Operasi Barbarossa

Ketika Hitler Menyerang Stalin

“Tahu apa jenderal-jenderal saya tentang pentingnya segi
ekonomi dalam peperangan?”
(Adolf Hitler)

Buku Operasi Barbarossa

Buku Operasi Barbarossa

Bagi Hitler, Rusia dan paham Komunisnya merupakan ancaman dari Timur. la percaya, bila Jerman tidak mendahului serangan ke Front Timur. maka Rusialah yang akan menyerang mereka.

Front Timur atau Eastern Front adalah sebutan untuk front pertem­puran dalam Perang Dunia II yang terjadi di wilayah bagian barat Rusia. an­tara Jerman melawan Uni Soviet. Pertempuran yang terjadi di front ini meru­pakan rangkaian dari serta pertempuran darat terbesar dan terdahsyat selama berlangsungnya Perang Dunia II, bahkan mungkin merupakan yang terbesar sepanjang sejarah umat manusia.

Pertempuran yang terjadi di Front Timur merupakan titik batik dari ke­jayaan taktik Blitzkrieg pasukan Jerman. Front Timur menjadi saksi blunder strategi Hitler yang menjadi awal-mula penyebab kekalahan Jerman di Perang Dunia II. Di front inilah. tentara Jerman (Wehrmacht) menemui lawan tanding yang sebenarnya. yaitu Tentara Merah Soviet (Red Army) yang se­kalipun secara taktik dan strategi terbelakang. namun unggul dalam hat jum­lah dan semangat perlawanan.

Tak lagi peduli pada nasihat-nasihat para jenderalnya. Hitler meme­rintahkan penyerangan terhadap negara Stalin pada tanggal 22 Juni 1941. Kampanye serangan militer Jerman itu pun diberi nama sandi: OPERASI BARBAROSSA.

Buku berjudul Operasi Barbarossa: Ketika Hitler menyerang Stalin ini menceritakan secara kronologis tentang kisah kampanye militer tentara Nazi Jerman di wilayah Rusia, sejak awal dilancarkannya Operasi Barbarossa hingga akhirnya tentara Jerman harus mundur dan terusir dari wilayah Rusia bulan Desember 1943 – Maret 1944. Pada buku ini juga diceritakan tentang alasan-alasan yang melatarbelakangi ambisi Hitler hingga akhirnya memu­tuskan untuk menyerang Rusia. Berta kegagalan Mussolini di Yunani dan di Afrika Utara yang menyebabkan tertunclanya rencana Hitler menyerang Ru­sia. Sebuah keputusan yang salah …

2 Responses to “Operasi Barbarossa”

  1. febbydc Says:

    Saya pikir kesalahan terbesar Jerman adalah upaya merebut Stalingrad. Kalau saja saat itu Jerman terus berkonsentrasi untuk menduduki moscow dan leningrad, maka cerita Front Timur saya yakin akan jauh berbeda. Bisa jadi, dengan jatuhnya Moscow, maka pemerintahan Uni Sovyet pun runtuh.

  2. riumanjisen007 Says:

    hitler tidak pernah mempertimbangkan penarikan kekuatan soviet di timur jauh, dan tidak mengetahui manuver taktis staf jenderal Stalin pada detik-detik pengurungan Moscow. Cadangan yang tiba ke moscow pada timing yang tepat membuktikan kejelian strategi soviet dalam mengkalkulasi kekuatannya. jalur logistik yang panjang, cuaca ekstrim serta kapasitas produksi mesin perang yang terbatas menyebabkan malapetaka bagi Jerman di front Timur.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.