Tentara Sukarela

September 27, 2009

Citizen Soldiers

Tentara Amerika Serikat dari Pantai Normandia ke Bulge sampai menyerahnya Jerman, 7 Juni 1944 – 7 Mei 1945

Tentara Sukarela (Citizen Soldiers) Karangan: Stephen E. Ambrose, Penulis buku D-Day dan Undaunted Courage

Tentara Sukarela (Citizen Soldiers) Karangan: Stephen E. Ambrose, Penulis buku D-Day dan Undaunted Courage

Satu tanda mata dari abad ke-20 yang paling dahsyat dan tak terlukiskan kengeriannya adalah Perang Dunia II. Adegan-adegan seperti di Neraka Dante seolah turun ke bumi. Betapa Amerika dipaksa Hitler untuk mengerahkan pemuda-pemuda terbaiknya sampai jutaan orang, bertarung melawan pemuda-pemuda terbaik Jerman, dengan jumlah korban di kedua belah pihak yang begitu “menakutkan”.

Meskipun buku ini mencakup pula informasi tentang strategi para Jenderal Sekutu, terutama sekali hubungan yang kadang memburuk antara Eisenhower dan Montgomery (Jenderal Inggris) dan persaingan Bradley – Patton – Hodges ‑ Montgomery — yang cukup mengasyikkan bagi pembaca untuk mengikuti gambaran besarnya— namun buku ini bukanlah tentang para jenderal, melainkan tentang sepak terjang tentara sukarela yang terdiri dari anak-anak muda Amerika (Citizen Soldiers), yang terkenal dengan sebutan “GI” (prajurit tantama, kopral, sersan, letnan hingga kapten) di ETO (European Theater of Operation = Medan Perang Eropa) dalam Perang Dunia II, yang dimulai pada D-Day, 6 Juni 1944, dan berakhir dengan menyerahnya Jerman sebelas bulan kemudian: siapa mereka, bagaimana mereka bertempur, kenapa mereka bertempur, apa yang mereka derita, dan bagaimana mereka meraih kemenangan.

Read the rest of this entry »


Perang Pasifik

September 27, 2009
Perang Pasifik, OlehL P.K . Ojong, Sekapur Sirih: Onghokham, Editor: R.B. Sugiantoro. Diterbitkan oleh Kompas, Agustus 2005

Perang Pasifik, OlehL P.K . Ojong, Sekapur Sirih: Onghokham, Editor: R.B. Sugiantoro. Diterbitkan oleh Kompas, Agustus 2005

Mendadak ketenangan di pagi hari Minggu itu dirobek oleh ledakan­ledakan bom, torpedo, senapan mesin, dan deru lebih dari 300 pesawat yang. terbang menyambar-nyambar. Teriakan kematian, lidah-lidah api yang menjulang, asap hitam bergumpal-gumpal disertai derak-derak kehancuran melanda kawasan Pearl Harbor, pangkalan utama Angkatan Laut AS di Kejadian 8 Desember 1941 yang oleh orang Amerika acap disebut hari yang memalukan atau the day of infamy ini merupakan aw peperangan hebat di kawasan Asia Pasifik, yang total akan berlan selama 1.351 hari dengan jutaan nyawa melayang

Read the rest of this entry »


Perang Eropa Jilid III

September 27, 2009
Perang Eropa Jilid III, Pengarang: P.K. Ojong, Editor: R.B. Sugiantoro. Penerbit: Buku Kompas, Juli 2005

Perang Eropa Jilid III, Pengarang: P.K. Ojong, Editor: R.B. Sugiantoro. Penerbit: Buku Kompas, Juli 2005

Di Pointe du Hoc, suatu bukit karang setinggi 100 kaki terdapat sarang meriam kaliber 155 mm, enam bush banyaknya. Dengan meriam ini Jerman clapat menyapu seluruh pantai Omaha. Tugas untuk menyingkirkannya diberikan kepada sepasukan Ranger pimpinan Letkol James E. Rudder…. (Bab tentang Pendaratan Sekutu di Normandin)

Pada saat itulah born meledak. Terdengar dentuman kerns hingga tiga. kali. Akibatnya sangat dahsyat. Meja yang berat itu hancur clan asap tebal mengepul keluar …. Sambil berlari-lari Marsekal Keitel berteriak, “Di mana Fuhrer? Di mana Fuhrer?” Hitler sendiri untuk kesekian kalinya lolos dari maut. (Bab tentang Percobaan Pembunuhan terhadap Hitler oleh Kolonel Graf von Stauffenberg, 20 Juli 1944)

