Buyarnya Impian Kedamaian di Timur Tengah

July 11, 2008

War of Attrition

Ilustrasi Pasukan Mesir menyerang menyebrang terusan Suez

Ilustrasi Pasukan Mesir menyerang menyebrang terusan Suez

Takala Perang Enam Hari berakhri pada 10 Juni 1967, maka Israel sebagai pemenang mengusai wilayah yang luasnya empat kali dari luas wilahnya. Pamor dan posisinya melonjak, sementara Negara-negara Arab harus menanggung akibat sebagi pihak yang kalah. Sudah kehilangan wilayah, merekea pun harus menanggung malu serta terkuras kekuatan militer maupun ekonominya. Dari posisi tawarnya yang kini jauh lebih kuat, Israel beranggapan dan bahkan yakin, bahwa akhirnya dia akan memperoleh kedamaian. Karena berangkat dari kekuatannay itu, Tel Aviv percaya akan mampu menekan Negara-negara Arab dalam perundingan perdamian. Israel pun sudah bermimpi bahwa kekerasan dan perang-perang yang selalu mewarnai sejarahnya, segera akan berakhir.

Read the rest of this entry »


Makna Perang Yom Kippur

July 11, 2008

“Only the dead have seen the end of war.” (Plato)

Ilustrasi pesawat tempur pada Perang Yom Kippur

Ilustrasi pesawat tempur pada Perang Yom Kippur

Tentang peperangan yang telah mewarnai sejarah dunia dan peradaban manusia di berbagai negara, termasuk Perang Yom Kippur, Chris Hedges – seorang jurnalis as untuk harian The New York Times, pernah mengungkap sebuah pandangan pribadi yang cukup menarik untuk disimak. Katanya, “It (war) can gives us lurpose, meaning, and reason for living.”

Perang yang untuk kebanyakan orang hanya menciptakan kehancuran dan pembunuhan. Lantas ape maksud dari kata¬kata Hedges itu?

Kata-kata yang dimuat dalam buku karya Hedges yang berjudul War Is a Force That Gives Us Meaning (2002) itu yang pasti tak sembarang dirangkai. Kata-kata itu muncul setelah is melihat dan menyimak kerasnya perjuangan hidup dalam peperangan di Serbia, Bosnia, Teluk, Timur Tengah, Amerika Latin, dan sejumlah negara di Afrika Selatan. Sebuah penjelajahan sekaligus petualangan yang kemudian membuahkan padanya penghargaan Pulitzer Prize for Explanatory Reporting (2002 ) dan Amnensty International Global Award for Human Rights Jurnalism ,2002).

Read the rest of this entry »


Laboratorim Maut

July 11, 2008

“lni hampir menyerupai sebuah mesin yang bergerak terus-menerus. Kita semua mengakui bahwa perlombaan senjata merupakan sebuah bencana, dan kita pun semua mengakui bahwa akhirnya akan timbal suatu konflik yang kurang lebih akan menghancurkan dunia beradab seperti yang kita kenal ini. Ada pun problem lama adalah, siapakah yang akan mengambil langkah pertama untuk sungguh-sungguh mundur?” (Sammuel Cummings, April 1967, mengutip Anthony Sampson dalam The Arms Bazzar, 1977)

Konvoi Tank Perang Enam Hari

Konvoi Tank Perang Enam Hari

Pernyataan itu disampaikan Samuel Cummings, mantan agen CIA yang kemudian menjadi broker senjata, dalam sebuah sidang di Komisi Hubungan Luar Negeri Senat (Subkomite Timur Tengah dan Asia Selatan) AS, pads 13 April 1967. Disimak dari tanggal pernyataan ini diungkapkan, diketahui bahwa Cummings menyampai¬kannya sekitar dua bulan sebelum Perang Enam Hari meletus. Cummings diminta menjadi saksi dalam sebuah kasus penjualan senjata buatan AS di Timur Tengah berkaitan dengan Perang Enam Hari. Cummings sendiri adalah salah seorang dari sekian broker senjata yang banyak terlibat dalam penjualan senjata ringan di Afrika, Amerika Latin, dan Timur Jauh.

