banyak pakar atom yang kemudian menentukan massa depan dunia. Read the rest of this entry »


60 Tahun Pengeboman Hiroshima & Nagasaki

July 15, 2008

Edisi Koleksi Angkasa XXVI

Edisi Koleksi Angkasa XXVI

“…Apabila sinar dari seribu Matahari serentak memecah ke langit, maka seperti itulah kemegahan Sang Perkasa Tunggal. …Aku adalah Kematian, Penghancur Alam Semesta.” (Tentang ledakan atom, Dr J. Robert Oppenheimer mengutip kitab Bhagavad Gita)

Senin, 6 Agustus.1945 dan Kamis, 9 Agustus pada tahun yang sama, adalah dua hari yang tak akan terlupakan bagi warga Jepang. Pada hari itu AS menjatuhkan bom atom di atas Hiroshima & Nagasaki, dan dalam sekejap berhentilah kebrutalan negeri ini di wilayah Asia dan Pasifik. Ledakan Little Boy dan Fat Man menewaskan seketika seratus ribu jiwa, dan menyiksa ratusan ribu jiwa lainnya akibat efek radioaktif yang merasuk ke dalam tubuh. Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 78 other followers