Read the rest of this entry »


Perang Eropa Jilid I

September 27, 2009
Perang Eropa Jilid I, Penulis: P.K. Ojong, Editor: R.B. Suantoro, Pengantar: C.P.F. Luhulima, Ninok Leksono. Penerbit: Buku Kompas, Jakarta, Juli 2003

Perang Eropa Jilid I, Penulis: P.K. Ojong, Editor: R.B. Suantoro, Pengantar: C.P.F. Luhulima, Ninok Leksono. Peberbit: Buku Kompas, Jakarta, Juli 2003

Ketika telah cukup umur, Hitler harus masuk milisi atau wajib militer. Tetapi dia tidak melaporkan diri. la malah ke luar negeri, ke kota Munchen di Jerman. Dia dikejar oleh polisi Austria sebagai desertir … (Bab tentang Hitler pada Masa Muda)

“Semua tabung torpedo kini telah kosong. Saya putuskan untuk mengundurkan diri, antara lain karena dugaan seorang pengendara mobil telah mernergold kami. Mobilnya berhenti di depan kami, kemudian memutar dan lari sekencang-kencangriya ke arah Scapa…- (Gunther Prien, komandan U-47 setelah berhasil menenggelamkan kapal tempur Inggris HMS Royal Oak di pangkalan Scapa Flow)

Read the rest of this entry »


Perang Eropa Jilid II

September 26, 2009
Perang Eropa Jilid II, Pengarang: P.K. Ojong, Editor: R.B. Sugiantoro

Perang Eropa Jilid II, Pengarang: P.K. Ojong, Editor: R.B. Sugiantoro

  • Tepat pukul 10.45 pagi. Hatinya berdebar-debar, tetapi tidak ada sesuatu yang terjadi. Mungkinkah ada sesuatu yang kurang beres? Lewat satu menit … dua…. Tiba-tiba terlihat cahaya berkilau, suatu ledakan hebat terlihat dan terdengar di permukaan air…. Dengan demikian, musnahlah persediaan air berat Jerman yang paling besar dan mesin-mesin yang tak ternilai harganya. (Bab tentang Jerman Hampir Berhasil Membuat Born Atom)
  • Sebaliknya kaum partisan pun harus mengakui keberanian tentara Jerman. Kalau mereka menyerang posisi partisan, “mereka maju dengan tenang, seolah-olah sedang mengadakan parade”. Di pihak lain Jerman juga kagum pada kepandaian Tito. Kepala SS Jerman harus mengakui kelicinan Tito. Setiap kali dikepung, setiap kali pula Tito berhasil lolos, demikian Himmler. (Bab tentang Perlawanan Partisan Yugoslavia)

Read the rest of this entry »


Perang Asia Timur Raya, Kedigdayaan Dai Nippon

September 12, 2008
Angkasa Edisi Koleksi No. XLIX 2008

Angkasa Edisi Koleksi No. XLIX 2008

25 November 1970. Yukio Mishima (45 tahun), seorang novelis dan penyair brilian, berpidato di depan markas Pasukan Bela Diri Jepang di Tokyo. la menuntut pasukan pertahanan ini mengambil alih pemerintahan dan mengembalikan semangat tahun 1930-an. Pada masa itu, setelah berhasil merebut Manchuria, Jepang maju cepat menjadi negeri yang sangat ekspansif. Usai berpidato, Mishima yang ultranasionalis itu lalu melakukan harakiri di depan umum!

Intinya, Mishima menginginkan Read the rest of this entry »


Operasi Barbarossa

August 28, 2008
Ketika Hitler Menyerang Stalin

“Tahu apa jenderal-jenderal saya tentang pentingnya segi
ekonomi dalam peperangan?”
(Adolf Hitler)

Buku Operasi Barbarossa

Buku Operasi Barbarossa

Bagi Hitler, Rusia dan paham Komunisnya merupakan ancaman dari Timur. la percaya, bila Jerman tidak mendahului serangan ke Front Timur. maka Rusialah yang akan menyerang mereka.