Read the rest of this entry »


KOKPIT, The Yom Kippur War

July 11, 2008

Pembaca Budiman,
Jika Anda mengikuti edisi The Story of Six Day War, inilah sekuel terakhir dari episode Perang Arab Israel yang kami tuangkan dalam Edisi Koleksi Angkasa. Sesuai dengan nama perangnya dan situasi yang terjadi saat itu, edisi inikami beri judul The Yom Kippur War (Perang Yom Kippur)/ Dalam perang inilah Arab berhasil memerdaya Israel setelah dalam rangkaian perang sebelumnya selalu menemui kegagalan.

Perang dibuka oleh serbuan dari dua front dengan unsur kejutan yang amat tinggi. dari front selatan, tentara Mesir berhasil menyeruak masuk setelah sukses menyeberangi Terusan Suez tanpa diketahui pasukan Israel. Sementara di front utara, pasukan lapis baja Suriah dengan ratusan tanknya, pada hari yang sama, juga berhasil menerobos harus genjatan senjata di Dataran Tinggi Golan, tanpa teridentifikasi.

Kehancuran akibat perang Yom Kippur

Kehancuran akibat perang Yom Kippur

Perang yang serbuan pertamanya dilancarkan pada hari libur keagamaan banggsa Yahudi ini dalah sekuel Perang Arab Istrael yang paling monumental. Dikata


The Yom Kippur War, October 1973

July 11, 2008

Angkasa Edisi Koleksi No. XLII 2007

Angkasa Edisi Koleksi No. XLII 2007

Perang Yom Kippur adalah puncak dari rangkaian Perang Arab Israel yang telah meletup sejak dasawarsa 1940-an. Dalam perang di bulan Oktober 1973 inilah, Arab menggempur Israel habis-habisan. Mesir berhasil menyeberangi terusan Suez dan mengusai tepi timur yang dikuasi Israel. Sementara di Dataran Tinggi Golan, Suriah mampu menerobos garis genjatan senjata untuk kemudian menduduki pos pengumpulan intelijen di Gunung Hermon.

Meski pada akhirnya tentera Israel mempu mematahkan serbuan kedua negara, banyak pihak berpendapat, baru dalam perang inilah Arab beroleh kemenangan. Semua ini berkat kecerdikan Anwar Sadat, yang tak mau melayani pertikaian hanya di medan pertempuran. Di luar arena, sang arsitek perang berhasil menggerakan OPEC dan OAPEC untuk menjepit AS dan negara-negara Eropa pendukung Israel degnan serangan embargo minyak.

Lewat Edisi Koleksi Angkasa The Yom Kippu War ini, Anda akan kami ajak mengikuti momen-momen paling mendebarkan dalam pertikaian terhebar yang pernah terjadi di Timur Tengah. Ketika hampir sejuta tentara Mesir dan Suriah dengan 4.000 tank dan 1.000 pesawat militer menyerbu. Dan, bagaimana untuk itu 400 ribu tentara Israel dengan 1.500 tank dan hampir 600 pesawat harus bersiasat menghadapinya. Kali ini Israel harus menelan pil pahit karena telah mengabaikan doktrin perang konvensionalnya.


KOKPIT

July 9, 2008

Pembaca budiman,

Siapa pun tahu, bahwa sejak David Ben-Gurion memproklamirkan terbentuknya negara Israel pada 14 Mei 1948, Timur Tengah serentak telah menjadi wilayah yang rawan pertikaian dan peperangan. Menyatunya orang-orang Yahudi di sebidang tanah yang semula didiami orang-orang Arab Palestine ini telah membuat orang-orang Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, dan Suriah meradang. Merekaberkali-kali menyatakan, Israel harus segera diakhiri dan dihapuskan dari peta dunia.