Front Timur atau Eastern Front adalah sebutan untuk front pertem­puran dalam Perang Dunia II yang terjadi di wilayah bagian barat Rusia. an­tara Jerman melawan Uni Soviet. Pertempuran yang terjadi di front ini meru­pakan rangkaian dari serta pertempuran darat terbesar dan terdahsyat selama berlangsungnya Perang Dunia II, bahkan mungkin merupakan yang terbesar sepanjang sejarah umat manusia.

Read the rest of this entry »


Bangsa Petarung

July 23, 2008

Darah & Naluri

(Seri: Pasukan inti Kekuatan Nazi)

Pasukan Jerman di Medan Pertempuran

Pasukan Jerman di Medan Pertempuran

Tidak dulu tidak sekarang, yang namanya kehormatan dan kebanggaan adalah dua hal yang selalu dikejar pasu­kan pilihan dari kesatuan mana pun di dunia. Bagi mereka, operasi militer yang tak mungkin diserahkan kepada pasukan biasa adalah kehormatan dan kebanggaan. Sehingga, bagi reputasi sebuah pasukan, yang namanya keperca­yaan, kebanggaan dan kehormatan pastilah segala-galanya. Read the rest of this entry »


Pasukan Inti Kekuatan Nazi

July 23, 2008

Pembaca budiman,
Akhirnya sampai juga kita ke babak terakhir dari trilogi Nazi Jerman. Jika pada edisi pertama kita bisa mengikuti babak Kedigdayaan Nazi Jerman. Lalu pada episode kedua tentang peralatan tempur Nazi (Nazi’s War Machine). Kini, pada babak ketiga kami sajikan pasukan khusus Nazi atau Nazi’s Special Forces. Tema ini kami jadikan episode final karena disinilah sesungguhnya inti dari kekuatan Nazi.

Pasukan Inti Kekuatan Nazi
Pasukan Inti Kekuatan Nazi

Read the rest of this entry »


60 Tahun Pengeboman Hiroshima & Nagasaki

July 15, 2008
Edisi Koleksi Angkasa XXVI

Edisi Koleksi Angkasa XXVI

“…Apabila sinar dari seribu Matahari serentak memecah ke langit, maka seperti itulah kemegahan Sang Perkasa Tunggal. …Aku adalah Kematian, Penghancur Alam Semesta.” (Tentang ledakan atom, Dr J. Robert Oppenheimer mengutip kitab Bhagavad Gita)

Senin, 6 Agustus.1945 dan Kamis, 9 Agustus pada tahun yang sama, adalah dua hari yang tak akan terlupakan bagi warga Jepang. Pada hari itu AS menjatuhkan bom atom di atas Hiroshima & Nagasaki, dan dalam sekejap berhentilah kebrutalan negeri ini di wilayah Asia dan Pasifik. Ledakan Little Boy dan Fat Man menewaskan seketika seratus ribu jiwa, dan menyiksa ratusan ribu jiwa lainnya akibat efek radioaktif yang merasuk ke dalam tubuh.

Sejarah mencatat, inilah pemusnahan massal pertama. Dan, inilah pula ikon perang massa datang jika lomba senjata nuklir tak juga dihentikan. Pemahaman terhadap benda terkecil namun mematikan ini dimulai lewat penelitian Albert Einstein (1905), Ernst Rutherford (1911), dan Niels Bohr (1913). Sementara sebagai bom, dunia mengenalnya lewat proyek berkode Manhattan Project Atas perintah Presiders AS Frank D. Roosevelt, proyek rahasia senilai dua miliar dollar ini sengaja diupayakan untuk mengakhiri Perang Dunia II sekaligus Perang Pasifik.

Agustus ini, petaka tersebut genap 60 tahun. Berbagai kisah mass lalu tak ayal seperti terngiang kembali. Tentang bagaimana AS sampai memutuskan membuat lalu menjatuhkan di kedua kota. Tentang kontroversi pengeboman, faktor Jerman, dan cerita spionase yang terjalin di dalamnya. Juga tentang terobosan teknologi, konsekuensi lomba senjata, dan kegundahan ilmuwan yang terlibat. Untuk Anda, semua itu sears khusus kami sajikan kompak dalam Edisi Koleksi Angkasa “60 Tahun Pengeboman Hiroshima & Nagasaki’ ini.

Ilustrasi Pemboman Kota Nagasaki & Herosima

Ilustrasi Pemboman Kota Nagasaki & Herosima