Masalahnya, adalah mengakhiri Israel temyata bukan hal yang mudah. Serbuan yang dilakukan tepat pads hari pembentukan mereka temyata malah berbuntut perluasan wilayah. Demikiain pule yang terjadi pads 5-10 Juni 1948, Israel justru berhasil merebut Gurun Sinai dan Jalur Gaza dari Mesir, Tepi Barat dan Jerusalem dari Yordania, serta Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Resume seperti ini pun kian membuat hubungan antar negara di Timur Tengah kian ruwet.

Perang Enam Hari

Perang Enam Hari

Dalam edisi koleksi Angkasa kali ini Anda akan kami membawa melihat (kembali) apa sesungguhnya yang terjadi pads mass itu. Lalu, masalah apa sesungguhnya yang melatarbelakangi pecahnya Perang Enam Hari. Tentang rencana penyerbuan yang dibentang Presiders Mesir Gamal Abdel Nasser dan juga tentang inisiatif pre-amptive strike dari Menhan Israel Moshe Dayan. Apa pun itu, harus kami katakan di sini, bahwa tokoh-tokoh yang terlibat pada masa itu adalah orang-orang yang luar biasa.

Di akhir Perang Enam Hari, semangat Mesir, Suriah, Yordania, Lebanon, dan Irak untuk membekuk Israel temyata juga tak meluruh. Semangat itu sebaliknya bahkan semakin berkobar. Untuk itu, sebagai kelanjutan dari episode ini, jika tak ada aral melintang, kami akan menyambungnya dengan episode Perang Yom Kippur. Jika dalam Perang Enam Hari, Israel beroleh kemenangan. Dalam Perang Yom Kippur, negara-negara Arab setidaknya berhasil memperdaya Israel. Lebih jauh Perang Yom Kippur bahkan berhasil memporak-porandakan Kabinet Golds Meir dan “merontokan” Moshe Dayan dari kursi jabatannya sebagai Menhan.

Akhir kata,kami haturkan selamat mengikuti EdisiKoleksi Angkasa The Six Day War, June 5-10,1967 ini. Semoga ada nilai kehidupan yang positif yang bisa kita serap dari sejarah masa lalu.Sampaikanlah masukan, karena masukan Anda akan sangat berharga sekali bagi kami. Sampai jumpa dalam edisi berikutnya. Terima kasih.

Redaksi


The Story Six Day War, June 5-10, 1967

July 9, 2008

KISAH PERANG ENAM HARI

Kisah Perang Enam Hari, Angkasa Edisi Koleksi No.XLI 2007

Kisah Perang Enam Hari, Angkasa Edisi Koleksi No.XLI 2007

Sejak awal, berdirinya negara Israel (pada 14 Mei 1948) memang telah membawa segudang masalah. Negara-negara Arab di sekelilingnya, terutama, benar-benar tak terima bangsa Yahudi itu mencaplok begitu saja tanah kediaman orang-orang Palestine. Pertikaian demi pertikaian pun tersulut. Dan peperangan pun meletup dari waktu ke waktu. Oleh karena masalah ini pula para pejuang Palestine sepakat membentuk PLO.

Perang Enam Hari yang meletus pada 5-10 Juni 1967 adalah salah satu episode terpanas dari serangkaian perang antara negara-negara Arab dan Israel. Dalam buku The Story of Six Day War: Kisah Perang Enam Hari ini Anda akan melihat seperti ape puncak kemarahan Mesir, Yordania, Irak, Suriah, dan para pejuang Palestine terhadap Israel. Mereka sepakat mengepung lalu menggempurnya dari berbagai front.

Sementara Para panglima adu strategi, Uni Soviet dan AS pun tak ingin tinggal diam mengail pengaruh. Selama enam hari itulah ratusan pesawat lebur dan terbakar, tank-tank bergelimpangan, gedung-gedung luluh-lantak, clan puluhan ribu jiwa melayang. Mesir, Yordania, Irak, clan Suriah memang belum beruntung bisa menundukkan Israel. Tetapi hal ini tak menyurutkan semangat mereka untuk terns menantang dan melawan!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 83 other followers